http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009082501361316


Buat Apa Memelihara Teroris?

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "KAKEK, Opsus (Operasi Khusus) yang dipimpin Ali Murtopo di zaman Orde 
Baru lewat Pitut Suharto membentuk dan memelihara kelompok teroris Komando 
Jihad!" (Buras, [24-8]) ujar cucu. "Apakah teroris peliharaan Opsus itu 
melakukan serangan dengan bom seperti teroris sekarang?"

      "Keahlian membuat bom juga ada pada teroris Komando Jihad, yang berporos 
sisa-sisa DI/TII--Darul Islam/Tentara Islam Indonesia!" jawab kakek. "Serangan 
berseri Komando Jihad terjadi 1976, pengeboman acara Isra Mikraj di Lapangan 
Simarito Pematang Siantar, Nite Club Apollo Medan, dan Gereja Percut Sei Tuan, 
Deli Serdang!"

      "Kalau terorisnya terbukti melakukan serangan mengorbankan rakyat dan 
keamanan negara, buat apa memelihara teroris?" tanya cucu.

      "Disimak dari situasi masa itu, pemeliharaan teroris itu untuk memperkuat 
kekuasaan rezim Orde Baru, lewat memperlemah kelompok-kelompok Islam yang 
kritis!" jawab kakek. "Komando Jihad digunakan untuk labelisasi, stigma, setiap 
ada tokoh atau kelompok yang kritis terhadap pemerintah, label Komando Jihad 
bisa dijadikan alat membungkamnya! Khotbah para khatib di masjid saat salat 
jumat atau id, diintai oleh intel, kalau ada yang mengkritik pemerintah, 
dipanggil ke koramil atau kodim. Begitu pula dakwah para ulama di majelis 
taklim atau tablig, diintai intel mencari kesalahan ucapan juru dakwah!"

      "Ngeri banget!" sela cucu. "Kebebasan beragama dan kebebasan mimbar tak 
ada lagi!"

      "Tapi kenyataan itu betul-betul terjadi di zaman Orde Baru!" tegas kakek. 
"Komando Jihad, teroris buatan penguasa itu, dijadikan alat membungkam tokoh 
dan ulama yang mengeritik pemerintah!"

      "Motivasinya apa penguasa Orde Baru melakukan pelemahan terhadap 
gerakan-gerakan umat Islam melalui Komando Jihad itu?" tanya cucu.

      "Untuk melanggengkan kekuasaan!" tegas kakek. "Diawali fusi partai-partai 
Islam, NU, Parmusi, PSII, dan Perti dipaksa gabung jadi PPP, lalu penerapan 
asas tunggal Pancasila hingga ada ormas berasas Islam membekukan diri! Dakwah 
dan khotbah diawasi!"

      "Kalau Jumat lalu Kadiv Humas Polri menyatakan dakwah akan diawasi untuk 
mencegah terorisme, bisa kembali ke zaman Orde Baru!" tukas cucu.

      "Pernyataan Kadiv Humas itu dibantah Kapolri tadi malam! Ditegaskan, 
tidak ada niat polisi untuk itu!" tegas kakek. "Cuma, di sisi lain, dalam 
pidato resmi Presiden menegaskan akan mengerahkan TNI untuk membasmi terorisme! 
Bagaimana ekses pasukan dan intel-intel TNI merasuk ke kehidupan sehari-hari 
warga, baru bisa kita lihat kemudian!"

      "Berdasar pengalaman Komando Jihad, layak wanti-wanti atas penerjunan TNI 
membasmi teroris!" timpal cucu. "Jangan sampai gara-gara memburu hamster, tikus 
peliharaan salah satu anggota keluarga, seisi rumah diacak-acak!"
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke