Ini pikiran yang ngaco memasukkan pikiran adat kedalam sistem tata negara. apa jadinya kalo pikiran agama juga dimasukan kedalam tata negara Hukum Adat, hukum yang tidak tertulis lagi, pada generasi berikutnya juga akan sirna. Kalo ritual adat dilakukan maka hukum tsb juga akan memiliki kekuatan rohnya pada kita, kalo tidak diikuti tidak ada dampaknya. Kalo mengerti setengah-setengah diadat tidak usah plintir sana-sini. SBY sudah benar dan harus tegas.
Hens ============== --- On Tue, 11/4/08, IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: CiKEAS> SBY MELANGGAR DALIHAN NA TOLU..... To: [email protected] Date: Tuesday, November 4, 2008, 11:27 AM Bahasa batak(?) di bawah artinya apa aja bos? :-) Yang ada tuh ngorbaninnya setengah hati.. kalau beneran mah mustinya penetapan AH sebagai tersangka tidak lama setelah BA dijadikan tersangka juga.. kalau ini sih, yang bersangkutan dibiarkan melihat kelahiran cucu-nya dulu.. :-p Jangan mau ditipu sama pemain sinetron napah.. CMIIW.. -- Wassalam, Irwan.K "Better team works could lead us to better results" http://irwank. blogspot. com Pada 4 November 2008 11:13, roni zenal <[EMAIL PROTECTED] com> menulis: ....... Pada kasus Aulia Pohan tentang dugaan korupsi di BI sebenarnya Presiden SBY tidak pantas memberikan pendapat walapun beliau seorang presiden. Karna hukum adat adalah hukum tertinggi di bawah kolong langit ini, bagaimana kita bisa mengkritik hula-hula kita? itu adalah pekerjaan yang salah bagi adat batak, seharusnya SBY no-command di depan publik tentang hal ini karna sudah terlanjur marhula-hula dengan orang batak, maka adat batakpun harus di patuhi beliau. dalam Batak dikenal DALIHAN NA TOLU ( 3 PENOMPANG KEHIDUPAN) : - Somba mar Hula-hula - Manat mar dongan Tubu - Elek mar Boru Ini Adalah isi dalihan natolu dan sebenarnya adalah peraturan terberat yang ada pada adat batak sejak adat batak itu ada... TAPI...... Memang resiko punya besan di luar Batak ya beginilah. Menurut pengamat : SBY mengorbankan Besannya , karena beliau mau lagi menjadi Presiden RI berikutnya. Jadi ambisi pribadi dan logika "Somba Marhula2 " tidak berlaku bagi di sini . PRESIDEN RI ITU ENAK SEKALI LHO....He... he...he.. ..
