Harian komentar 11 Agustus 2008
Polda: 15 orang yang ditahan, berasal dari berbagai kubu calon Dalang Aksi Anarkis Mitra Ditangkap Polisi Buntut aksi anarkis yang dilakukan massa terhadap Kantor Golkar Mitra, SPBU, rumah-rumah dan sejumlah kendaraan Jumat (08/08) lalu, langsung disikapi pi-hak kepolisian dengan me-nahan sejumlah orang yang diduga terlibat tindakan tak terpuji tersebut. Sedikitnya 15 orang pelaku telah di-amankan, termasuk seorang warga yang diduga dalang aksi kerusuhan. "Sejak Jumat (08/08) lalu, polisi sudah menangkap beberapa orang yang terlibat, dan sampai hari ini (kemarin, red) sudah 15 orang. Mereka ditahan di Polres Kabupaten Minsel," ungkap Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bella, Minggu (10/08) kemarin. Dikatakannya, ke-15 orang yang ditahan tersebut terdiri dari 11 warga Tombatu dan empat lainnya warga Ratah-an. Sedangkan salah seorang warga yang diduga sebagai dalang kerusuhan, berinisial WP. Menurut Bella para pelaku bukan hanya berasal dari salah satu kubu yang ikut pilkada. "Pelaku kerusuhan yang ditahan bukan hanya dari salah satu kubu, tetapi beberapa ku-bu pasangan calon," katanya. Sementara itu, disinggung apakah Polda Sulut akan me-nambah pasukan pengamanan di Mitra, Bella mengatakan hal tersebut tidak perlu dilakukan. "Memang sebelumnya kami sudah mengirim satu kompi Bri-mob. Tapi karena kondisi di sana sekarang sudah ber-angsur kondusif, penambahan BKO saya kira tidak perlu," pungkasnya seraya menam-bahkan, semua yang terlibat dalam aksi kerusuhan akan ditindak tegas. Sedangkan Kapolres Minsel, AKBP Agus Kurtubi ketika di-konfrontir membenarkan, bahwa pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap bebe-rapa orang yang diduga terlibat aksi anarkis. Disebutkannya, ada 13 orang yang ditahan dan dua lainnya ditangkap di Ma-nado. Sedangkan di lapangan, petugas masih akan terus me-lakukan pengejaran terhadap sejumlah orang yang terlibat aksi perusakan. ''Pelaku aksi anarkis sudah dikantongi iden-titasnya,'' katanya. Namun soal motif, kata ka-polres, masih dilakukan pen-dalaman lewat interogasi ter-hadap yang ditahan. ''Ke-mungkinan akan bertambah yang ditahan malam ini,'' kata Kurtubi tadi malam. Target operasi, lanjutnya, mayoritas berada di wilayah Tombatu, serta beberapa dari Ratahan yang dalam waktu dekat ini segera bergabung dengan teman-temannya yang duluan ditahan. Menurut sebuah sumber, polisi tidak akan sulit men-dapatkan pelaku kerusuhan. Pasalnya, saat mereka beraksi Jumat lalu, ada petugas inte-lijen yang merekam aksi ter-sebut, sehingga muka-muka pelaku kerusuhan bisa ter-deteksi dengan jelas. Di sisi lain, Ketua AMPG Mitra Fanly Solang SIP men-desak, agar pihak kepolisian segera melakukan langkah penahanan terhadap dalang dari aksi itu, serta segera memprosesnya. Sedangkan generasi muda Mitra Fenly Rantung dan Jeldy Kuhu me-nambahkan, agar semua pi-hak menghormati proses hu-kum yang sementara berja-lan. ''Jangan lagi memper-keruh, namun serahkanlah itu kepada pihak berwajib.'' Seperti diketahui, buntut hasil pilkada yang dimenang-kan pasangan Golkar, Telly Tjanggulung dan Jeremia Da-mongilala (T2-JaDi), membuat sebagian massa yang tidak puas, melakukan aksi turun jalan disertai tindakan anar-kis Jumat (08/08) sekitar pu-kul 14.00 hingga 17.00 WITA. Massa yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Cinta Mitra ini, awalnya ha-nya berorasi sambil berdemo dan membakar ban di jalan. Tapi belakangan, aksi mereka tertuju ke Kantor Sekretariat Golkar Mitra yang terletak di Jalan Ompi Tosuraya. Di sini sejumlah orang melemparkan batu ke kantor tersebut. Tak pelak, kaca-kaca jendela pun pecah berantakan. Bahkan papan partai dirobohkan rata tanah. Hampir setengah jam mereka memuaskan diri memporak-porandakan Kantor Sekretariat DPD Golkar Mitra, massa kemudian bergerak dengan berjalan kaki menuju Desa Lowu I. Sesampainya di SPBU yang terletak di pintu masuk desa tersebut, mereka kembali melampiaskan ama-rahnya. Namun sebelumnya, massa berpapasan dengan sebuah mobil bus yang diketahui pernah digunakan tim sukses T2-JaDi. Keyakinan mereka bertambah karena di salah satu bagian mobil tersebut terdapat stiker T2. Tanpa hitungan tiga, massa lang-sung menghancurkan kaca-kaca mobil tersebut. Tak puas melampiaskan kekecewaan hanya dengan memecah kaca dan sebagian bodi kendaraan bernomor polisi DB 7124 CA itu, massa kemudian mem-balikkan mobil tersebut. Nasib serupa ikut juga dialami dua mobil truk milik Ro-nal Kandoli DB 800 JY dan mo-bil Toyota Hilux DB 8008. Kaca mobil dan bodi pecah, bahkan penyok. Terakhir kenda-raan yang dirusak massa diketahui milik salah seorang petugas Polsek Ratahan. Menariknya, dalam prosesi jalan kaki massa anarkis ini, tak hanya kendaraan yang dilabrak dengan batu. Rumah warga yang bertempelkan stiker T2 pun ikut-ikutan hancur dilempari massa. Usai itu, massa menuju SPBU milik keluarga Kandoli-Rantung di Kelurahan Lowu I. Di sana mereka mengobrak-abrik SPBU tersebut. Salah satu alasan SPBU itu jadi sasaran, karena pemiliknya termasuk penyo-kong T2-JaDi.(art/dax
