Indonesia Butuh Mahasiswa Kreatif dan Inovatif
Selasa, 25 November 2008 | 18:43 WIB
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/11/25/18430862/indonesia.butuh.mahasiswa.kreatif.dan.inovatif

 
JAKARTA, SELASA - Indonesia membutuhkan mahasiswa-mahasiswa yang bertalenta 
tinggi, inovatif, kreatif, dan berprestasi. Jika persyaratan itu dipenuhi 
banyak peluang beasiswa yang bisa didapatkan mahasiswa. Bahkan, selain peroleh 
beasiswa, pemberi beasiswa juga memberikan keterampilan lunak, seperti 
kepemimpinan, seven habits, outbound, kewirausahaan, lomba karya tulis dan 
vocational skills. 

Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Musliar Kasim, mengatakan hal itu 
menjawab Kompas, Selasa (25/11) di Jakarta. Banyak peluang beasiswa yang bisa 
direbut mahasiswa, dengan sejumlah persyaratan, antara lain berprestasi, 
kreatif, inovatif, dan punya semangat untuk maju. Di antara banyak lembaga, 
perusahaan swasta nasional dan BUMN yang menawarkan beasiswa, yang menarik 
adalah beasiswa dari Djarum Bakti Pendidikan. Karena selain memberikan beasiswa 
juga memberikan pelatihan keterampilan lunak, yang tidak didapatkan mahasiswa 
selama kuliah, katanya.

Musliar Kasim ditemui sepulang menghadiri Silaturahmi Nasional Penerima 
Beasiswa Djarum Bakti Pendidikan, di Semarang. Menurut guru besar bidang 
pertanian ini, beasiswa Djarum adalah program yang banyak diminati oleh 
kalangan mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan swasta. Karena beasiswa 
Djarum mampu memberikan program yang tepat sasaran dan dibutuhkan mahasiswa 
yaitu beasiswa dan pelatihan keterampilan lunak (soft sklill ) yang memang 
belum didapatkan oleh mahasiswa secara lengkap dari pihak kampus .    

Head of Corporate Affairs PT Djarum, Suwarno M Serad, yang dihubungi terpisah 
di Semarang mengatakan, PT Djarum melalui kegiatan CSR berupa program Djarum 
Bakti Pendidikan, tahun 2008/2009 memberikan beasiswa kepada 441 mahasiswa, 
yang diserahkan pada acara Silaturahmi Nasional bertema Harmoni Indonesiaku.   

Penerima beasiswa Djarum angkatan 2008/2009 akan mengikuti rentetan acara Talk 
Show Karyaku Untuk Indonesia , Kick Andy: Spirit of Life , Preview Lomba Karya 
Tulis, kunjungan ke pabrik, dan malam darma puruhita. Beasiswa m erupakan 
apresiasi PT Djarum atas prestasi a nak bangsa , tandasnya. Silaturahmi 
Nasional sekaligus penyerahan hadiah untuk pemenang lomba karya tulis nasional 
Beswan Djarum angkatan 2007/2008.

Suwarno menjelaskan, penerima beasiswa Djarum tahun ajaran 2008/2009 yang 
berjumlah 441 mahasiswa dari 44 p erguruan t inggi negeri dan 27 perguruan 
tinggi swasta yang tersebar di 23 Provinsi, dari Sabang sampai Manado/NTB dan 
dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, adalah hasil selekasi 3.178 pelamar. 
Penerima beasiswa Djarum adalah mahasiswa yang berprestasi tinggi dengan nilai 
Indek Prestasi Kumulatif (IPK) lebih dari 3 pada akhir semester empat.

Sampai sekarang, total penerima beasiswa Djarum menjadi 5. 886 yang tersebar di 
pelosok Nusantara, dari angkatan 1984/1985 sampai dengan angkatan 2008/2009. 
Para penerima beasiswa selama satu tahun akan menerima berbagai ketrampilan 
lunak seperti k epemimpinan, seven habits, outbound, kewirausahaan, lomba karya 
t ulis, dan berbagai vocational skills.  

 

Program Djarum Bakti Pendidikan, lanjut Suwarno, adalah bentuk komitmen dan 
semangat kemajuan PT Djarum terhadap kualitas pendidikan generasi muda bangsa 
Indonesia. Karena pendidikan merupakan pondasi penting dalam membentuk 
sumberdaya manusia berprestasi. Berbagai kegiatan telah kami persiapkan untuk 
membentuk pribadi yang siap dan mampu menjawab tantangan masa depan lokal dan 
global, salah satunya pelatihan soft sklill bersama para pakar .

Musliar Kasim berpendapat, melalui pembekalan hard skill di kampus dan 
dipadukan dengan soft skill dalam program beasiswa Djarum Bakti Pendidikan, 
diharapkan akan mampu mempersiapkan para Beswan Djarum untuk mampu mengatasi 
situasi dalam ketidakpastian yang tinggi pada saat ini maupun masa mendatang. 
Sistem pendidikan yang ada masih banyak menekankan kepada what to learn dan 
perlu dipadukan dengan how to learn, karenanya diharapkan pemberian soft skill 
akan dapat menjawab tantangan menciptakan manusia yang cakap intelektual, 
emosional maupun spiritual guna mewujudkan manusia Indonesia mendatang yang 
cakap seutuhnya.

Dante Darmawangsa, alumnus Universitas Pendidikan Indonesia, yang juga penerima 
beasiswa semasa kuliah tahun 2004/2005, mengatakan, pelatihan soft skill telah 
membentuk pribadi dan membantu dirinya untuk siap menghadapi tantangan masa 
depan.

"Kini saya menjadi pribadi yang lebih percaya diri dalam berkomunikasi, 
mengemukakan pendapat dan optimis bisa meraih masa depan cemerlang," kata 
Dante, yang kini bekerja sebagai pengajar bahasa asing pada Pusat Kebudayaan 
Perancis di Bandung. 

 

 

Yurnaldi



      

Kirim email ke