Refleksi : Hemat saya, penduduk setempat mempunyai nama terhadap pulau-pulau tsb, cuma saja tidak dicatat oleh penguasa dan oleh karena itu diberi nama baru sesuai selera penguasa, mudah-mudahan nama baru terkait bahasa setempat, tidak seperti ada gunung dikasi nama puncak Suharto
http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=16067 500 Pulau di NTT Belum Diberi Nama [KUPANG] Sekitar 500 dari total 1.192 pulau dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), belum diberi nama oleh pemerintah daerah setempat. Pulau-pulau itu adalah pulau-pulau kecil yang tidak berpenghuni. Padahal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberi batas waktu bagi Indonesia untuk memberi nama pulau-pulau yang belum bernama hingga Desember 2010. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTT Wayan Darmawa kepada SP di Kupang,Kamis (8/4) pagi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) se-NTT, diharapkan segera melaporkan nama-nama pulau yang ada sesuai jadwal waktu yang ditetapkan PBB. Dikatakan, tanpa peran aktif Pemkab, kegiatan pemberian nama pulau-pulau tidak berpenghuni yang ada dalam wilayah teritorialnya berjalan lamban. Sebab, pemberian nama pulau harus diusulkan dari tingkat pemerintah paling bawah, yakni pemerintah desa dan selanjutnya ke kabupaten. Gubernur Frans Lebu Raya tinggal melanjutkan usulan itu ke pemerintah pusat. Menurut Wayan, sejak tahun 2008 lalu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya telah menerbitkan edaran bagi para bupati agar melakukan pendataan pulau-pulau di wilayah teritorialnya. Sayangnya, hasil pendataan pulau-pulau tidak bernama belum seperti yang diharapkan. Timbul Tenggelam Wakil Bupati Sikka Wera Damianus yang dihubungi per telepon di Maumere mengatakan, seluruh pulau-pulau yang ada dalam wilayah Kabupaten Sikka telah didata, termasuk pulau-pulau kecil yang timbul ketika laut surut dan hilang saat laut pasang dan sudah dilaporkan ke Gubernur NTT. Di salah satu pulau itu telah dibangun mercusuar. Dikatakan, pulau-pulau kecil yang berpenghuni maupun tidak berpenghuni, diberi nama lokal oleh penduduk penghuni pulau sejak turun-temurun. Termasuk pulau-pulau yang timbul tenggelam itu. Sehingga tidak menyulitkan dalam pendataan kembali pulau-pulau di daerah ini. Hasil pendataan itu dikukuhkan lewat Keputusan Bupati Sikka, sebelum diteruskan kepada Gubernur NTT. Bupati Timor Tengah Utara Gabrial Manek secara terpisah mengatakan, wilayahnya memang berbatasan dengan laut. Namun, di sepanjang garis pantai yang berbatasan langsung dengan wilayah enklave Timor Leste di Distrik Oecusse, maupun dengan Kabupaten Belu, tidak terdapat pulau kecil seperti di daerah lainnya. [120]
