http://www.pos-kupang.com/index.php?speak=i&content=file_detail&jenis=11&idnya=18398&detailnya=1


Membiasakan Diskusi Ilmiah pada Setiap Kesempatan 


POS KUPANG/ALFRED DAMA
RAMAH-TAMAH--Dr.Yos Bire sedang menyampaikan pengalamannya dalam menempuh 
pendidikan kepada mahasiswa Pasca Sarjana IPS Undana dalam acara ramah-tamah di 
Restoran Phoenix Kupang, Jumat (30/1/2009).

Laporan Alfred Dama


KUPANG, PK--Membicarakan atau berdiskusi tentang berbagai persoalan ilmiah 
tidak dilakukan pada saat-saat formal saja, tetapi bisa juga dilakukan dalam 
kehidupan biasa sehari- hari. Membiasakan diskusi hal-hal ilmiah pada setiap 
kesempatan akan membantu proses belajar untuk mencapai sesuatu. 

Hal ini disampaikan Ketua Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pasca 
Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana)- Kupang, Prof. Dr. Elias Kopong, 
dalam acara ramah-tamah dan diskusi yang digelar mahasiswa Pasca Sarjana 
Program Studi (Prodi) IPS di Restoran Phoenix, Kupang, Jumat (30/1/2009) sore. 

Hadir pada kesempatan itu, staf pengajar Prodi Pasca Sarjana Kependidikan yakni 
Prof. Dr. Nabisi Lapono, Dr.Yos Bire dan Dr. Uda Geradus serta sekitar 30 orang 
mahasiswa Program Pasca Sarjana Kependidikan Undana.

Elias Kopong menjelaskan, membangun suasana akademik bisa dilakukan antara 
mahasiswa dengan dosen atau antarmahasiswa. Caranya, dalam setiap perbincangan, 
hal-hal yang dibicarakan terkait dengan program kuliah. 

"Membangun suasana akademik itu bisa dengan berbincang- bidang tentang 
pelajaran atau hal-hal ilmiah. Ini yang saya tidak pernah temukan. Bisa sharing 
antara mahasiswa dengan dosen atau antarmahasiswa. Sharing ilmiah ini tidak 
perlu biaya," jelas Elias Kopong.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Nabisi Lapono menjelaskan, para mahasiswa pasca 
sarjana yang pada umumnya berprofesi guru harus tetap mengutamakan kuliah. 
Dengan demikian, suasana akademik dalam setiap kesempatan akan terbangun. "Bila 
kalian ada tugas sehingga tidak kuliah, maka di tempat kerja tidak boleh 
melupakan materi kuliah," katanya.

Menurutnya, kesibukan yang dialami para mahasiswa sebaiknya tetap mementingkan 
proses akademis di kampus. "Perilaku ilmiah harus tetap menjadi prioritas di 
tempat tugas. Kuliah harus tetap menjadi yang utama, jangan biarkan kerja 
mengendalikan kuliah, tetapi kuliah yang mengendalikan pekerjaan," jelasnya.

Prof. Lapono juga menjelaskan, untuk membangun budaya keilmuan bisa dilakukan 
dengan selalu mengikuti dan menyelenggarakan seminar. Dengan terus mengikuti 
seminar, maka akan terbangun landasan pemikiran yang akademis dan ilmiah. 

Terkait dengan kelembagaan Prodi Pasca Sarjana IPS, Prof. Elias Kopong 
menjelaskan, lembaga pendidikan tersebut memiliki status yang sangat jelas, 
sehingga para mahasiswa tidak perlu ragu menjadi bagian pada program tersebut. 
"Landasan keilmuan kita pendidikan, tapi Jakarta meminta kita untuk lebih ke 
pendidikan IPS. Dalam pelaksanaan bisa fleksibel sekali," jelasnya. 

Ditambahkannya, program studi Pasca Sarjana IPS Undana juga diberi kesempatan 
untuk membuka progam pendidikan hingga S3. 

Sementara Prof. Lapono menjelaskan, program Pasca Sarjana IPS Undana sudah 
mendapat lampu hijau dari Jakarta. Dengan dasar itu, program tersebut bisa 
dilaksanakan. (*) 

Kirim email ke