http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/kongres-pdi-perjuangan-berakhir-sehari-lebih-cepat/
Kamis 08. of April 2010 15:09
KONGRES PDI PERJUANGAN BERAKHIR SEHARI LEBIH CEPAT
Sanur, Bali, Penyelenggaraan Kongres ke-3 PDI Perjuangan yang semula
dijadwalkan 6 hingga 9 April, dipastikan berakhir lebih cepat sehari karena
pemilihan ketua umum partai itu untuk periode 2010-2015 berlangsung mulus,
Kamis siang.
"Semua agenda praktis sudah selesai dengan terpilihnya kembali Megawati
Soekarnoputri sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP PDI Perjuangan," kata Thio DB,
seorang aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) kepada ANTARA di Sanur,
Bali.
Padahal, menurutnya, jika ada satu saja pesaing untuk calon ketum, bisa saja
suasana kongres berlangsung sesuai jadwal semula.
Satu-satunya pesaing yang sempat muncul lima hari sebelum kongres, justru
datang dari kubu `trah Soekarno`, yakni Guruh Soekarnoputra (adik bungsu
Megawati Soekarnoputri).
Namun, pencalonan Guruh itu ternyata oleh sebagian elite di lingkaran kekuasaan
partai dianggap membahayakan `setting` memenangkan Megawati Soekarnoputri,
sehingga harus digagalkan.
Saat berita ini dilaporkan, sidang paripurna terakhir dengan agenda pelantikan
Megawati Soekarnoputri sebagai ketum, baru saja berakhir, dilanjutkan dengan
konferensi pers oleh pimpinan sidang.
Pelantikan itu sendiri berlangsung tepat pukul 14.30 Wita oleh Frans Lebu Raya,
atas nama pimpinan sidang.
Dengan rasa percaya diri yang tinggi, Megawati Soekarnoputri kemudian
mengucapkan janji untuk menegakkan panji-panji partai dalam pergerakan politik
berbasis ideologi Pancasila 1 Juni 1945 beserta ajaran-ajaran Bung Karno (NKRI,
Bhinneka Tunggal Ika serta amanat Tri Sakti).
Usai mengucapkan janji partai tersebut, selanjutnya pimpinan sidang menskor
sidang hingga pukul 16.00 Wita, untuk memberi kesempatan kepada Megawati
Seokarnoputri selaku formatur tunggal menyusun kepengurusan lengkap DPP PDI
Perjuangan periode 2010-2015.
Pemanggilan
Sementara itu, informasi yang diperoleh ANTARA, sebelum dan sesudah paripurna
pelantikan berlangsung, telah mulai terjadi proses pemanggilan atas sejumlah
kader partai oleh Megawati Soekarnoputri.
"Bisa saja ini proses audisi sebelum dilantik bersama sebagai pengurus DPP PDI
Perjuangan yang baru," ucap seorang sumber.
Beberapa kalangan mengharapkan Megawati Soekarnoputri bisa mengakomodasi lebih
dari 50 persen barisan muda guna memperkuat `kabinet`-nya untuk lima tahun ke
depan.
Mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yacobus Mayongpadang kepada
pers mengungkapkan, dirinya belum mendapat informasi tentang adanya kader yang
telah `dijaring` Mega, tetapi proses pemanggilan tentu dilakukan sebelum
pelantikan.
Sementara Andreas Pareira (juga mantan anggota Komisi I DPR RI periode
sebelumnya), mengutarakan hal yang sama, karena Megawati Soekarnoputri memang
telah diberi mandat penuh oleh kongres sebagai formatur tunggal.
Aklamasi
Sebelumnya, sidang paripurna Kongres ke-3 PDI Perjuangan secara aklamasi
menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum terpilih periode 2010-2015
di Hotel `Inna Grand Bali Beach` Sanur, Kamis, sekitar pukul 11.30 WIB.
Usai terpilih, muncul permintaan kepada Megawati Soekarnoputri untuk
mengakomodasi setidaknya 50 persen barisan muda pada `kabinet` baru PDI
Perjuangan.
Permintaan itu antara lain disuarakan oleh Sekjen Forum Komunikasi Keluarga
Besar Marhaenis (FK-KBM) Manganar Pasaribu dan Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa
Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya.
"Barisan muda ini diharapkan menjadi pengawal partai dalam pergerakan politik
berbasis ideologis, untuk terus pada garis perjuangan mengabdi kepada
kepentingan `wong cilik, menjaga NKRI, menjalankan ajaran-ajaran Bung Karno,
terutama Tri Sakti, Pancasila 1 Juni 1945, Undang Undang Dasar 1945 serta
Bhineka Tunggal Ika," kata Frans Lebu Raya.
Selain terpilih sebagai ketua umum (ketum), Megawati Soekarnoputri juga menjadi
formatur tunggal untuk menyusun komposisi kepengurusan DPP periode lima tahun
mendatang.
Dari ruang sidang paripurna terdengar sorak gegap gempita saat Megawati
Soekarnoputri ditetapkan sebagai ketum tersebut.
"Apakah bisa disepakati?," tanya pimpinan sidang Frans Lebu Raya, ketua DPD PDI
Perjuangan NTT yang juga gubernur di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Setuju...setuju..," teriak lebih dari seribu utusan DPD dan DPC se-Indonesia
sembari meneriakkan yel-yel "Merdeka, Hidup Mega".
Kendati seorang kader dari Tanah Papua masih melakukan interupsi agar ketum
terpilih dimintakan juga pernyataan kesediaannya, namun hal itu tak
ditindaklanjuti lagi di ruang sidang. (ant)
<<4_19_3.gif>>
sig.jsp?pc=ZSzeb114&pp=GRfox000
Description: Binary data
