Israel Settlement Buka Lapangan Kerja Bagi Arab Palestine
Jerusalem Timur sekarang sudah resmi menjadi wilayah Israel yang syah yang
berhasil direbutnya dulu dari Jordania sewaktu Israel dikeroyok oleh 10 negara2
Arab ditahun 1967.
Yerusalem Timur dulunya juga seperti Gaza, Westbank, Sinai dan Lembah Sheba
yang dulunya merupakan wilayah Mesir, Libanon, Syria, dan Yordania, berhasil
direbut Israel dalam perang 6 hari yang berat sebelah.
Hukum perang dari zaman dulu kala tetap sama, siapa yang kalah perang selalu
kehilangan wilayah dan sejarah juga membuktikan bahwa orang Yahudi pernah
terpaksa keluar dari tanah airnya sewaktu kerajaan2 Islam berhasil merebut
wilayahnya.
Dulu tanah itu milik Yahudi, kemudian kalah perang direbut Islam, dan kemudian
dizaman modern ini orang2 Yahudi kembali berhasi merebut dan membebaskan tanah
airnya dari penjajahan Islam.
Begitulah, tanah diwilayah Timur Tengah ini sudah ber-abad2 diduduki oleh
berbagai macam agama yang silih berganti. Namun dizaman modern ini, kedudukan
sebuah negara hanyalah penyelenggara hukum bukan lagi milik raja2 seperti
dizaman dulu. Oleh karena itu salah satunya yang diawasi negara adalah
pemilikan tanah. Setiap orang boleh beli tanah dan tanah itu menjadi miliknya
berdasarkan surat2 tanah sebagai buktinya.
Oleh karena itulah, sekali anda memiliki tanah maka buktinya adalah surat tanah
bukan agama yang anda anut yang dijadikan bukti bahwa tanah tsb milik anda.
Untuk maksud itulah, Yerusalem sekarang dikembangkan pemerintah Israel untuk
membangun pemukiman yang nantinya dijual kepada pembelinya.
Tapi ada sekelompok kecil keturunan Arab masih menganggap wilayah Yerusalem
Timur adalah wilayah Arab sehingga pemerintah Israel tidak boleh membangun
perumahan disana. Tentu saja tuntutan seperti ini muskil dan mustahil karena
pemerintahan Israel adalah pemerintahan demokratis yang berkuasa atas negeri
ini, apalagi negeri ini bukanlah negeri Arab.
Sama halnya, wilayah Glodok itu meskipun banyak orang Cinanya tetapi tidak bisa
dianggap sebagai wilayah Cina. Demikianlah permasalahan Yerusalem tidak bisa
siapapun ikut campur karena wilayah tsb sudah menjadi wilayah Israel yang tidak
bisa diperbantahkan lagi.
Tetapi masih saja ada kelompok2 muslim dari Arab masih ber-kaok2 meminta
bantuan UN padahal UN bukanlah institusi negara ataupun kekuatan yang bisa
dimintai bantuannya untuk menyerbu kenegara anggautanya.
Seperti yang sudah saya katakan diatas, bahwa wilayah Yerusalem resmi menjadi
wilayah Israel atas dasar keberhasilan Israel merebut wilayah ini karena
sebelumnya wilayah ini dijadikan pangkalan untuk menyerang Israel ditahun 1967.
Siapa yang menyerang dia akan kehilangan. Kalah perang dipaksa menandatangani
perjanjian dan perjanjian itulah pengesahan wilayah2 yang sekarang menjadi
wilayah Israel.
Tidak ada satupun negara didunia sekarang ini yang bisa menemukan argument yang
bisa menyalahkan Israel dalam mempertahankan setiap jengkal tanah airnya.
Adanya orang Arab di Israel bukan berarti Israel miliknya orang Arab, sama
halnya, adanya orang Cina di Indonesia bukan berarti Indonesia miliknya orang
Cina..... gampang dan sederhana sekali untuk menjelaskannya maupun
memahaminya. Oleh karena itu kita tidak bisa memaksakan hal2 yang tidak ada
dasar2 yang bisa dijadikan landasan.
Pembangunan pemukiman di Yerusalem sangat menguntungkan semua pihak, bahkan
orang2 Arab yang pengangguran bisa mendapatkan pekerjaan dalam konstruksi
bangunan ini. Sekitar 20 ribu hingga 30 ribu orang2 Arab bisa dipekerjakan
dalam pembangunan pemukiman disini. Namun nasib orang2 Arab disini selalu
diganggu dengan teror2 dari orang2 Arab sendiri diluar Israel, mereka seperti
Hamas dan Abbas sama2 memerintahkan agar para buruh Arab di Israel melakukan
mogok kerja agar pembangunan konstruksi perumahan bisa disabotase. Perintah
ini sudah lama dilakukan dan terus di-ulang2 baik oleh Abbas maupun oleh Hamas
padahal pembangunan itu dilakukan diwilayah Israel bukan diwilayah mereka yang
memerintahkan untuk mogok.
Tetapi kenyataannya tidaklah berguna, orang2 Arab yang bekerja di Israel
termasuk di Yerusalem tetap saja terus bekerja karena kehilangan pekerjaan itu
akan susah memperolehnya lagi karena lapangan kerja sekarang penuh persaingan.
http://www.jpost.com/MiddleEast/Article.aspx?id=170410
Dari berita ini bisa kita menilainya sendiri, pemimpin2 Arab muslim ini betul2
kehilangan otaknya, mereka tidak mampu membuka lapangan kerja dinegerinya
sendiri malah memerintahkan mogok kerja mereka yang berada dinteri orang lain.
Jutaan orang2 Arab Palestina yang tinggal di Gaza dan Westbank menikmati
kiriman uang dari pekerja2 Arab di Israel ini. Lalu bagaimana bisa memaksa
mereka untuk solidaritas keluar dari pekerjaannya ???? Satu keluar akan banyak
yang melamar untuk mengisi jadi gantinya. Laaaa.... ini perintah solidaritas
yang konyol sama sekali goblok tidak ada pemikiran sama sekali malah
menimbulkan antipati dari para pekerja itu sendiri pada akhirnya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.