Refleksi: Apa saja yang tidak dipunahkan di NKRI?

Jawa Pos

 

[ Minggu, 17 Mei 2009 ] 

Elang Jawa Terancam Punah, Di Gunung Merapi Tinggal 10 Ekor 


SLEMAN - Fauna khas Gunung Merapi elang jawa terancam punah. Populasi burung 
bernama latin Spizaetus bartelsi tersebut terus menyusut. Di Taman Nasional 
Gunung Merapi (TNGM), yang menjadi habitat burung itu, diperkirakan tinggal 
sepuluh ekor.

Staf Pengendali Ekosistem Hutan TNGM Asep Nia Kurnia memaparkan, menyusutnya 
populasi burung itu disebabkan maraknya penambangan pasir di zona rehabilitasi 
taman nasional tadi. Menurut dia, elang jawa lebih sering ditemui di area TNGM 
yang masuk wilayah Kabupaten Sleman dan Klaten. 

Di dua kabupaten lain, Boyolali dan Magelang, sudah jarang bahkan hilang. Asep 
mengatakan bahwa populasi elang jawa bisa bertahan di area vegetasi yang cukup 
lebat dan masih rimbun. 

Selain kerusakan di habitat aslinya, berkurangya populasi elang jawa disebabkan 
banyaknya penangkapan oleh pemburu liar. Menurut dia, perburuan itu sebenarnya 
melanggar UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan 
Ekosistem. Pelakunya diancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp 
100 juta. ''Meski sanksinya berat, perburuan terhadap elang jawa tetap saja 
terjadi,'' jelasnya. 

Raptor Club Indonesia menyebutkan data yang lebih memprihatinkan. Menurut salah 
seorang anggotanya, Lim Wensin, jumlah elang jawa di TNGM hanya delapan ekor. 
Enam ekor di antaranya berada di Sleman. 

Namun, lanjut dia, secara keseluruhan populasi elang jawa sebanyak 200 ekor. 
Habitatnya menyebar di beberapa wilayah di sekitar Gunung Merapi.

<<69566large.jpg>>

Kirim email ke