Jawa Pos Minggu, 17 Mei 2009 ]
Gagal Maju Capres, Sultan Minta Maaf JOGJA - Gagal maju sebagai calon presiden (capres), Raja Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) meminta maaf kepada seluruh pendukungnya. ''Saya mengucapkan terima kasih atas dukungannya dan sekaligus mohon maaf karena tidak bisa maju dalam pencapresan,'' kata HB X di kantor kepatihan setelah menerima kunjungan delegasi Tiongkok kemarin (16/5). Selama ini banyak pihak yang gencar mendorong HB X maju sebagai capres. Di antaranya adalah Merti Nusantara, Kaukus Politisi Muda Lintas Partai, dan Kaukus Muda Mahasiswa Nusantara. Terkait kegagalannya maju menjadi calon presiden, HB X menegaskan tak akan mengadakan pisowanan agung untuk mengembalikan mandat tersebut. ''Itu tak perlu. Saya akan menyampaikannya secara terbuka, sifatnya pemberitahuan saja. Nantilah dipikirkan kapan waktunya,'' ujarnya HB X gagal menjadi capres karena Partai Golkar memutuskan untuk mengusung ketua umum mereka, Jusuf Kalla, untuk maju sebagai capres. Jauh hari sebelum keputusan tersebut, HB X disebut-sebut sudah membangun komunikasi politik dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Namun, pembicaraan itu kandas tanpa alasan jelas. Hingga akhirnya, PDIP menggandeng Prabowo sebagai cawapres mendampingi Mega. Sempat muncul kabar bahwa kebuntuan komunikasi politik antara HB X dan Mega terkait kesiapan logistik HB X. Ketika dikonfirmasi mengenai hal itu, HB X hanya tersenyum dan mengatakan bahwa kebuntuannya bersama Mega tidak ada yang berhubungan dengan tudingan itu. ''Ra ana kuwi (tidak ada itu, Red), biasa saja. Tidak ada hubungannya dengan 'gizi', apa itu tadi?'' selorohnya. Ditanya lebih lanjut apakah nanti sebagai kader Golkar HB X akan menjadi salah seorang juru kampanye bagi pasangan capres-cawapres Jusuf Kalla-Wiranto, dia tak serta-merta menjawab. Bahkan, Dewan Penasihat DPP Partai Golkar tersebut terlihat bimbang. "Ya, kalau memang ada yang meminta, akan saya pertimbangkan. Yang jelas, dalam waktu dekat saya belum bisa mengatakannya," ungkapnya. HB X juga menyesalkan manuver-manuver sejumlah tokoh selama melakukan lobi politik. Namun, dia tak menjelaskan lebih lanjut alasannya. (nis/jpnn/ruk)
