tega ya istri kaya gt... saya cuma bisa bilang sabar ya.. semoga dgn kesabarn anda bisa menjalanin hari2 yg berat di hidup anda.. yang sudah anda lakukan itu semua bnr.. lupakan dendam berusaha untuk mencintai istri anda walau dlm keadaan yg menyakitkan.. saya sungguh terharu mendengar cerita anda ini.. tapi saya msh blum tau mengapa istri anda tega berbuat itu.. yg terpenting anak2 anda.. anda ttp harus tegar ttp mencintai istri dan anak2 anda.. itu yg membuat saya semakin mengerti bahwa mencintai seseorang dengan tulus tidak pena mengharapkan imbalan apapun asal yg kita cintai bahagia..walau tak bisa memiliki itu adalah suatu kepuasan kita di hati..
----- Original Message ----- From: Fasiha Eka Adhie To: [email protected] Sent: Tuesday, August 28, 2007 4:33 PM Subject: [CuRhAt] PLEASE HELP ME ... ALL GOOD FRIEND . . . . & BEFORE THANK YOU. Dear All Good Friends .... IN HIS DEFEAT ( faktor dalam kesalahannya ) <!--[if !supportEmptyParas]--> Pembaca yang budiman . . . . . Sudah lama saya mengetahui ada perubahan yang terjadi pada diri dan sikap istri saya yang sedikit membuat cemburu dan bertanya-tanya dalam hati. Kurang lebih setahun yang lalu. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki banyak yang berubah. Dan eka pun sudah mulai gelisah kalau saya jemput kekantor bahkan inginnya saya tak menjemputnya. Hingga saya membayar orang untuk mengintainya dan ternyata tidak berhasil karna tiap kali diintai dari jam istirahat makan siang sampai pulang atau kadang mampir makan bakso, dll selalu bersama sigit yang adalah rekan kerja sekantornya. Hingga saya merasa penasaran akhirnya saya sendiri yang mengintainya juga sama saja yang saya temukan hanya bersama sigit. Saya tak merasa curiga dengan sigit karena setahu saya sigit masih bujangan, dan didalam hati saya berkata "masa sih sigit mau sama eka yang sudah bersuami dan beranak dua". Begitu juga dengan eka ketika saya tanya "Kamu keliatannya seneng sama sigit ya". Lantas eka menjawab "Puiih, sorry ya, orang ceking begitu ga level". Kata eka lagi "Sigit tu mau aku jodohin dengan dian ( keponakannya yang masih gadis )". Lalu saya menjawab "Ooo gitu ya, apa iya aku ga salah dengar ., jangan-jangan ada udang dibalik batu nih, padahal kamu sendiri yang sesungguhnya ngebet sama sigit". Eka menjawab lagi "Najis, sorry ya bukan level gue". Ketika itu saya hanya bisa tersenyum walau perasaan su'ujon tetap ada. Namun saya tetap percaya padanya hingga membuat saya sama sekali tidak curiga dengan sigit. Hari-hari berikutnya saya tetap berusaha tenang dan seperti tak bermasalah walau eka sering pulang terlambat. Suatu hari saya perhatikan eka mulai sering menulis puisi-puisi mengenai bahasa hati. Terkadang dalam buku catatannya juga pernah saya lihat ada puisi bahasa hati selayaknya orang yang sedang kasmaran. Tapi saya perhatikan itu bukan tulisan eka. Entah siapa ya. Kembali saya mencurigainya dan kembali untuk mengintainya. Lagi-lagi yang ketemu selalu sigit dan sigit, eka pun beralasan sekedar menumpang sampai lampu merah atau sekedar meminta diantar daripada naik ojek. Tentu masuk akal dan membuat saya tak merasa curiga dengan sigit. Semakin kesini semakin terasa renggang dan panas. Eka sudah mulai banyak berbohong dan beralasan yang tidak masuk akal, kadang ngawur ga karuan namun tetap saja dia keras untuk menutupinya kadang akhirnya malah dia yang berbalik marah-marah pada saya. Dan itu malah semakin