http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009121401094917
Senin, 14 Desember 2009
BURAS
Polemik Century Gate, Bau Durian!
H. Bambang Eka Wijaya
DAGANG durian, Temin kesulitan mendapatkan dagangan! Durian di tengkulak
hasil unduhan, bukan jatuhan! "Pembeli memilih durian dengan mencium! Bau
durian unduhan tak seharum jatuhan!" ujar Temin. "Durian unduhan tak laku!"
"Gampang mengatasi penciuman pembeli!" timpal tengkulak. "Ambil durian
jatuhan, isinya yang harum masukkan ke ember berisi air, lalu aduk! Airnya
cipratkan ke kulit semua durian unduhan, harum durian jatuhan melekat di semua
durian! Baunya cukup menyengat dalam mobil ber-AC!"
"Jadi mengalihkan bau durian jatuhan ke kulit durian unduhan? Tidak ada
pedagang durian mau melakukan itu!" entak Temin. "Kasihan pembeli, sampai rumah
dibuka duriannya mentah! Masak dagang durian saja harus seperti elite politik
di DPR, melakukan polemik pengalihan perhatian hingga penanganan Century Gate
melebar dan rakyat tidak fokus lagi pada inti masalah!"
"Itu namanya trik! Dagang juga seperti politik, harus pintar trik!"
timpal tengkulak. "Hasil trik lebih besar dari yang lurus-lurus saja! Contohnya
durian unduhan ini harga kulaknya lebih murah dari jatuhan, dengan trik bisa
kau jual seharga durian jatuhan! Untungmu jadi lebih besar!"
"Tapi trik itu menurut kamus berarti tipuan!" tegas Temin. "Jadi, baik
dagang maupun berpolitik sebaiknya hindari penggunaan trik!"
"Ah, pesulap bekerja dengan trik!" ujar tengkulak. "Tapi tak ada yang
merasa dirugikan!"
"Jelas berbeda pesulap dengan pedagang, apalagi politisi yang menjalankan
amanah rakyat!" tegas Temin. "Kalau politisi memakai trik, mengalihkan
perhatian dari inti masalah dengan polemik, waktunya habis untuk polemik! Inti
masalah cuma kebagian sisa waktu, yang mentah jadi layu! Akibat trik-trik pula
sepanjang sejarah hak angket DPR selalu layu, tak pernah tuntas!"
"Maunya tuntas seperti apa?" timpal tengkulak.
"Tuntas tas-tas-tas!" tegas Temin. "Tas pertama, tuntas menyingkap
penyimpangan kebijakan, untuk bank kecil di-bailout sampai Rp6,7 triliun! Jika
bailout untuk mencukupi modal sendiri (CAR) 10 persen, berarti harus dibuktikan
pernah ada dana pihak ketiga parkir di bank itu sebesar Rp67 triliun! Tas
kedua, kejelasan aliran dana yang oleh BPK disebut tidak berdasar hukum sebesar
Rp2,8 triliun lebih! Tas ketiga, harus jelas hirarki tanggung jawab pengambilan
keputusan bailout, termasuk jalur hirarki siapa bertanggung jawab ke siapa
semua yang hadir pada rapat KSSK untuk bailout! Misal, Marsilam hadir atas nama
lembaga apa yang bertanggung jawab pada siapa! Hirarki kepada siapa dia
bertanggung jawab itulah, pihak yang harus bertanggung jawab!"
"Harapan itu terlalu jauh, tak bisa tuntas!" entak tengkulak. "Apalagi
jika trik untuk semua itu sudah siap di balik polemik yang sok seru itu! Jadi,
bukan tas-tas-tas, tapi trick and trick!--cara untuk mendapatkan permen--saat
Halloween!" n
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
