Refleksi: Dijamin banyak bendera partai politik akan berkibar dengan megah di tempat-tempat bencana, apabila bencana terjadi menjelang waktu pemilihan umum. Sehabis pemilihan umum tak perlu lagi bendera dikibarkan, karena tidak lagi perlu berpura-pura akan memperjuangkan kepentingan nasib rakyat yang ditimpa kemalangan, kesusahan serta kemiskinan tak terputus-putus.
http://www.sinarharapan.co.id/cetak-sinar/berita/read/tak-ada-lagi-bendera-parpol-di-lokasi-bencana/ Senin, 01 Maret 2010 12:06 Tak Ada Lagi Bendera Parpol di Lokasi Bencana Redaksi Yth, Saya teringat kasus musibah jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, tanggal 27 Maret 2009 dini hari. Sesaat setelah kejadian, berbagai macam bantuan mengalir deras bagi para korban. Kepedulian masyarakat ini tentu sangat membanggakan, karena masyarakat Indonesia saling membantu dalam kesusahan dan mempunyai solidaritas tinggi. Kepedulian tersebut terlihat dari maraknya bendera-bendera partai politik (parpol) yang ditancapkan di sekitar lokasi musibah. Tetapi sayangÂnya, ternyata sikap manusiawi itu hanya untuk meraih simpati masyarakat agar memilih parpol tersebut. Maklum, saat bencana itu terjadi Indonesia sedang menjelang menyelenggarakan Pemilihan Legistafif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Buktinya, jauh sebelum jebolnya tanggul Situ Gintung, bermacam-macam bencana juga melanda Tanah Air. Begitu juga setelah musibah Situ Gintung, bencana juga menimpa negeri ini. Yang terakhir, terjadi musibah longsor di Pasirjambu, Ciwidey, KabuÂpaten Bandung, Selasa, 23 Februari 2010, yang menimbun sedikitnya 65 orang. Tetapi bendera parpol apa yang tertancap di sekitar lokasi itu? Tentang perilaku para politisi kita, masyarakat memang sudah mahfum. Akan tetapi, kalau keterlaluan seperti ini, rasa-rasanya tidak bisa ditoleransi lagi. Betapa sulit menemukan politikus yang tidak mementingkan kantong dan kekuasaannya sendiri! RM Supratikno Jalan Pal Putih Jakarta.
<<4_17_8.gif>>
sig.jsp?pc=ZSzeb097&pp=GRfox000
Description: Binary data