membuat kecurigaan saya menjadi besar. Perasaan kesal dan dendam membara dihati saya, hingga akhirnya saya meminta bantuan teman saya yaitu anak buahnya hercules ditanah abang dan sepupu saya dikeluarga besar banten untuk mengintai dan membantai siapapun laki-laki yang kedapatan berdua bersama eka sepulangnya eka dari kantor. Namun sebelum itu saya sempat menelpon sigit terlebih dahulu. "Git saya adhie suami eka, saya mau tanya git, apa kamu seneng sama eka ?", jawab sigit "Ahh enggak gila kali, eka cuma sering numpang bareng sampai lampu merah atau sering minta dianter ke puri atau kemana saja". Kembali saya berkata "Ooo begitu, begini git saya percaya kamu ga ada hub apa2 dengan eka, tapi untuk sementara ini saya mohon kamu jangan lagi mau mengantar eka demi keselamatan kamu sendiri atau karna salah sasaran, soalnya saya sedang mencari orang yang tengah merusak rumah tangga saya dengan mengganggu eka, tapi tolong kamu jangan bilang2 sama eka ya". Kembali jawab sigit "Nggak koq saya gak ada hub apa2 dengan eka, Oke deh kalau begitu saya ga mau lagi nganter eka dan saya ga bilang eka". Teman-teman saya tidak berhasil menemukan target, dan memang kenyataannya eka pulang normal-normal saja. Hingga beberapa minggu kemudian eka pulang normal, tapi lama-lama kalau hari sabtu eka sering kekantor tapi saya tidak merasa curiga. Dan kalau hari minggu kerumah orang tuanya terus pergi dengan alasan mau kerumah temannya. Sedang anak saya ditinggal dan cekoki main ps biar tidak ikut dia. Karna keseringan dan baru akhir2 ini saja dia sering ke rumah orang tuanya membuat saya penasaran ingin tahu apa sebenarnya yang dia lakukan disana. Benar saja dia kesana cuma ingin menitipkan anaknya lantas pergi hingga malam atau pernah juga sampai jam 11 malam. Sungguh ini membuat saya kesal pada kelakuannya, dan kembali saya mencari informasi tentang dia keteman-temannya baik dikantor, dirumah, atau teman-teman sekolahnya dulu. Ternyata eka pernah cerita pada salah satu temannya bahwa dia punya pacar di kantor. Walau kaget tapi saya merasa tak percaya, sebab saya tahu semua teman-teman dikantornya. Saya pun menanyakan kebenarannya pada eka dan eka tidak pernah mengaku dan selalu menampik bahkan malah menuduh saya memfitnahnya. Saya tetap bersabar walau dengan sejuta kekesalan membuat pengap dada saya ini. Karna saya pun tak tahan lagi akhirnya dengan terpaksa membongkar rahasia buruknya dikantor dan memohon kepada bapak akira untuk memecatnya. Dan sampai hari ini walau sudah tidak bekerja ternyata eka tetap tak merubah sifat dan kelakuannya juga masih sering pergi selayaknya orang bekerja. Dengan alasan yang bermacam-macam tergantung siapa yang bertanya. Pada anak saya dia beralasan mau pergi kerja, pada saya dia beralasan mau melamar kerja, pada pembantu rumah saya dia beralasan mau pergi beli baju atau pergi kerumah temannya. Biasanya kepergiannya berkisar antara pukul 10,11,12 siang sampai 6 atau 8 sore. Sungguh saya sebagai suami yang sangat mencintainya sejak dulu hingga kini menjadi sangat merasa kasihan dan iba. Namun dia sudah terlalu dibutakan dengan perasaan lainnya itu. Hingga dia tidak merasakan atau memahami lagi bahasa cinta saya ini. Seperti orang linglung yang sedang dimabuk asmara ingin menemui kekasihnya. Membuatnya menggunakan sejuta alasan yang tak masuk akal untuk supaya bisa pergi dan keluar rumah. ATM BCA saya yang berisi uang sejumlah Rp. 5.300.000,- dan saya serahkan padanya diawal bulan agustus yang lalu hingga hari ini hanya tinggal Rp. 4.000,-. Saya yakin uang itu digunakan untuk pergi kesana kemari atau apalah dan itu setiap hari, karna kalau untuk biaya masak itu seperti biasa2 saja koq tidak bermewah-mewahan, dan tentu tidak sampai habis sejumlah itu. Biarlah .. bagi saya itu tidak terlalu bermasalah, uang bisa saya cari dan semoga Tuhan memberikan saya rizki yang halal dan berlimpah entah dari mana saja. Kini saya lebih mendekatkan diri pada Tuhan untuk memohon perlindungan, rizki, kesehatan dan petunjuknya untuk keluar dari ujiannya ini, disamping itu memohon untuk ditunjukan siapa orangnya yang telah merusak rumah tangga saya. Rupanya Tuhan mendengar doa saya hingga dia telah menunjukan siapa orangnya yakni orang yang selama ini saya cari yang telah merusak hubungan rumah tangga saya bahkan mungkin sudah terlalu jauh salah melangkah. DAN TERNYATA ADALAH SIGIT (teman sekantornya). Dengan bukti2 yang nyata. Malam minggu lusa yang lalu di beralasan pergi menginap dirumah kakaknya di kedoya. Katanya ingin membantu membuat kue karna hari minggu siang mau ada tamu yang ingin melamar keponakannya disana. Saya percaya saja walau terasa sedikit aneh. Namun karna terasa sedikit aneh akhirnya tanpa sepengetahuannya saya ikuti dia sampai dirumah kakaknya. Saya mengintainya dari kejauhan kadang mendekati dinding jendela rumahnya seperti maling kesiangan. Terdengar suara senda guraunya dengan seorang cowok dihp dengan sedikit manja-manja. Katanya "aaaaah ga mau aaaah, kesini aja jemputnya yaaa, gaaa aaah, ya uda deh diujung gang tempat biasa aja yaaa, ya uda yaaa yuuuuk daaaaa . . .". Udara malam semakin menusuk pukul 1.00 dini hari terdengar orang membuka pintu, dan rupanya dia tengah mengontrol keadaan diluar rumah masih ada orang atau tidak. Pukul 2.00 dini hari kembali ada orang membuka pintu dan rupanya dia bersama kakaknya keluar rumah. Dia (eka) membawa sejinjing tas yang saya yakin berisi pakaian ganti sebab saat itu dia masih pakai baju hari2 biasa supaya orang tetangga disana tidak merasa curiga. Langsung saja dipertengahan gang saya pergoki dia. Dia kaget seperti orang kesambar petir dan bingung serta malu pada saya. Saya bertanya "Mau kemana kamu malam-malam begini jam 2 dini hari". Sejenak dia masih bingung tiba2 kakaknya ikut menjawab "itu .. tadi ada temennya telepon dia disuruh kerumahnya ..". Dengan jidat mengernyit saya berkata "Ga salah bertamu kerumah orang jam 2 dini hari, pasti tuan rumahnya dan tamunya itu tentu bukan orang baik-baik kalau bertamu jam segini !!". lalu eka menjawab "Terserah gue mau kemana keq, suka-suka, aaahhh ribet ..!!". akhirnya dia masuk kembali kerumah tidak jadi pergi. Namun besok paginya pun tetap pergi juga dari jam 9 pagi hingga jam 10 malam baru pulang kerumah. Saya pun sudah malas menanyakannya. Hari sabtu kemarin tanggal 25 Agustus 2007 jam 9 pagi. Dia sedang mandi tiba-tiba ada bunyi sms di hp GSMnya. Saya ambil hp itu namun tidak bisa dibuka karena ada kodenya. Akhirnya saya tunggu sampai dia selesai mandi. Setelah selesai saya suruh dia membuka, walau pura2 lupa kodenya akhirnya bisa dibuka. Tertulis kalimat sms disana "BUNDA MAU KERUMAH GA .. NI AYAH SEMALAM DAPET UANG LEMBURAN NIH CEPE .". Eka tersentak kaget, belum sempat saya lihat nomor pengirimnya tiba2 eka langsung segera merebut hp dari tangan saya, saya bertahan memegang hp itu hingga tangan saya