Jelas mereka akan ditumpas untuk membenarkan gambaran yang dilukiskan..
----- Original Message -----
From: muskitawati
To: [email protected]
Sent: Sunday, March 07, 2010 7:12 PM
Subject: CiKEAS> Re: Belum Ada Indikasi Teroris Lari ke Sumut
> "sunny" <am...@...> wrote:
> Refleksi : Jangan-jangan yang disebut
> "teroris" ini adalah organisasi ciptaan
> penguasa NKRI bermaksud untuk mengalihkan
> perhatian masyarakat, misalnya kasus Bank
> Century atau bertambah berat kehidupan
> masyarakat ke arah lain,
Bisa jadi "teroris" ini ciptaan penguasa, tetapi bukan berarti mentang2
ciptaan penguasa kemudian harus didiamkan!!! Tetap harus ditumpas, karena
meskipun "teroris" ini ciptaan penguasa, tetap saja pelakunya adalah terorist
sesungguhnya. Penguasa itu khan cuma memanfaatkan saja dengan misalnya memberi
dana dari jalan belakang melalui intel2nya.
Meskipun memang ciptaan penguasa, tetapi para teroris itu sendiri tidak boleh
tahu, dan juga polisi yang memeranginya juga tidak boleh tahu karena tindakan
membantu "terorist" itu merupakan operasi intelejens yang bertujuan mengalihkan
perhatian masyarakat itu sendiri.
Jadi meskipun ciptaan pemerintah, tapi kalo polisi yang memeranginya kemudian
jatuh korban, maka pihak polisi yang jadi korbannya tentu bisa menuntut
pemerintah dan membocorkan kasus ini ke media sehingga menjadi kemelut politik
baru bagi pemerintah yang serius dan bisa melibatkan lembaga2 Internasional
seperti lembaga HAM, dan ancaman embargo ekonomi akan makin kuat.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
> pada pihak lain kekayaan para pentinggi negara membengkak[Lihat situs Bali
Post
http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=33&id=31315.]
>
> Rezim penguasa bukan asja kaya harta, tetapi juga kaya raya dengan akal
bulus bunglon, jadi macam-macam kejadian bisa mereka ciptakan untuk mengelabui
pendaat umum.
>
>
>
>
http://nasional.kompas.com/read/2010/03/07/18144792/Belum.Ada.Indikasi.Teroris.Lari.ke.Sumut
>
>
> Belum Ada Indikasi Teroris Lari ke Sumut
> Minggu, 7 Maret 2010 | 18:14 WIB
>
>
>
> SERAMBI/M ANSHAR
> Pengepungan Kelompok Teroris di Aceh Pasukan Brimob kembali usai melakukan
pengepungan kelompok teroris di Desa Lamkabeue, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar,
Sabtu, (6/5/2010). Dalam sepekan terakhir, operasi pengepungan dan kontak
tembak telah mengakibatkan lima anggota polisi gugur, dua anggota jaringan
teroris tewas dan 14 lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup.
> - Polda Sumatera Utara belum menemukan indikasi larinya tersangka teroris
dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ke daerah itu. "Belum ada indikasi ke arah
itu," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Baharudin Djafar ketika
dihubungi di Medan, Minggu (7/3/2010).
> Namun, kata Baharudin, Polda Sumut terus melakukan berbagai upaya agar
kemungkinan larinya tersangka teroris di NAD ke Sumut dapat diketahui. Polda
Sumut menambah personel, memperketat dan meningkatkan pengawasan di
daerah-daerah yang berbatasan dengan NAD.
>
> Selain itu, Polda Sumut juga memantau jalur-jalur transportasi lain yang
mungkin dipergunakan tersangka teroris itu seperti perairan. Untuk itu,
pihaknya mengintensifkan razia di laut seperti perairan Langsa yang berbatasan
langsung dengan Sumut. "Demikian juga dengan (pemantauan) jalan-jalan tembus di
perbatasan. Semua itu sudah dilakukan," katanya.
>
> Meski demikian, kata Baharudin, pihaknya tetap mengharapkan partisipasi
masyarakat untuk menjaga lingkungannya masing-masing guna menghindari
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Ia mengingatkan wajib lapor bagi
warga luar yang berkunjung ke suatu daerah. "Partisipasi warga juga sangat
diperlukan," katanya.
>
> Tim gabungan dari Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Kepolisian Aceh
menangkap sejumlah orang yang diduga memiliki kaitan dengan terorisme di
Pegunungan Jalin, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar sejak 20 Februari
2010.
>
> Polisi juga menyita barang bukti berupa empat senjata api laras panjang, 24
magasin dan satu granat asap selain berbagai atribut seperti seragam rompi
militer serta sejumlah dokumen.
>
> Usai mengikuti rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan bersama
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Jumat (5/3), Kapolri Jenderal
Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan pihaknya masih mengejar sedikitnya 30
orang yang diduga teribat dalam gerakan terorisme di NAD.
>
> TERKAIT:
> a.. Polisi Terus Gempur Teroris di Aceh
> b.. Anak Seribu Pulau Itu Akhirnya Berpulang...
> c.. Teroris Tidak Ada di Pondok Pesantren di Aceh
> d.. Pengepungan Teroris di Aceh Besar Berlanjut
> e.. Polisi Buru 30-an Orang Diduga Teroris Aceh
> MEDAN, KOMPAS.com
>
=======
Wiadomosc przeskanowana przez Spyware Doctor - nie znaleziono wirusów ani
spyware.
(Email Guard: 7.0.0.18, baza wirusów/spyware: 6.14500)
http://www.pctools.com
=======