> "Y. Adam Prasetyo" <yad...@...> wrote: > kamu berani buktikan kata-kata kamu ? > ini jelas... kamu memfitnah > kamu menjelekkan orang > dan kamu harus buktikan ini... > jika kamu benar. tidak asal bicara. > buktimu apa? >
Lhoo.... yang tukang fitnah itu kamu, semua orang juga tahu kalo William itu pelanggar etika bisnis. Coba kamu tanya para pelaku bisnis mobil dimasa tahun2 1968 an, si William Modal dengkul dengan memanfaatkan jendral2 membujuk Toyota agar diberi license membuka assembling Toyota di Indonesia. Caranya, import mobil dilarang, semua yang mau beli mobil disuruh indent dulu selama 3-5 tahun, uang para pembeli dikumpulkan selama 3-5 tahun itu dibungakan, kemudian dengan modal itu dia dirikan PT Gaya Motor, PT Honda, dan Toyota Astra Motor. Knockdown Mobil2 Corolla diimport dan diassembling di Gaya Motor dan di Astra Motor. Kemudian ribuan Corolla dan jenis toyota lain seperti Crown dll diserahkan kepada mereka yang indent. Barulah setelah berhasi membangun assembling mobil diatas, dia jual mobil dengan cash enggak lagi indent karena sudah punya stock dari modal para pembeli indent itu. Itu cara kotor bung, itu melanggar etika bisnis, memang berhasil untuk ribuan kali lipat hanya dengan modal dengkul dengan backing jenderal2. Semua orang juga bisa kaya kalo pake cara begitu, itu enggak halal. Lebih kurang ajar lagi si William itu membeli knockdown Toyota itu dengan kualitas yang lebih rendah enggak sama dari yang ada di Jepang. Hal ini gampang dibuktikan, ternyata timbangan berat dari mobil Corolla yang dijual oleh Astra itu lebih ringan separohnya dari yang tercantum dalam bookletnya, padahal harganya justru lebih mahal daripada yang dijual di luar negeri. Kemudian, mobil Toyota Hardtopnya karena enggak laku karena harganya kelewat mahal, akhirnya diminta tolong pak harto agar mobil2 yang enggak laku itu dibeli oleh SekNeg, langsung saja mobil Hardtop yang jumlahnya sekitar 5000-an itu habis diborong pemerintah dengan uang negara. Ini bukan berita kentut tapi kenyataan yang semua orang tahu karena membuat pasaran Mobil jadi mahal sekali dengan cara2 monopoli yang kotor itu. Ny. Muslim binti Muskitawati.
