http://www.kaltengpos.com/berita/index.asp?Berita=fokus&id=49529
Jumat, 15 Januari 2010 Waspada, Jangan Terpancing Isu SARA PALANGKA RAYA - Masyarakat Kalteng diminta waspada dan jangan terpancing dengan isu-isu berbau SARA (suku, agama, Ras dan antar golongan). Termasuk mulai beredarnya pesan singkat melalui ponsel (short message service/SMS) yang menyinggung soal agama. "Jangan terpancing ulah oknum tertentu yang memanfaatkan momen menjelang pemilihan kepala daerah untuk meresahkan masyarakat," kata Kepala Kesatuan Kebangsaan, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Provinsi Kalteng Drs H Saidina Aliansyah MSi. Menjelang Pemilu Kepala Daerah (Pemilu Kada) pada Juni mendatang akan bermunculan beragam dinamika aspirasi politik. Namun apapun informasi itu ia mengajak seluruh masyarakat bersikap arif dan bijaksana. Jangan berpikir sempit, tapi makin waspada. Ia juga mengingatkan agar pegawai negeri sipil (PNS) tetap menjaga netralitas dan tak terlibat politik praktis. Ini Sesuai PP 30 tahun 1980 tentang Displin PNS. "Siapa pun yang menang adalah pemimpin terbaik yang bisa mengayomi dan membawa keswejahteraan bagia masyarakat Kalteng," tegasnya. Untuk mengantisipasi gejolak yang mungkin timbul, dan kemungkinan pemanfaatan organisasi kemasyarakat (ormas), Saidina mengaku sudah mengajukan surat ke Gubernur Kalteng agar kesbangpol dan linmas di seluruh kabupaten/kota menertibkan ormas/lembaga swadaya masyarakat (LSM)/paguyuban/yayasan di wilayahnya masing-masing. Menurutnya, dalam rentang waktu 3 tahun ini terjadi penurunan jumlah ormas yang terdaftar. Dikhawatirkan, ormas-ormas yang sudah tak aktif malah dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab dan mengatasnamakan organisasi tersebut untuk kepentingan pribadi. Dijelaskannya, tahun 2008 ada 407 ormas/LSM/paguyuban/yayasan yang terdaftar. Tahun 2009 hanya tinggal 94. Lalu setelah diverifikasi per tanggal 13 januari hanya tinggal 83 ormas. (viv)
