> "ajeg" <ajegil...@...> wrote: > Bersumpah untuk bersatu dalam > negara Indonesia berarti bersumpah > menjadi bagian dari Indonesia. > Karena sumpah sudah diucap, > maka kalau mau referendum haruslah > melibatkan rakyat di bagian- > bagian Indonesia lainnya. Jangan > cuma sekumpulan pemuda & tokoh > Papua. Apalagi bawa-bawa orang luar > seperti kelakuan OPM itu. >
Sumpah tidak sama dengan Referendum, karena sumpah itu diucapkan rame2 dengan isi sumpah yang udah didikte-kan bukan kemauan sendiri, lebih2 isi sumpahnya juga enggak diketahui sebelumnya oleh sipengucap sumpah itu sendiri. Lain lagi dengan referendum, disini pilihan betul2 sendiri2 bukan didiktekan seperti rekayasa pengucapan sumpah. Jadi sumpah dulu2nya bukanlah pilihan sendiri, apalagi isi sumpah itu sendiri sudah melanggar apa yang disumpahkan. Dulu khan dasar negara itu cuma Pancasila, tapi sekarang juga diakuii Syariah Islam. Tentunya ini melanggar sumpah dulu2nya sehingga sumnpah itu sendiri sudah batal. OPM itu sama sekali enggak bawa orang luar, tapi memang bantuan dukungan dari luar diperlukan dan ini bukan hal yang melanggar, karena RI ini juga membantu Palestina yang ada diluar, membantu pemberontakan Taliban, lalu kenapa OPM enggak boleh minta dukungan Internasional ???? > Kena apa tokoh-tokoh intelektual > Papua sendiri memfokuskan ke timur. > Lebih tajam lagi, ke seputar > Kabupaten Mimika. Kabupaten yang > selama beberapa dekade sarat konflik > budek polos yang bersumber pada > kekayaan alam dan usaha perusakan > lingkungan. Fokus kemerdekaan tentunya diseluruh wilayah Papua bukan cuma diseputar kabupaten Mimika saja. Kalo ternyata konflik yang terbanyak hanya dikabupaten Mimika ini dikarenakan pusat kekuatan sipenjajah itu lebih terkonsentrasi di Mimika sehingga pusat konsentrasi kekuatan inilah yang memang harus jadi bulan2an serangan para pejuang kemerdekaan. Jadi jangan ditanyakan kepada para pejuang kenapa konfliknya hanya diseputar Mimika saja, karena para pejuang itu cuma tahu menyerang penjajahnya dimana mereka berada dimuka bumi papua. Lebih baik anda sendiri yang menanyakan kepada si penjajahnya, kenapa cuma mengkonsentrasikan kekuatan bersenjatanya itu hanya disekitar kabupaten Mimika saja???? Bagi pejuang kemerdekaan Papua, serangan akan dilancarkan dimanapun ada musuhnya. > Kita nggak perlu tutup mata adanya > persoalan di sana. Tapi jangan juga > persoalan di satu kabupaten seolah sudah > keseluruhan wajah Papua. > Mau tutup mata juga sudah enggak bisa lagi, karena masalah Papua juga akan mencuat jadi masalah Internasional. Dan tidak benar kalo anda katakan masalahnya cuma satu kabupaten saja. Hanya si penjajah saja yang cuma mempertahankan satu kabupaten saja karena kabupaten yang satu inilah yang dikuras oleh si penjajah habis2an. Biar gimana, tujuan perjuangan adalah kemerdekaan Papua dan setiap jengkal tanah Papua harus di merdekakan. Ny. Muslim binti Muskitawati.
