http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=131281
[ Jum'at, 30 April 2010 ] Menlu Thailand Tolak Tawaran Bantuan RI Untuk Ikut Redakan Krisis Politik Negeri Gajah Putih JAKARTA - Inisiatif pemerintah RI membantu pemerintah Thailand mengatasi krisis politik di dalam negara itu ternyata bertepuk sebelah tangan. Menlu Thailand Kasit Piromya secara halus telah menolak tawaran tersebut. Kasit menegaskan, negaranya belum memerlukan intervensi internasional untuk menyelesaikan masalah dalam negeri. ''Sampai saat ini pemerintah (Thailand) masih berkonsentrasi menyelesaikan problem internal ini,'' kata Kasit setelah bertemu dengan Menlu RI Marty Natalegawa di Kantor Kemenlu kemarin. Menurut Kasit, kedatangannya ke Jakarta untuk menginformasikan situasi terakhir di Thailand kepada pemerintah RI. Informasi itu perlu disampaikan, kata Kasit, karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memprihatinkan gejolak politik di Negeri Gajah Putih tersebut. ''Sampai saat ini (kondisi) pemerintahan berjalan normal dan kami akan menyelesaikan masalah ini sesuai dengan hukum yang berlaku,'' katanya. Kasit yang pernah bertugas sebagai diplomat di Jakarta pada era 1990 itu berjanji, informasi situasi terbaru di Thailand akan disebarkan di sela-sela agenda mengkaji hubungan bilateral. ''Pengungkapan keprihatinan yang mendalam (dari Indonesia) atas situasi di Thailand turut mendorong saya ke sini dan memberikan informasi,'' katanya. Dia menegaskan, pemerintah Thailand telah bekerja keras mengatasi situasi domestik dengan mengedepankan asas hukum yang berlaku. Pemerintah juga mencoba berdialog dengan para demonstran agar melucuti senjata mereka dan membubarkan diri. Di tempat yang sama, Menlu Marty Natalegawa menyatakan, pemerintah RI memahami masalah yang dihadapi Thailand. Dia juga memastikan, RI bersedia membantu setiap saat jika memang dibutuhkan oleh Thailand. Sebagai sesama anggota ASEAN, kata dia, RI merasa ikut bertanggung jawab memberikan bantuan bila diminta. Marty menghargai sikap Kasit yang secara terbuka membeberkan situasi yang berkembang di dalam negerinya. Selanjutnya, dia berharap agar ada forum pertemuan informal dalam bentuk acara sarapan bersama. Dia juga meminta forum tersebut bisa menjadi kebiasaan antar-Menlu negara ASEAN. ''Pertemuan informal, bersahabat, seperti ini saya rasa menjadi cara kerja yang bagus bagi ASEAN, tidak harus selalu formal,'' kata Kasit setuju. Saat ini pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra yang mengenakan kaus merah mendesak pemerintahan pimpinan PM Abhisit Vejjajiva membubarkan parlemen dan segera menyelenggarakan pemilihan umum. Namun, tuntutan itu ditolak oleh PM Thailand sehingga terjadi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan. Konfrontasi yang sudah berlangsung tiga pekan itu mempersulit kondisi Thailand. Banyak hotel dan toko besar di bagian tengah Bangkok terpaksa tutup. Pemerintah Thailand berupaya menggusur demonstran dari sebuah tempat pada 10 April dan insiden itu menelan 25 korban jiwa serta ratusan korban luka. (zul
