http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=151024

 
 

[ Rabu, 18 Agustus 2010 ] 

Di Manokwari, Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Diwarnai Kejutan 
     
     


PURWOKERTO - Upacara peringatan detik-detik proklamasi di Kabupaten Banyumas, 
Jawa Tengah, kemarin (17/8) diwarnai protes anggota dewan. Pemicunya, Bupati 
Banyumas Drs Mardjoko MM membuat panggung kehormatan dengan posisi lebih tinggi 
daripada deretan kursi untuk tamu undangan. 

Merasa protesnya tidak digubris, seluruh fraksi di DPRD Banyumas akhirnya 
memutuskan tidak menempati kursi tamu undangan yang disediakan di tarup. Mereka 
mengikuti upacara di barisan bersama siswa, PNS, dan peserta lain.

''Kami sudah memprotes panggung itu, tapi tidak digubris. Bahkan, kami dengar 
dewan dipersilakan tidak ikut jika tidak setuju panggung kehormatan. Kami ke 
alun-alun ini untuk bergabung dengan masyarakat. Kami berharap bupati juga 
merasakan apa yang dirasakan masyarakat,'' kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan 
Subagyo SPd usai upacara.

Menurut Subagyo, protes itu sudah mereka sampaikan beberapa hari sebelumnya 
melalui protokoler eksekutif. Namun, usul meniadakan panggung kehormatan 
tersebut tidak ditanggapi.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Banyumas Agus Nur Hadie SSos MSi 
mengatakan, panggung kehormatan itu diputuskan melalui rapat koordinasi dengan 
muspida. Tak ada aturan dalam keprotokoleran yang melarang adanya panggung 
kahormatan tersebut. ''Tiga pimpinan dewan juga disediai tempat duduk di 
panggung kehormatan,'' kata Agus.

Di Manokwari, upacara peringatan HUT Ke-65 Kemerdekaan RI kemarin diwarnai 
kejutan. Pasukan pengibar bendara (paskibra) membuat kekeliruan fatal sehingga 
bendera Merah Putih terbalik menjadi Putih Merah saat hendak dikibarkan.

Peristiwa itu langsung menjadi perbincangan masyarakat. Apalagi, petugas 
paskibra sudah menjalani latihan dari pagi hingga siang, dilanjutkan sore hari, 
hingga sekitar sebulan. 

Beberapa menit sebelum upacara dimulai, Manokwari diguyur hujan deras. Meski 
begitu, peserta upacara tak meninggalkan lapangan. Anggota paskibra yang 
dikomando Lettu Laut Hendrik Kadewaru itu juga melangkah meyakinkan. 

Tanda-tanda bakal terjadi masalah terlihat saat salah seorang anggota paskibra 
hendak mengaitkan bendera ke tali penggerek. Butuh waktu sekitar lima menit 
untuk tugas yang mestinya bisa dilakukan dengan cepat tersebut. ''Pasti ada 
kesalahan,'' bisik seorang pejabat yang duduk tak jauh dari kursi pers.

Benar saja, ketika anggota paskibra membentangkan bendera, bukan Merah Putih 
yang terlihat, tapi Putih Merah. Mungkin karena panik, salah seorang anggota 
paskibra berusaha membalik. Namun, posisi bendera malah jadi tak beraturan. 
Akhirnya, mereka melepas kembali bendera itu dan membetulkan kaitannya. 
(aga/lm/jpnn/c3/soe)



Kirim email ke