Irene Handono Islam DiIndonesia, Catholic Diluar Negeri !!!
                                  
Kebiasaan jelek umat Islam yang mempropagandakan setiap umat lain yang pindah 
agama masuk Islam, ternyata sekarang mendapatkan pukulan balik yang memalukan.  
Ternyata Hajah Irene Handono yang di-elu2kan sebagai mualah untuk dijadikan 
teladan terbukti tidak sepenuhnya benar2 masuk Islam.

Seperti yang sudah berulangkali saya tulis, semua orang yang bukan Islam maupun 
yang Islam sekalipun akan pura2 memuji dan me-muja2 agama Islam yang biadab ini 
meskipun dalam hatinya malah sebaliknya memaki dan mengutuk ajaran agama setan 
ini.  Apalagi hasil pemilu bisa membuktikan bahwa mayoritas bangsa Indonesia 
yang Islam ini pun sebenarnya menolak ajaran Islam ini karena bertentangan 
dengan nilai2 budaya bangsa yang penuh kasih sayang dan ramah tamah ini.

Juga sudah banyak saya tulis, lingkungan umat Islam itu dipenuhi prejudice 
religious, bukan cuma mencurigai mereka yang bukan Islam, bahkan sesama muslim 
juga harus saling mencurigai seperti yang diwajibkan oleh Alquran.  Setiap 
muslim wajib mencurigai muslim lainnya murtad sehingga harus diingati bahkan 
dihukum mulai dari ringan berupa dijarah harta bendanya, dibakar rumahnya, 
hingga dipenggal kepalanya.  Dan apa yang saya katakan ini bukan pendapat 
pribadi melainkan sudah diketahui umum diseluruh dunia.

Hal inilah yang rupanya tidak dipahami oleh Irene Handono sewaktu dia merasa 
beruntung menjadi mualah, dibanggakan oleh lingkungan Islamiyah, di-puji2 para 
ulama, dijadikan tontonan kemenangan Islam didunia.

Irene Handono rupanya punya bisnis yang harus keluar negeri bolak balik, jelas 
dengan menjadi muslimah yang terkenal maka segalanya jadi gampang apalagi ada 
ukhuwah Islamiah sehingga dijamin bisnis berjalan lancar pemerasan dan pungli 
bisa ditekan rendah.  Namun kelemahan Irene ternyata tetap tak bisa diatasi, 
dia tetap beriman kepada agama Catholic, dia memakai baju biarawati di 
Singapore dan tak lupa memakai kalung salib yang sangat disayanginya.  
Celakanya, secara diam2 ada beberapa umat Islam yang mencurigainya dan 
menguntit tingkah lakunya di Singapore, ternyata Diki Candra, Nasrul S, Djoko 
Hardjanto, Khairul G, Dzulkifli M, dan Jeffry, yang kesemuanya tergabung dalam 
ikhwanul muslimin menemukan Irene Handono berpakaian biarawati dan berkalung 
salib.  Dari laporan2 penyidikan para ikhwanul ini terbukti bahwa Irene Handono 
adalah salibis yang disusupkan kedalam dunia Islam, entah apa tujuannya, namun 
laporan lengkapnya bisa anda baca sendiri diwebsite dibawah ini:

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?f=57&t=32966

Akibat laporan ini, Irene Handono terancam jiwanya meskipun dinyatakan masih 
ada jalan tobat, namun kalo Irene Handono menyatadi jalan tobat itu tentunya 
dia akan ngeri.  Jalan tobat itu adalah menghadap langsung kepada Allah untuk 
minta ampun sendiri, dan anda tahu caranya dalam ajaran islam untuk menghadap 
Allah itu kendaraannya adalah leher yang numpang diatas pedang.

Irene merasa bahwa laporan itu fitnah, dan dia mencoba untuk menuntut sipembuat 
berita.  Namun kita semua bisa menduga hasilnya akan sia2 karena Allah hanya 
bisa menuntut tidak bisa dituntut.  Irene dalam kesulitan dan dalam ancaman, 
tak ada yang bisa menolong selain tentunya pedang tadi.  Jelas, Irene 
dikategorikan musuh dalam selimut, menghina Islam, dan membahayakan ajaran 
Islam itu sendiri.

Begitulah, masuk Islam dipuja puji, ketahuan pura2 masuk Islam maka jiwapun 
sulit diselamatkan, semoga hal ini menjadi pelajaran yang baik bagi umat Islam 
yang selalu mempraktekkan AlTaqya dalam berdakwah, karena selain akhirnya akan 
memalukan juga merendahkan nilai2 agama Islam itu sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke