Dear All Good Friends ....
IN HIS DEFEAT
( faktor dalam kesalahannya )
Pembaca yang budiman . . . . .
Sudah lama saya mengetahui ada perubahan yang terjadi pada diri dan sikap
istri saya yang sedikit membuat cemburu dan bertanya-tanya dalam hati. Kurang
lebih setahun yang lalu. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki banyak yang
berubah. Dan eka pun sudah mulai gelisah kalau saya jemput kekantor bahkan
inginnya saya tak menjemputnya. Hingga saya membayar orang untuk mengintainya
dan ternyata tidak berhasil karna tiap kali diintai dari jam istirahat makan
siang sampai pulang atau kadang mampir makan bakso, dll selalu bersama sigit
yang adalah rekan kerja sekantornya. Hingga saya merasa penasaran akhirnya saya
sendiri yang mengintainya juga sama saja yang saya temukan hanya bersama sigit.
Saya tak merasa curiga dengan sigit karena setahu saya sigit masih bujangan,
dan didalam hati saya berkata masa sih sigit mau sama eka yang sudah bersuami
dan beranak dua. Begitu juga dengan eka ketika saya tanya Kamu keliatannya
seneng sama sigit ya. Lantas eka menjawab Puiih,
sorry ya, orang ceking begitu ga level. Kata eka lagi Sigit tu mau aku
jodohin dengan dian ( keponakannya yang masih gadis ). Lalu saya menjawab Ooo
gitu ya, apa iya aku ga salah dengar
, jangan-jangan ada udang dibalik batu
nih, padahal kamu sendiri yang sesungguhnya ngebet sama sigit. Eka menjawab
lagi Najis, sorry ya bukan level gue. Ketika itu saya hanya bisa tersenyum
walau perasaan suujon tetap ada. Namun saya tetap percaya padanya hingga
membuat saya sama sekali tidak curiga dengan sigit.
Hari-hari berikutnya saya tetap berusaha tenang dan seperti tak bermasalah
walau eka sering pulang terlambat. Suatu hari saya perhatikan eka mulai sering
menulis puisi-puisi mengenai bahasa hati. Terkadang dalam buku catatannya juga
pernah saya lihat ada puisi bahasa hati selayaknya orang yang sedang kasmaran.
Tapi saya perhatikan itu bukan tulisan eka. Entah siapa ya. Kembali saya
mencurigainya dan kembali untuk mengintainya.
Lagi-lagi yang ketemu selalu sigit dan sigit, eka pun beralasan sekedar
menumpang sampai lampu merah atau sekedar meminta diantar daripada naik ojek.
Tentu masuk akal dan membuat saya tak merasa curiga dengan sigit. Semakin
kesini semakin terasa renggang dan panas. Eka sudah mulai banyak berbohong dan
beralasan yang tidak masuk akal, kadang ngawur ga karuan namun tetap saja dia
keras untuk menutupinya kadang akhirnya malah dia yang berbalik marah-marah
pada saya. Dan itu malah semakin membuat kecurigaan saya menjadi besar.
Perasaan kesal dan dendam membara dihati saya, hingga akhirnya saya meminta
bantuan teman saya yaitu anak buahnya hercules ditanah abang dan sepupu saya
dikeluarga besar banten untuk mengintai dan membantai siapapun laki-laki yang
kedapatan berdua bersama eka sepulangnya eka dari kantor. Namun sebelum itu
saya sempat menelpon sigit terlebih dahulu. Git saya adhie suami eka, saya mau
tanya git, apa kamu seneng sama eka ?, jawab sigit Ahh enggak gila kali, eka
cuma sering numpang bareng sampai lampu merah atau sering minta dianter ke puri
atau kemana saja. Kembali saya berkata Ooo begitu, begini git saya percaya
kamu ga ada hub apa2 dengan eka, tapi untuk sementara ini saya mohon kamu
jangan lagi mau mengantar eka demi keselamatan kamu sendiri atau karna salah
sasaran, soalnya saya sedang mencari orang yang tengah merusak rumah tangga
saya dengan mengganggu eka, tapi tolong kamu jangan bilang2 sama eka ya.
Kembali jawab sigit Nggak koq saya gak ada hub apa2
dengan eka, Oke deh kalau begitu saya ga mau lagi nganter eka dan saya ga
bilang eka.
Teman-teman saya tidak berhasil menemukan target, dan memang kenyataannya
eka pulang normal-normal saja. Hingga beberapa minggu kemudian eka pulang
normal, tapi lama-lama kalau hari sabtu eka sering kekantor tapi saya tidak
merasa curiga. Dan kalau hari minggu kerumah orang tuanya terus pergi dengan
alasan mau kerumah temannya. Sedang anak saya ditinggal dan cekoki main ps biar
tidak ikut dia. Karna keseringan dan baru akhir2 ini saja dia sering ke rumah
orang tuanya membuat saya penasaran ingin tahu apa sebenarnya yang dia lakukan
disana. Benar saja dia kesana cuma ingin menitipkan anaknya lantas pergi hingga
malam atau pernah juga sampai jam 11 malam.
Sungguh ini membuat saya kesal pada kelakuannya, dan kembali saya mencari
informasi tentang dia keteman-temannya baik dikantor, dirumah, atau teman-teman
sekolahnya dulu. Ternyata eka pernah cerita pada salah satu temannya bahwa dia
punya pacar di kantor. Walau kaget tapi saya merasa tak percaya, sebab saya
tahu semua teman-teman dikantornya. Saya pun menanyakan kebenarannya pada eka
dan eka tidak pernah mengaku dan selalu menampik bahkan malah menuduh saya
memfitnahnya. Saya tetap bersabar walau dengan sejuta kekesalan membuat pengap
dada saya ini.
Karna saya pun tak tahan lagi akhirnya dengan terpaksa membongkar rahasia
buruknya dikantor dan memohon kepada bapak akira untuk memecatnya. Dan sampai
hari ini walau sudah tidak bekerja ternyata eka tetap tak merubah sifat dan
kelakuannya juga masih sering pergi selayaknya orang bekerja. Dengan alasan
yang bermacam-macam tergantung siapa yang bertanya. Pada anak saya dia
beralasan mau pergi kerja, pada saya dia beralasan mau melamar kerja, pada
pembantu rumah saya dia beralasan mau pergi beli baju atau pergi kerumah
temannya. Biasanya kepergiannya berkisar antara pukul 10,11,12 siang sampai 6
atau 8 sore. Sungguh saya sebagai suami yang sangat mencintainya sejak dulu
hingga kini menjadi sangat merasa kasihan dan iba. Namun dia sudah terlalu
dibutakan dengan perasaan lainnya itu. Hingga dia tidak merasakan atau
memahami lagi bahasa cinta saya ini. Seperti orang linglung yang sedang dimabuk
asmara ingin menemui kekasihnya. Membuatnya menggunakan sejuta alasan yang tak
masuk akal untuk supaya bisa pergi dan keluar rumah. ATM BCA saya yang berisi
uang sejumlah Rp. 5.300.000,- dan saya serahkan padanya diawal bulan agustus
yang lalu hingga hari ini hanya tinggal Rp. 4.000,-.
Saya yakin uang itu digunakan untuk pergi kesana kemari atau apalah dan itu
setiap hari, karna kalau untuk biaya masak itu seperti biasa2 saja koq tidak
bermewah-mewahan, dan tentu tidak sampai habis sejumlah itu. Biarlah .. bagi
saya itu tidak terlalu bermasalah, uang bisa saya cari dan semoga Tuhan
memberikan saya rizki yang halal dan berlimpah entah dari mana saja.
Kini saya lebih mendekatkan diri pada Tuhan untuk memohon perlindungan,
rizki, kesehatan dan petunjuknya untuk keluar dari ujiannya ini, disamping itu
memohon untuk ditunjukan siapa orangnya yang telah merusak rumah tangga saya.
Rupanya Tuhan mendengar doa saya hingga dia telah menunjukan siapa orangnya
yakni orang yang selama ini saya cari yang telah merusak hubungan rumah tangga
saya bahkan mungkin sudah terlalu jauh salah melangkah. DAN TERNYATA ADALAH
SIGIT (teman sekantornya). Dengan bukti2 yang nyata. Malam minggu lusa yang
lalu di beralasan pergi menginap dirumah kakaknya di kedoya. Katanya ingin
membantu membuat kue karna hari minggu siang mau ada tamu yang ingin melamar
keponakannya disana. Saya percaya saja walau terasa sedikit aneh. Namun karna
terasa sedikit aneh akhirnya tanpa sepengetahuannya saya ikuti dia sampai
dirumah kakaknya. Saya mengintainya dari kejauhan kadang mendekati dinding
jendela rumahnya seperti maling kesiangan. Terdengar suara senda guraunya
dengan seorang cowok dihp dengan sedikit manja-manja. Katanya aaaaah ga mau
aaaah, kesini aja jemputnya yaaa, gaaa aaah, ya uda deh diujung gang tempat
biasa aja yaaa, ya uda yaaa yuuuuk daaaaa . . ..
Udara malam semakin menusuk pukul 1.00 dini hari terdengar orang membuka
pintu, dan rupanya dia tengah mengontrol keadaan diluar rumah masih ada orang
atau tidak. Pukul 2.00 dini hari kembali ada orang membuka pintu dan rupanya
dia bersama kakaknya keluar rumah. Dia (eka) membawa sejinjing tas yang saya
yakin berisi pakaian ganti sebab saat itu dia masih pakai baju hari2 biasa
supaya orang tetangga disana tidak merasa curiga.
Langsung saja dipertengahan gang saya pergoki dia. Dia kaget seperti orang
kesambar petir dan bingung serta malu pada saya. Saya bertanya Mau kemana kamu
malam-malam begini jam 2 dini hari. Sejenak dia masih bingung tiba2 kakaknya
ikut menjawab itu .. tadi ada temennya telepon dia disuruh kerumahnya ...
Dengan jidat mengernyit saya berkata Ga salah bertamu kerumah orang jam 2 dini
hari, pasti tuan rumahnya dan tamunya itu tentu bukan orang baik-baik kalau
bertamu jam segini !!. lalu eka menjawab Terserah gue mau kemana keq,
suka-suka, aaahhh ribet ..!!. akhirnya dia masuk kembali kerumah tidak jadi
pergi. Namun besok paginya pun tetap pergi juga dari jam 9 pagi hingga jam 10
malam baru pulang kerumah. Saya pun sudah malas menanyakannya.
Hari sabtu kemarin tanggal 25 Agustus 2007 jam 9 pagi. Dia sedang mandi
tiba-tiba ada bunyi sms di hp GSMnya. Saya ambil hp itu namun tidak bisa dibuka
karena ada kodenya. Akhirnya saya tunggu sampai dia selesai mandi. Setelah
selesai saya suruh dia membuka, walau pura2 lupa kodenya akhirnya bisa dibuka.
Tertulis kalimat sms disana BUNDA MAU KERUMAH GA .. NI AYAH SEMALAM DAPET
UANG LEMBURAN NIH CEPE
. Eka tersentak kaget, belum sempat saya lihat nomor
pengirimnya tiba2 eka langsung segera merebut hp dari tangan saya, saya
bertahan memegang hp itu hingga tangan saya terluka digigit olehnya. Akhirnya
saya lepas hp itu lantas eka pun pergi entah kemana pulang2 jam 8 malam. Saya
tegur dia saya tahu si ayah itu adalah sigit, dia menjawab Ehh sorry ya
salah besar lo. Untuk meyakinkan saya berkata lagi Sumpah demi apa kamu kalo
itu bukan sigit .. . Jawabnya lagi Demi Allah demi rosulallah .. . Katanya
lagi Biar anu saya busuk nih kalo memang itu sigit. Saya tetap
tak yakin karena sejak dulu dia sudah biasa berani bersumpah demikian adanya
tetapi kenyataannya yang ada tetap saja terbukti bersalah. Saya merasa yakin
kalau sms itu dari sigit, karna dulu 2 bulan yang lalu pernah ada sms yang
berbunyi sapaan ayah dan bunda di hp cdma istri saya itu. tanpa
sepengetahuannya saya catat nomornya dan langsung saya hapus. Saya pun tidak
menanyakan padanya karna fikir saya mungkin orang salah kirim.
Malam itu saya sholat dan memohon pada Tuhan untuk menunjukan siapa
sebenarnya orang itu hingga dia sampai tega menggigit dan melukai tangan saya
suaminya. Esok paginya kurang lebih jam 9 pula seperti kemarin setelah dia
selesai mandi sambil berdandan saya meminta dia untuk membuka kode hp GSMnya.
Dengan penuh keyakinan karna memang sms yang kemarin sudah dihapus olehnya, dia
membuka dan memberikannya lagi ke saya sambil berkata mau ngapain sih .. !.
Saya berpura-pura melihat2 sms dan fitur-fitur lain ketika dia lengah saya coba
sms ke nomor hp sigit yang berbunyi Ayah lg dimana ?. LOGIKANYA kalau memang
bukan orang yang dimaksud tentu tidak akan bersambut baik. Akan tetapi apa
jawaban dari nomor hp sigit Ehh Bunda .. lagi dirumah ni, sorry semalem lg
nganter Dewi ga bisa bales sms Bunda, lagian ayah juga tau keadaan lagi
genting.
Kontan saat itu saya tunjukan kewajah eka, eka langsung pucat bagai
selembar kertas sambil saya usap-usap kepalanya dan saya berkata Gimana
sekarang mau mungkir lagi, elo sudah berani bersumpah atas nama Tuhan lo,
samanya dengan sigit dasar buaya gila dan tak bisa dipercaya. Spontan dia
menjawab Suka-suka gue lo, gue mau ama siapa keq apa urusan lo, sekarang klo
lo udah tau lo mau apa ?. saya menjawab Ya gue ga minta apa-apa, paling minta
pertanggungjawaban sama sigit, karna gue yakin hubungan lo sudah cukup lama dan
gue yakin lo sudah pernah kawin sirih dengannya seperti kabar burung yang sudah
ramai dibicarakan para tetangga, atau minimal lo sudah sering tidur bareng dan
sebadan dengannya karna bahasanya pun sudah bukan bahasa orang pacaran, kalau
orang pacaran umumnya aku dan kamu, atau sayang dan cinta, tapi kalau sudah
membahasakan diri ayah dan bunda itu berarti sudah memiliki komitmen yang luar
biasa. Dan gue akan menyerahkan elo dan anak2 gue ke sigit
sebagai Ayahnya. Eka menjawab Ehh sorry ya lo urus aja tuh anak2 elo enak
aja lo, lo mau anak2 lo gue sengsarain hidupnya. Wallahualam .. namun
demikian atas nama Allah saya tetap akan bertanggung jawab atas masa depan dan
pendidikan darah daging saya sendiri yang insya allah saya diberi umur panjang
dan rizki yang halal dan berlimpah, amin.
Demi Allah saya sangat mencintai dan menyayangi istri saya dengan sepenuh
hati, walau dia memiliki prasangka-prasangka yang jelek dan jahat tentang saya
namun semua itu tak pernah bisa ia buktikan secara nyata. Semua yang iya tuduh
balik kepada saya itu hanya sekedar katanya dan katanya serta kata orang
semata. saya sejak dulu dan hingga kini tak pernah berubah dan rasa cinta
itulah yang membuat saya kuat bertahan sampai detik ini walau kali ini adalah
kejadian serupa yang ketiga kalinya dengan orang yang berbeda. Namun untuk kali
ini lebih parah dan menyakitkan juga nyaris membuat saya mati berdiri. Namun
saya sebagai laki-laki dan sebagai suami punya martabat dan harga diri. Saya
merasa tertantang untuk segera bertindak tegas. Walau saat ini saya masih
bertanya-tanya apa salah saya, koq begitu teganya istri saya berbuat begitu,
koq begitu teganya sigit pada saya, dan pada anak2 saya yang masih membutuhkan
kuutuhan kasih sayang ayah ibunya. Kenapa .. kenapa .. kenapa
subhanallah . . . .
Para pembaca yang saya hormati, saya yakin sekali bahwa anda adalah
orang-orang yang arif dan bijaksana serta dekat dengan agamanya. Saya
bercerita ini apa adanya yang terjadi menurut sepengetahuan dan yang saya alami
dengan nyata. Saya juga punya Tuhan menurut agama saya. Dan saya takut untuk
mempermainkan sumpah atas namaNYA. Kini saya memohon dan berharap kepada anda
(para pmbaca yang budiman) untuk sedikit memberikan saran dan tanggapan apa dan
bagaimana sebaiknya yang harus saya lakukan demi kebaikan kami semua terutama
anak2 saya.
Kepada para pelakunya antara istri saya dan sigit, terutama kepada sdr
sigit saya minta anda bertanggung jawab untuk segera menikahkan dan menafkahkan
istri dan anak2 saya setelah saya menceraikannya nanti. Jika tidak anda akan
saya laporkan ke pihak yang berwajib dengan tuduhan telah merusak pagar rumah
tangga orang lain.
Biarlah cobaan ini saya jalani, semoga Allah selalu bersama saya dan
menerangi hati sanubari saya, anak-anak saya, mantan istri saya serta semoga
semua ini akan menjadi hikmah yang terbaik untuk hidup saya dan hidupnya dimasa
yang akan datang. Selamat berpisah sayang dan selamat menempuh hidup baru,
semoga dirimu akan bahagia bersamanya. Dan pesan ku untuk mu sebagai mantan
suamimu janganlah kau mengulanginya lagi kesalahan ini untuk suamimu yang baru.
Aku tidak pernah merasa benci atau dendam padamu, anggap saja ini suatu
pelajaran hidup yang sangat berharga untuk mu dan untuk ku dimasa nanti.
Ketulusan cinta yang kumiliki untukmu tak kan pernah ada yang dapat
mencabutnya, dan akan kubiarkan semua itu tergambar di dinding hati ini begitu
saja apa adanya hingga aku mati. Goodbye my love
.
Wassalam . . . . .
Jakarta, 27 Agustus 2007
Yang dilanda derita,
( Adhie Sucipto )
---------------------------------
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.