http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=113965

[ Kamis, 28 Januari 2010 ] 

Popularitas SBY Turun, Demokrat Cemas 


JAKARTA -Kabar kurang menggembirakan bagi Presiden SBY. Dua lembaga survei 
melansir hasil yang sama-sama menunjukkan menurunnya popularitas presiden asal 
Partai Demokrat itu.

Survei oleh Indo Barometer dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan 
adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap SBY. Popularitas Wapres 
Boediono juga masih terpaut jauh di belakangnya.

''Bila ini linier dengan waktu, yakni kepuasan terhadap kinerja SBY terus 
menurun, pemerintahan jadi semakin tidak kredibel di mata rakyat,'' kata 
Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi di kantornya, Jalan Lembang Terusan, 
Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (27/1).

Turut hadir Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Hayono Isman, anggota 
DPR dari PDIP Ganjar Pranowo, anggota DPR dari Partai Golkar Jeffry Geovanie, 
serta Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.

Dua lembaga survei tersebut cukup kredibel. Bahkan, LSI yang melaporkan 
menurunnya kepuasan publik terhadap SBY merupakan lembaga riset yang selama ini 
sering digunakan kubu SBY. Misalnya, dalam pilpres lalu, SBY menggunakan LSI 
yang dipimpin Syaiful Mujani itu.

Dodi menjelaskan, tren publik yang mengaku puas atas kinerja SBY terus menurun 
dari 85 persen (Juli 2009) menjadi 75 persen (November 2009). Survei terbaru 
LSI pada Januari ini, lanjut dia, kembali menunjukkan adanya penurunan menjadi 
70 persen.

''Tampaknya, harapan besar masyarakat dalam bentuk dukungan besar terhadap SBY 
saat pemilu lalu masih belum terwujud,'' ujarnya. Seperti halnya SBY, kepuasan 
publik terhadap kinerja Boediono sangat rendah, hanya 51 persen.

Dodi menuturkan, LSI baru dua kali mengukur kepuasan publik terhadap kinerja 
Boediono sebagai Wapres, yakni pada November 2009 dan Januari 2010. Saat itu, 
hasilnya 49 persen. ''Jadi, kepuasan terhadap Boediono selama sekian bulan 
berjalannya pemerintahan ini masih tidak menunjukkan adanya tanda-tanda 
perubahan berarti,'' tegasnya.

Survei nasional LSI itu dilakukan pada 7-20 Januari dengan wawancara tatap muka 
langsung terhadap 2.900 responden. Diperkirakan, margin of error plus minus 2 
persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, Indo Barometer juga merilis hasil survei terbaru pada Januari ini. 
Hasilnya, tingkat kepuasan terhadap SBY merosot dari 90,4 persen (Agustus 2009) 
menjadi 74,5 persen (Januari 2010). Kinerja Boediono hanya dipersepsi positif 
39,9 persen.

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Hayono Isman menyatakan, dirinya 
waswas melihat tren penurunan kepuasan publik terhadap kinerja SBY itu. Menurut 
dia, hal itu bisa memberi sinyal negatif kepada publik jika dibiarkan terus 
menurun. ''Penurunan menjadi 70 persen dalam dua bulan ini signifikan, sehingga 
perlu dicermati.'' 

Dia juga miris melihat rendahnya kepuasan publik terhadap Boediono. Padahal, 
telah dilakukan penelitian mendalam saat penentuan Boediono sebagi cawapres. 
Mulai soal karakter sampai ambisi politiknya. Tapi, di luar dugaan, kepuasan 
publik sekarang sangat rendah.

''Dalam politik, orang baik saja ternyata tidak cukup. Dari segi karakter, 
Boediono nggak punya bakat jadi koruptor, tidak punya ambisi politik. Bahkan, 
beliau diminta SBY, tidak mengajukan diri. Beliau juga tidak punya kepentingan 
bisnis. Kasihan, orang yang sudah baik sampai terpeleset,'' bebernya. (pri/tof)

Kirim email ke