http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009082701364216

      Kamis, 27 Agustus 2009 
     
      BURAS 
     
     
     
Ada Udang di Balik Batu Terorisme!

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "POLRI berhasil meringkus satu lagi tokoh teroris, Moh. Jibril di 
Tangerang! Berdasar bukti-bukti yang didapat ia layak diduga sebagai 
koordinator jaringan pendanaan kelompok Noordin M. Top!" ujar Umar. "Sejak bom 
Mega Kuningan medio Juli, dalam waktu relatif singkat polisi telah berhasil 
mengungkap para pelaku dan koordinatornya! Ada tertangkap hidup, mati 
tertembak, sebagian lagi buron dengan identitas sudah diketahui!"

      "Dibanding serangan teroris ke WTC 11-9-2001 di AS, keberhasilan Polri 
mengungkap sekaligus meringkus sejumlah orang terkait jaringan teroris bom Mega 
Kuningan relatif lebih baik!" sambut Amir. "Tapi kenapa ada gerakan yang 
meragukan kemampuan Polri dalam memerangi terorisme! Misalnya, di televisi ada 
yang membandingkan sergapan polisi terhadap Ibrohim di rumah Muhjari, 
Temanggung, berlangsung 17 jam, dengan sergapan ABRI terhadap teroris pesawat 
Woyla di Don Muang, yang hanya tiga menit!"

      "Penyergapan Polri terhadap teroris di Jatiasih, Bekasi, juga tak lebih 
dari tiga menit!" timpal Umar. "Masalahnya, kalau tak ada udang di balik batu, 
tak akan tempua bersarang rendah! Jika dasar menilai lemah kemampuan Polri 
dengan bukti Densus 88 kecolongan hingga terjadi bom Mega Kuningan, di zaman 
Orde Baru juga intel ABRI sering kecolongan bom Komando Jihad!"

      "Dibanding kondisi ketegangan masyarakat ekses dari kecamuk gerakan intel 
ABRI (sekarang TNI) era berburu Komando Jihad, kondisi masyarakat dalam masa 
Densus 88 Polri berburu teroris dewasa ini relatif jauh lebih tenteram! Rakyat 
tak mencemaskan ekses sepak terjang intel seperti masa lampau itu!" tegas Amir. 
"Bahkan saat-saat menjelang pemilu, masa lalu itu rakyat tercekam ketakutan 
untuk mengeluh saja pun, apalagi protes atau demo, karena bisa kena tuduhan 
subversif--ditahan tanpa dasar hukum dan batas waktu! Jadi, kondisi yang sudah 
amat baik bagi warga itu, selayaknya dijaga dan dipertahankan, untuk tidak 
diobrak oleh gerakan intel-intelan yang cuma menebar rasa takut pada rakyat, 
lebih menakutkan dari terorisme itu sendiri!"

      "Tepatnya, segala bentuk udang di balik batu lewat usaha meragukan 
kapasitas kemampuan Polri memerangi teroris, agar dipertimbangkan kembali demi 
menjaga rasa tenteram masyarakat yang kondusif dewasa ini!" sambut Umar. 
"Sebaliknya, kapasitas kemampuan Polri dalam hal ini diupayakan untuk terus 
ditingkatkan, terutama dana operasi dan peralatannya!"

      "Meski di sisi lain, kepada jajaran Polri juga perlu diingatkan untuk 
lebih keras berusaha melindungi rakyat dari segala jenis gangguan keamanan!" 
tegas Amir. "Dalam kondisi warga yang tata tentrem, gerak teroris lebih mudah 
terlihat!" n
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke