http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=13922

Sabtu, 31 Januari 2009 , 08:17:00


Kalbar Rawan Potensi Konflik Pemilu




PONTIANAK - Bupati/walikota dan camat se-Kalimantan Barat diingatkan untuk 
menyukseskan pemilu 2009 dan menjaga stabilitas daerahnya. Menurut Wakil 
Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya, sukses penyelenggaraan bukan saja pada  
terselenggaranya keseluruhan tahapan-tahapan pemilu, akan tetapi kemampuan 
aparatur pemerintahan menciptakan stabilitas daerah."Kita harus mengantisipasi 
timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban yang cenderung mengarah pada konflik 
SARA dalam masyarakat dan konflik yang kemungkinan akan terjadi akibat dari 
proses pencitraan partai peserta pemilu dan figur calon untuk mendapatkan 
dukungan yang sebanyak-banyaknya dari masyarakat pemilih," katanya.

Wagub mengingatkan itu kepada para kepala daerah dan camat se-Kalbar dalam 
acara rapat kerja di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar kemarin (30/1). 
Dia tidak menginginkan suhu politik yang panas menjelang pelaksanaan pemilu 
berakibat pada terganggunya jalannya roda pemerintahan. Soalnya, hal itu 
membuat aparat pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh program-program 
pembangunan daerah yang telah disusun dan direncanakan, yang akhirnya juga akan 
berpengaruh pada upaya-upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 
Menyikapi hal demikian, kata Christiandy, maka diperlukan kemampuan aparatur 
negara untuk dapat mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban untuk mewujudkan 
stabilitas daerah.

Dia menambahkan bahwa jumlah para caleg mulai tingkat kabupaten/kota hingga DPR 
di Kalbar berjumlah lebih dari 10 ribu. Dengan sistem pemilihan tidak lagi 
menggunakan nomor urut melainkan suara terbanyak, maka persaingan terbuka tidak 
dapat dihindarkan.Karena itu, wagub juga mengimbau kepada para caleg dan parpol 
untuk berpolitik secara santun dan elegan guna menghindari konflik. "Saya 
yakin, para caleg merupakan orang pilihan dan bisa bersikap dewasa dalam 
berpolitik," ujarnya.Selain itu, dia juga berharap kepada Komisi Pemilihan Umum 
sebagai penyelenggara pemilu dapat menjaga netralitasnya dan betul-betul 
menjalankan tugas dan fungsinya sehingga semua pihak yang berkepentingan merasa 
diberlakukan sama dan seimbang

Kirim email ke