Moderator, maaf numpang posting...
Kursus Narasi - Pantau
Angkatan IX
Mei – September 2010
KURSUS
ini dirancang untuk orang yang ingin belajar menulis panjang, memikat
sekaligus mendalam. Ia juga diperuntukkan bagi mereka yang berminat
menulis esai atau narasi.
Ia mengedepankan dasar-dasar etika
jurnalisme serta belajar memahami mekanisme verifikasi, teknik
wawancara, riset, menganalisis struktur bacaan, bahasa, penelusuran
data serta editing. Ia menjadi landasan penting dalam belajar menulis
yang baik, mulai tulisan feature hingga narasi.
Pantau mulai menawarkan pengajaran genre ini pada media tahun 2001, setiap
semester
sekali, selama dua minggu. Total, Pantau sudah mengadakan 16 kali kursus ini.
Pada 2006, Pantau mulai membuka paket empat bulan (lima bulan bila terpotong
hari libur nasional). Kursus ini berlangsung di Jakarta,
mulai setiap Mei dan November. Pantau telah menyelenggarakan enam kali
kursus dengan total peserta 108 orang. Kursus juga terkadang diadakan
di luar Jakarta berdasarkan permintaan. Di Jakarta, kursus ini diikuti
berbagai kalangan. Baik itu aktivis, pengacara, dokter, dosen,
mahasiswa, arsitek, pekerja pertambangan, NGO dan lain-lain.
Harapannya, merangsang peserta membuat tulisan yang dalam, memikat dan
analitis, enak dibaca dan mengalir. Cerita yang analitis dibutuhkan
masyarakat untuk mengambil sikap terhadap pokok masalah.
Kursus
diadakan sebanyak 18 sesi dengan frekuensi pertemuan mingguan, setiap
Rabu malam pukul 19.00-21.00. Ini sengaja dibuat agar peserta punya
waktu mengendapkan materi belajar, membaca dan mengerjakan tugas.
Kelas ditekankan pada banyak latihan. Kelas ini juga akan membicarakan
karya-karya klasik nonfiksi Joseph Mitchell, Truman Capote, John
Hersey, Gay Talese dan Ryszard Kapuscinski serta Pham Xuan An dari Saigon.
Tugas akhir setiap peserta menulis sebuah narasi sekitar 5.000 kata.
Kursus ini juga telah menghadirkan banyak tokoh penulis sebagai pembicara tamu.
Mereka adalah Arief Budiman,
Bre Redana, Daoed Joesoef, Donald K Emmerson, Fadjroel Rahman, Jean
Jacques Kusni, Julia Suryakusuma, Putu Oka Sukanta, Riri Riza, Samuel
Mulia, Martin Aleida, Arswendo Atmowiloto, Ayu Utami dan Maria
Hartiningsih.
INSTRUKTUR
Andreas
Harsono -- Wartawan Jakarta, anggota International Consortium of
Investigative Journalists. Pada 1999 mendapatkan Nieman Fellowship di
Universitas Harvard. Menyunting buku "Jurnalisme Sastrawi: Antologi
Liputan Mendalam dan Memikat." Kini menyelesaikan buku "From Sabang to
Merauke: Debunking the Myth of Indonesian Nationalism," yang membahas
hubungan media dengan kekerasan etnik, agama dan nasionalisme di
Indonesia dan Timor Lorosae.
Budi Setiyono -- wartawan Jakarta , pernah bekerja untuk Suara Merdeka
(Semarang ) dan majalah Pantau ( Jakarta ). Dia co-editor buku "Revolusi
Belum Selesai" yang berisi kumpulan pidato politik Presiden Soekarno
serta "Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat."
Kini menyelesaikan buku soal penyair A.S. Dharta dari Lembaga
Kebudayaan Rakyat.
INSTRUKTUR TAMU
Fira Basuki – Pemimpin Redaksi Cosmoplitan Indonesia. Ia menulis sebuah novel
trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap. Fira juga menjadi kontributor pada
beberapa media asing
seperti Sunflower, Collegio, dan Morning Sun yang semuanya di Kansas Amerika
Serikat, dan pernah menjadi produser serta presenter pada Radio Singapura
International. Fira juga salah seorang pengasuh redaktur majalah BAZAAR.
Sitok Srengenge -- Seorang sastrawan dan Seniman Teater, seorang dari 20
exceptional peoples di Asia yang dinobatkan majalah Asiaweek sebagai
Leaders for the Millennium in Society & Culture. Selain aktif
bermain teater, Sitok juga pernah menjadi dosen Institut Kesenian
Jakarta (IKJ), pendiri komunitas Gorong-gorong Budaya, pendiri Teater Matahari
dan salah satu pendiri Komunitas Utan Kayu, serta mengelola penerbitan KATAKI.
Sebagai penyair, ia sudah menerbitkan empat buku puisi
Kelenjar Bekisar Jantan, Persetubuhan Liar, Anak Jadah, Nonsens, Ambrosia,
Nonsens, serta satu novel Menggarami Burung Terbang.
SYARAT DAN BIAYA
Peserta
bisa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, minat atau profesi.
Kursus ini banyak diikuti oleh kalangan aktivis, wartawan, dokter,
pengacara, mahasiswa, dosen, peneliti, manajer dan sebagainya. Biaya
kursus 4 juta rupiah dan bisa diangsur selama kursus.
PESERTA
Peserta
dibatasi 18 orang untuk memudahkan lalu-lintas ide dalam kelas. Peserta
diharapkan mengirim biodata dan contoh tulisan agar instruktur bisa
mengenal background dan kebutuhan masing-masing peserta. Peserta juga
diminta mengerjakan tugas membaca, latihan meliput, serta menulis
pekerjaan rumah.
Informasi hubungi:
Siti Nurrofiqoh
Program Officer
P a n t a u
Jl. Raya Kebayoran Lama
No 18 CD Jakarta Selatan 12220
Telp/Fax. 021 722-1031/021- 7221055
Website. www.pantau.or. id
Mobile. 0813 82 460 455 – 0817 644 8477
Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo!
Answers! http://id.answers.yahoo.com