Refleksi :  Agaknya ini kali pertama dalam sejarah NKRI, petinggi polisi 
meminta perlindungan  ke Komnas HAM,  pasti ada sesuatu masalah yang lebih 
menarik dari apa yang telah disiarkan untuk umum.


http://www.antaranews.com/berita/1271673778/susno-berlindung-ke-komnas-ham

Susno Berlindung ke Komnas HAM

Senin, 19 April 2010 17:42 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal | 
Depok (ANTARA News) - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen 
Pol Susno Duadji meminta perlindungan hukum kepada Komisi Nasional Hak Asasi 
Manusia (Komnas HAM) terkait penangkapannya di Bandara Soekarno-Hatta saat ia 
hendak berobat ke Singapura beberapa waktu lalu.

"Kita telah mengirimkan surat ke Komnas HAM pada Jumat (15/4)," kata kuasa 
hukum Susno, Zul Armain Aziz di Depok, Senin.

Selain Komnas HAM, kata Zul, pihaknya juga akan meminta perlindungan ke Lembaga 
Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Zul kembali menegaskan bahwa kliennya pasti hadir memenuhi panggilan Bareskrim 
Mabes Polri pada Selasa (20/4) besok pukul 10.00 WIB. Pihaknya juga sudah 
menyiapkan segala macam pertanyaan dan keterangan untuk menjawab pertanyaan 
Polri. 

Menurut Zul kemungkinan besar anggota Komnas HAM akan datang ke rumah Susno 
pada Senin sore (19/4). 

Bareskrim Mabes Polri telah melayangkan surat panggilan terhadap Susno Duadji 
sebagai saksi dalam kasus Sjahril Johan, namun dalam surat panggilan tersebut, 
nama Susno ditulis tanpa pangkatnya hanya gelar akademis Drs.

Zul mengaku sempat membahas masalah tersebut dengan Susno, tapi tidak 
mempermasalahkan hal tersebut, hanya mempertanyakan etikanya saja, karena 
bagaimana pun Susno masih polisi aktif.

"Tak perlu diperpanjang masalah tersebut, dan kami akan fokus terhadap agenda 
pemanggilan besok," katanya.

Sementara itu saat dihubungi wartawan, Wakil Ketua Komnas HAM Nurcholis mengaku 
sudah menerima surat pengaduan dari pihak Susno sejak Jumat (15/4). Namun 
pihaknya belum dapat memastikan kapan akan mendatangi Susno.

"Saat ini masih kita bahas, standar saja. Kalau datang untuk kumpulkan data, 
pemeriksaan, serta interview," katanya.

(T.F006/S022/S026)

Kirim email ke