Keluarga Kartini Islam Kejawen, Dirinya Katolik dan Buddha
                                                     
Kartini adalah figure pluralisme yang ditentang MUI dan kelompok Islam Habib.  
Oleh karena itu kelompok Islam Habib mengharamkan perayaan Kartini yang harus 
diganti dengan wanita yang membawakan Islam Habib.  Orang tua Kartini beragama 
Islam Kejawen yang juga dimusuhi oleh kelompok Islam Habib.

Yang jelas, Kartini fasih berbahasa Belanda dan Inggris, tidak paham bahasa 
Arab.

> Mujiarto Karuk <mka...@...> wrote:
> Mengenai agamaku Islam, Stella,
> aku harus menceritakan apa? Agama
> Islam melarang umatnya mendiskusikannya
> dengan umat agama lain. Lagi pula
> sebenarnya agamaku karena nenek
> moyangku Islam. Bagaimana aku dapat
> mencintai agamaku, kalau aku tidak
> mengerti, tidak boleh memahaminya?

Tulisan diatas jelas palsu cuma propaganda Islam karena sebelumnya gagal untuk 
melarang peringatan Kartini dan menggantikan Kartini dengan Tjut Nyak Dhien.  
Kartini sekeluarga penganut Islam Jawa atau Islam Kejawen yang damai sama 
seperti Islam Ahmadiah.

Keluarga dan nenek moyang Kartini memang Islam tapi Islam Kejawen yaitu Islam 
Jawa bukan Islam Habib yang kita kenal di Indonesia sekarang.  Nasib Islam 
Kejawen sama seperti nasib Islam Santriloka dan Islam Ahmadiah, yaitu dimusuhi 
dan dianggap bukan Islam.

Tulisan diatas tidak ada referensinya, tapi website dibawah ini dimana Kartini 
menentang Syariah Islam yang mengekang wanita

Kartini also expressed criticisms about religion. She questioned why the Quran 
must be memorised and recited without an obligation to actually understand it. 
She also expressed the view that the world would be more peaceful if there was 
no religion to provide reasons for disagreements, discord and offence. She 
wrote "Religion must guard us against committing sins, but more often, sins are 
committed in the name of religion"

Kartini also raised questions with the way in which religion provided a 
justification for men to pursue polygamy. For Kartini, the suffering of 
Javanese women reached a pinnacle when the world was reduced to the walls of 
their houses and they were prepared for a polygamous marriage.

http://en.wikipedia.org/wiki/Kartini

> Kartini menemukan dalam surat
> Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH
> -lah yang telah membimbing orang2
> beriman dari gelap kepada cahaya
> (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur).


Tulisan diatas juga palsu, karena Kartini enggak bisa berbahasa Arab, enggak 
bisa baca tulisan Arab, bahkan enggak bisa baca Quran dan hal itu diungkapkan 
kepada kawannya Abendon bukan stela tidak ada temannya yang bernama stela.  
Kartini banyak mengkritik agama Islam dan AlQuran, Di Belanda bersama teman2nya 
dia sering ke Gereja Katolik, tapi dia tertarik agama Buddha di Indonesia 
karena sering dia bersamadhi di sebuah kelenteng dibelakang rumahnya, dan 
bukti2 ini bisa anda baca di website dibawah ini.

http://www.wisatamelayu.com/id/news.php?a=Y0ZtbS8g=

Yang penting untuk kita pahami adalah, bahwa Sukarno dan M.Yamin menolak 
Syariah Islam untuk ditegakkan di Indonesia, dan untuk itulah Kartini sebagai 
Benteng Penangkal Syariah Islam mendorong Sukarno untuk mengangkat figure 
Kartini sebagai pahlawan bangsa dan idealisme wanita Indonesia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke