Refleksi : Mudah-mudahan telah juga diterima wahyu  kepada  para petinggi 
negara baik sipil maupun militer di segala bidang dan tingkat  untuk tidak 
boleh  melakukan korupsi, membodohkan serta memiskinkan rakyat (ummat) . 

http://www.antaranews.com/print/1251559326

MUI: Mengaku Menerima Wahyu Termasuk Penistaan Agama

Samarinda (ANTARA News) - Ketua Majelis Ulama Indonsia (MUI) Samarinda, 
Kalimantan Timur, KH. Zaini Naim menegaskan, orang yang mengaku telah melakukan 
perjalanan hingga ke langit ketujuh bahkan menerima wahyu dari malaikat Jibril 
sudah bisa diproses hukum karena masuk kategori penistaan agama.

"Kepercayaan kepada malaikat itu adalah kepercayaan pokok dari enam kepercayaan 
pokok dalam Islam sehingga jika ada yang mengaku telah melakukan perjalanan 
hingga ke langit ke tujuh bahkan mengatakan telah menerima wahyu dari Malaikat 
Jibril itu sudah masuk penistaan terhadap agama Islam," ungkap KH. Zaini Naim, 
di Samarinda, Sabtu.

"Tidak ada satu manusia pun yang bisa sampai ke langit ke tujuh dan yang 
menerima wahyu itu hanyalah rasul," ujar Ketua MUI Samarinda tersebut.

Sebelumnya, Giyanti alias Gina yang sempat diamankan di Mapolsekta Samarinda 
Utara bersama suaminya, Salman dan seorang paranormal, Bagus, terkait dugaan 
ritual mencurigakan yang dilakukan di rumah kontrakan mereka di perumahan 
Solong Durian Sempaja, membantah dirinya pernah mengaku sebagai Malaikat Jibril.

Namun Gina yang disebut sebagai Bunda oleh pengikutinya itu, mengaku pernah 
mengalami kematian sebanyak tiga kali. 

Saat kematiannya itulah kata wanita yang selalu mengenakan pakaian serba putih 
tersebut, sempat melakukan perjalanan hingga ke langit ke tujuh dan mengaku 
bertemu dengan beberapa malaikat termasuk Malaikat Jibril.

"Dari segi teknologi, tidak pernah ditemukan ada orang yang sudah meninggal 
bisa hidup kembali, kecuali mati suri. Jadi, semua itu tidak benar," tegas 
Ketua MUI Samarinda itu.

Orang mati dalam ajaran Islam itu kumpulnya di alam barzah dan tidak ada sampai 
yang sampai di langit ke tujuh, katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa zat malaikat tersebut sangat jauh berbeda dengan zat 
manusia sehingga dalam ajaran Islam, tidak mungkin malaikat bisa merasuki tubuh 
manusia.

"Alangkah tersiksanya manusia jika dirasuki zat malaikat. Mereka (malaikat) 
merupakan mahluk yang sangat taat kepada Allah dan tanpa perintah Allah merka 
tidak akan melakukan apapun. Nabi Muhammad saja tidak bisa memerintah malaikat 
apalagi jika ada manusia yang mengaku dapat mengumpulkan malaikat bahkan 
merintah mereka, itu sudah menyimpang dan melecehkan agama," ungkap KH. Zaini 
Naim.

Ketua MUI Samarinda itu juga sangat menyayangkan sikap polisi yang dianggap 
tidak tanggap terhadap masalah itu.

"Katanya, polisi sempat menahan orang itu, namun dilepaskan kembali dengan 
alasan tidak cukup bukti. Semestinya jika sudah memenuhi unsur adanya penistaan 
agama, meraka sudah bisa dijerat dan kami (MUI) siap menjadi saksi ahli," kata 
Ketua MUI Samarinda.

KH. Zaini Naim juga meminta kepada masyarakat, khususnya ormas Islam di 
Samarinda agar tidak mudah terpancing dan melakukan tindakan di luar koridor 
hukum. 

"Saya telah berkoordinasi dengan beberapa ormas Islam dan meminta mereka tidak 
menghakimi sendiri," kata KH. Zaini Naim.(*)

Kirim email ke