INSA: Pipa Kodeco Merugikan Secara Ekonomi dan Keselamatan
suarasurabaya.net| Pipa gas Kodeco yang
melintang di alur perairan barat Surabaya (APBS) sangat meresahkan para
pengusaha pelayaran. APBS saat ini juga semakin sempit. Dari sekitar
500 meter lebar Selat Madura saat ini hanya 200 meter yang bisa
dilewati kapal ukuran besar.



ANDRE STEVEN Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA)
saat dihubungi Suara Surabaya, Sabtu (14/08) mengatakan, APBS itu
ibarat jalan tol yang tidak boleh ada hambatan. Menurutnya tidak hanya
INSA, Internatioanal Maritime Organization (IMO) juga menganggap APBS
seperti jalan tol, harus bebas hambatan.



Menurut ANDRE pipa gas Kodeco yang melintang sepanjang 60 km ini,
sebenarnaya tidak boleh ada di APBS karena menghambat potensi ekonomi
dan keselamatan bidang pelayaran. Menurutnya pipa yang di dalamnya
dialiri gas bertekanan tinggi dapat mengancam keselamatan kapal-kapal
yang melintas. 



“Yang kami khawatirkan bagaimana keselamatan kapal kami saat menyentuh pipa 
itu, kan nanti bisa meledak,” ungkap ANDRE. 



Adanya pipa Kodeco bertekanan tinggi di APBS mengakibatkan kapal-kapal
besar seperti kapal TWT bermuatan 21 ribu ton tidak bisa muat maksimal.
Kapal TWT yang bermuatan 21 ribu ton harus menyisakan muatannya menjadi
maksimal hanya 17 ribu ton. ANDRE menganggap hal ini sangat merugikan
para pengusaha pelayaran. 



“Saat ini kapal TWT bermuatan 21 ribu ton nggak bisa
masuk, mereka hanya bisa angkut 17 ribu ton. Berarti hampir 20% muatan
hilang karena pipa ini,” jelas ANDRE. ANDRE mengaku tidak habis pikir
mengapa pipa yang dialiri gas tekanan tinggi bisa di tanam di APBS.



ANDRE mengatakan sebelum ditanam INSA sudah getol untuk menentang
penanaman pipa gas bertekanan tinggi tersebut. Namun sekitar 2-3 tahun
lalu ditanam tanpa sepengetahuan INSA. Setelah pipa dipasang INSA
melakukan protes ke ADPEL Utama Tanjung Perak untuk mengangkat pipa
tersebut.



Saat ini pipa Kodeco tersebut berada di kedalaman 12 meter, dan
dijadualkan pipa Kodeco akan ditanam 7 meter lebih dalam. Pedalaman
pipa itu diprediksi akan selesai pada 10 November 2010. Pendalaman pipa
tersebut cukup melegakan, menurut ANDRE pandalaman itu sudah melewati
titik kedalaman yang aman. “Kalau didalamkan samapai 19 meter itu sudah
lebih dari cukup,” jelas ANDRE. 



Namun pihaknya tetap berharap pipa itu dapat diangkat. ANDRE mengatakan
pengangkatan itu juga merupakan tuntutan dari para pengusaha
pelayaran.(med/ipg)

http://ekonomibisnis.suarasurabaya.net/?id=3c79326184490343d3a23b5018ce6f1a201080875



      

Kirim email ke