> "sunny" <am...@...> wrote:
> Beijing (ANTARA News) - Indonesia
> tidak ingin dan pernah campur tangan
> dalam kerusuhan yang terjadi di
> Xinjiang, China barat laut, sekalipun
> mayoritas penduduk di wilayah itu
> adalah beragama Islam, kata Dubes RI
> untuk China Sudrajat.
> 

Din Samsudin ketua MUI dan Eggi ketua FPI menuntut pemerintah agar memprotes 
Cina, dan menekan SBY agar RI memaksa PBB memberikan sanksi kepada Cina.

Bahkan, Eggi mengancam bahwa muslimin di Indonesia akan membalasnya kepada 
orang2 keturunan Cina di Indonesia kalo pemerintah ayal2an melaksanakan yang 
diperintahkan Eggi.

Artinya, orang2 Indonesia keturunan Cina harus siap2 kabur keluar dari 
Indonesia kalo tak mau dibunuhi oleh muslimin Indonesia yang membalas 
pembunuhan2 Uighur di Cina.

Memang kalo di-pikir2 gila juga ya, di Cina sendiri justru orang2 Uighur ini 
membunuhi orang2 Cina, akhirnya aparat turun terpaksa pelaku2nya ditembak mati. 
 Tetapi memang aparat nya terlambat bahkan jumlah orang2 Cina yang mati itu 7x 
lipat lebih banyak dari orang2 Uighur yang ditembak mati.  Malah yang dituduh 
genocide oleh MUI adalah Cina bukan Uighur.

Begitulah contohnya kewajiban tegaknya Syariah Islam, penduduk pribumi harus 
dibantai seperti di Timur Tengah, orang Yahudi diusir dari tanah airnya katanya 
tidak ada tempat bagi orang Yahudi dimuka bumi ini.  Sama saja dengan di Cina, 
orang2 Islam Uighur ini menyatakan orang2 Cina harus keluar dari bumi milik 
Allah, tidak ada tempatnya dibumi milik Islam.  Juga di Indonesia, FPI dan MUI 
membantai umat sesama Islam dari Ahmadiah karena dianggapnya bukan Islam dan 
mereka harus keluar dari tanah airnya.  Islam Kejawen di Indonesia adalah 
mayoritas Islam di Indonesia, mereka cuma tunggu gilirannya saja untuk 
diperlakukan serupa.

Jadi entah siapa yang lebih berkuasa, duta besar RI di Bejing yang menyatakan 
tidak turut campur urusan dalam negeri Cina, atau Din Samsudin ketua MUI dan 
Eggi ketua FPI ini yang lebih berkuasa di Indonesia untuk dipatuhi yang 
memerintahkan agar RI memprotes juga memberi sanksi kepada Cina?

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke