--- In [email protected], ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kontingen USA adalah yg terbesar dgn 647 dan no2 adalah China dgn 639
>   Andreas
> 


terima kasih, anda benar.














> Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Kontingen Cina Terbesar 639 Atlit !!! 
> 
> Breathtaking!
> Dibawah tepuk dan sorak sorai meriah, kontingen Cina muncul paling
> akhir dengan jumlah yang paling besar. Cina menjadi negara ekonomi
> ketiga terbesar didunia setelah Amerika dan Jepang.
> 
> Apa yang bisa kita pelajari dari kejadian hari ini??? Kita terutama
> umat Islam, harus belajar bagaimana permusuhan Cina Komunis dan
> Amerika dimasa lalu, kebencian berubah diperbaiki menjadi persahabatan
> dan kerja sama. Saling kritik hal biasa bukan untuk dijadikan alasan
> untuk saling memerangi seperti halnya dalam ajaran Islam yang selalu
> memerangi penghina tanpa mau mengakuinya sebagai menghina yang lain
> dan akhirnya jadi terhina sendirinya.
> 
> Orang2 Cina benci kepada Amerika, mereka pernah perang dengan jumlah
> korban puluhan juta yang jatuh terutama dalam perang Korea. Semuanya
> tinggal kenangan, mereka belajar, kita juga belajar, semuanya juga
> belajar. Hanya Islam yang tidak mau belajar dari pengalaman melainkan
> mempertahankan dan melestarikan kesalahan, melestarikan kebencian,
> melestarikan permusuhan, dan tidak sekalipun memikirkan bahwa hari
> depan atau masa depan harus berubah menjadi lebih baik dari hari ini,
> permusuhan harus berakhir, kebenciah harus berubah menjadi saling
> mengasihi. Disinilah yang belum diajarkan dalam ajaran Islam yang
> hanya terikat kepada kebiadaban2 masa lalunya yang harus dipertahankan
> dimasa sekarang dan dilanjutkan kemasa depannya.
> 
> Cina yang benci Amerika sudah berubah menjadi bersahabat.
> Islam yang benci Yahudi malah makin benci menjadi musuh abadi.
> 
> Sudah waktunya kita Islam Indonesia memiliki identitas sendiri yaitu
> Islam Walisongo, Islam Sunan Kalijaga, Islam Kejawen yang harus
> menolak Islam Wahabi, Islam Sunni, ataupun Islam Syiah.
> 
> Islam tidak sama dengan Islam, umatnya yang membedakan Islam macam apa
> yang kita anut.
> 
> Bayangkan, sementara seluruh dunia berusaha memeriahkan
> penyelenggaraan upacara Olympic ceremonial ini, sebaliknya Islam
> dengan ajarannya berusaha menterorr dengan bomb2 maut yang katanya
> sebagai agama damai. Namun dibawah ancaman terror Islam, Olympic
> Games ceremonial tetap berlangsung dikawal lebih dari 100 ribu pasukan
> reguler dan komando cina yang sangat terkenal keberaniannya ini.
> 
> Stadion seperti runtuh oleh suara tepuk tangan dan sorak sorai tanpa
> suitan2 kampungan distadium Cina ini.
> 
> Selamat Bejing Olympic Games, Selamat kepada rakyat Cina, dan Selamat
> kepada perdamaian dunia, semoga HAM bisa makin ditegakkan.
> 
> Li Nin, atlit Senam Cina terbang diangkasa meniru dewa2 Yunani,
> berlari diudara sambil membawa obor olympiade, benar2 mentakjubkan,
> tidak ajaib, bukan keajaiban, tapi kata2 ajaib tetap bisa digunakan
> karena Dewa Li Ning ini terbang dan berlari dilangit nan biru dengan
> nyata bukan filem. Dibawah senandung dewa2 langit cina dan yunani,
> dewa Li Ning dengan obornya menyulut obor abadi api olympic Games
> dibawah sorak sorai gegap gempita yang sangat meriah, mengharukan, dan
> mengagumkan.
> 
> Begitu obor tersulut, kembang api bergemerlapan diangkasa, luar biasa
> indahnya, lebih indah dari sorga yang didongengkan oleh Quran dan
> Hadist2nya. Inilah Cina, inilah Yunani, seluruh dunia menyaksikan,
> ini bukan dongeng, ini bukan keimanan, dan ini bukan Islam.
> 
> Seluruh kepala negara didunia berdiri takjub, kenapa bisa begitu
> banyak kepala negara bersedia datang ke Cina ??? Jelas karena Cina
> dipercaya dan diyakini akan lebih mampu mengatasi terror Jihad Islam,
> mereka lebih yakin kepada kemampuan dewa2 Cina katimbang Allah yang
> punya 100 kesaktian ini. Islam hanya menodai umatnya saja dengan
> kebencian, permusuhan, dan teror2nya. Damai itu bisa dicontohkan
> dalam ajaran dewa2 ini, sebaliknya kebencian merupakan contoh ajaran
> Islam yang membenci dewa2 sehingga tak mungkin bisa damai.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>


Kirim email ke