Oom Willem Astra Ini Pelopor Sogok Menyogok
Salah kaprah kalo menganggap Oom Willem ini adalah penegak etika bisnis, justru
dialah pelopor dunia sogok menyogok pejabat dizaman Bung Karno yang
pengalamannya ini berkembang dizaman Suharto.
Bisnisnya di Amerika dan Belanda gagal, investasinya ludes, itulah kemudian
mengakibatkan Astra mengalami krisis dan saham2nya dijual dan akhirnya si
Willem ini boleh dikatakan bangkrut ketendang keluar dari Astra yang dia bangun
dulu. Dia bukanlah contoh seorang pengusaha teladan, apalagi mau dianggap
sebagai pengusaha berhasil.
Oom Willem ini waktu memulai bisnisnya adalah mencari order kontrak kerja dari
departement PU, dan juga import mobil2 truk untuk kepentingan pemerintah RI
dizaman bung Karno.
Jadi, Oom Willem ini belajar bisnisnya dari zaman Jepang yaitu ilmu sogok
menyogok pejabat. Sama saja, para pejabat Jepang di Indonesia dulunya juga
Sangat korup, lebih korup daripada pejabat2 Belanda yang juga korup.
Naaah.... setelah Indonesia Merdeka, Oom willem inilah sebagai pelopor atau
termasuk pengusaha pertama yang sukses menyogok pejabat2 PU dizaman bung Karno.
Setelah bung Karno jatuh, Oom Willem meneruskan pengalaman suksesnya dalam
dunia sogok menyogok ini dibawah rezim Suharto yang lebih korup lagi.
Jadi entah, gimana bisa kita menempatkan Oom Willem ini sebagai teladan etika
bisnis di Indoesia, mungkin maksudnya etika bisnis sogok menyogok ini yang
sekarang malah menjadi budaya dan tradisi generasi penerus.
Memang saya mengakui bahwa Oom Willem adalah pengusaha yang sukses tapi beliau
bukanlah seorang penegak etika bisnis, lebih cocok dia dikenal sebagai salah
satu pengusaha yang menjadi raja pelanggar etika bisnis yang tidak bisa
dijadikan teladan seperti pengusaha2 sukses di Amerika ini.
Ternyata Oom Willem pernah menginvestasikan dananya untuk membuka usahanya di
Amerika ini, tapi terjata gagal, dana investasinya ludes, dan ada kabar angin
yang mengatakan ludesnya investasi beliau diakibatkan oleh perbuatan anaknya
yang bernama Edward yang keranjingan judi di Las Vegas.
Maklum ya.... bisnis di Amerika murni persaingan yang enggak bisa sogok2an,
mana bisa bersaing kalo selama dikandang sendiri cuma punya pengalaman sogok
pejabat sehingga tidak punya pengalaman bersaing karena kebiasaan monopoli
sehingga bisa ngeruk keuntungan berlipat yang bisa bagi2 kepada para pejabat
yang korup ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati.