http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=16923
2010-04-21 Pesan untuk Aparat Keamanan di Papua Mencermati pemberitaan di sejumlah media massa, terhadap tindak kekerasan dan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok separatis Papua belakangan ini, saya merasa prihatin dan was-was. Karena, aparat keamanan (TNI dan Polri) maupun masyarakat sipil telah menjadi sasaran "tembak" dan aksi tindak kekerasan separatis Papua. Seperti terjadinya penembakan terhadap karyawan PT. Modern pada Selasa (13/4) lalu di Distrik Mewoluk Kab. Puncak Jaya - Papua, menyebabkan 3 orang tewas dan 1 warga sipil lainnya kristis. Tanggal 22 Maret 2010 lalu, di kawasan tersebut juga terjadi penembakan/penghadangan terhadap prajurit TNI oleh kelompok separatis Papua. Kemudian, 13 Maret 2010, juga terjadi kontak tembak antara aparat kepolisian dengan kelompok separatis Papua di Tingginambut-Puncak Jaya. Serangkaian insiden kekerasan dan gangguan keamanan tersebut, tentunya tidak boleh dipandang sepele. Karena, kelompok separatis Papua, dalam upaya memisahkan diri dari NKRI tidak hanya berjuang pada tataran politik dan diplomasi saja, tetapi juga melaksanakan gangguan keamanan bersenjata dengan sasaran aparat keamanan dan obyek sipil strategis. Aparat keamanan yang bertugas di Papua, disamping harus tetap waspada mempertahankan diri, juga harus mampu melindungi masyarakat sipil dari ancaman dan gangguan separatis Papua. Ini penting untuk diingatkan, karena tidak menutup kemungkinan aparat keamanan juga dapat menjadi korban keganasan serangan kelompok separatis bersenjata Papua, terutama aparat keamanan yang bertugas di pos-pos terpencil maupun daerah perbatasan. Persoalan lain yang harus dihadapi aparat keamanan adalah tudingan pelanggaran HAM dari pihak-pihak tertentu, terutama dari LSM yang mengusung isu HAM di Papua. LSM tersebut sengaja mengangkat dan mengeksploitasi isu-isu pelanggaran HAM, guna mendiskreditkan aparat keamanan. Melihat perkembangan situasi di Papua yang dapat mengancam integrasi bangsa, sudah sepatutnya kita mengingatkan kepada semua anak bangsa yang cinta NKRI untuk menyadari bahaya separatisme yang mengancam keutuhan NKRI. Kita semua hendaknya waspada dan peduli serta ikut bertanggung jawab untuk menyelamatkan Papua dari ancaman virus separatis yang terus menggerogoti kedaulatan NKRI. Kita harus menang melawan separatisme. Kita harus kuat, kokoh dan bersatu, menjadikan separatisme musuh bersama, yang harus diperangi. Jangan sampai Indonesia bernasib seperti Yugoslavia atau Uni Soviet yang terpecah, akibat gagal menjaga integrasi nasional. Genaria Nurtina Santhy Jl Bren B5, Aren Jaya Bekasi Timur