terluka digigit olehnya. Akhirnya saya lepas hp itu lantas eka pun pergi entah kemana pulang2 jam 8 malam. Saya tegur dia "saya tahu si ayah itu adalah sigit", dia menjawab "Ehh sorry ya salah besar lo". Untuk meyakinkan saya berkata lagi "Sumpah demi apa kamu kalo itu bukan sigit .. ". Jawabnya lagi "Demi Allah demi rosulallah .. ". Katanya lagi "Biar anu saya busuk nih kalo memang itu sigit". Saya tetap tak yakin karena sejak dulu dia sudah biasa berani bersumpah demikian adanya tetapi kenyataannya yang ada tetap saja terbukti bersalah. Saya merasa yakin kalau sms itu dari sigit, karna dulu 2 bulan yang lalu pernah ada sms yang berbunyi sapaan ayah dan bunda di hp cdma istri saya itu. tanpa sepengetahuannya saya catat nomornya dan langsung saya hapus. Saya pun tidak menanyakan padanya karna fikir saya mungkin orang salah kirim. Malam itu saya sholat dan memohon pada Tuhan untuk menunjukan siapa sebenarnya orang itu hingga dia sampai tega menggigit dan melukai tangan saya suaminya. Esok paginya kurang lebih jam 9 pula seperti kemarin setelah dia selesai mandi sambil berdandan saya meminta dia untuk membuka kode hp GSMnya. Dengan penuh keyakinan karna memang sms yang kemarin sudah dihapus olehnya, dia membuka dan memberikannya lagi ke saya sambil berkata "mau ngapain sih .. !". Saya berpura-pura melihat2 sms dan fitur-fitur lain ketika dia lengah saya coba sms ke nomor hp sigit yang berbunyi "Ayah lg dimana ?". LOGIKANYA kalau memang bukan orang yang dimaksud tentu tidak akan bersambut baik. Akan tetapi apa jawaban dari nomor hp sigit "Ehh Bunda .. lagi dirumah ni, sorry semalem lg nganter Dewi ga bisa bales sms Bunda, lagian ayah juga tau keadaan lagi genting". Kontan saat itu saya tunjukan kewajah eka, eka langsung pucat bagai selembar kertas sambil saya usap-usap kepalanya dan saya berkata "Gimana sekarang mau mungkir lagi, elo sudah berani bersumpah atas nama Tuhan lo, samanya dengan sigit dasar buaya gila dan tak bisa dipercaya". Spontan dia menjawab "Suka-suka gue lo, gue mau ama siapa keq apa urusan lo, sekarang klo lo udah tau lo mau apa ?". saya menjawab "Ya gue ga minta apa-apa, paling minta pertanggungjawaban sama sigit, karna gue yakin hubungan lo sudah cukup lama dan gue yakin lo sudah pernah kawin sirih dengannya seperti kabar burung yang sudah ramai dibicarakan para tetangga, atau minimal lo sudah sering tidur bareng dan sebadan dengannya karna bahasanya pun sudah bukan bahasa orang pacaran, kalau orang pacaran umumnya aku dan kamu, atau sayang dan cinta, tapi kalau sudah membahasakan diri ayah dan bunda itu berarti sudah memiliki komitmen yang luar biasa. Dan gue akan menyerahkan elo dan anak2 gue ke sigit sebagai Ayahnya". Eka menjawab "Ehh sorry ya lo urus aja tuh anak2 elo enak aja lo, lo mau anak2 lo gue sengsarain hidupnya". Wallahu'alam .. namun demikian atas nama Allah saya tetap akan bertanggung jawab atas masa depan dan pendidikan darah daging saya sendiri yang insya allah saya diberi umur panjang dan rizki yang halal dan berlimpah, amin. Demi Allah saya sangat mencintai dan menyayangi istri saya dengan sepenuh hati, walau dia memiliki prasangka-prasangka yang jelek dan jahat tentang saya namun semua itu tak pernah bisa ia buktikan secara nyata. Semua yang iya tuduh balik kepada saya itu hanya sekedar katanya dan katanya serta kata orang semata. saya sejak dulu dan hingga kini tak pernah berubah dan rasa cinta itulah yang membuat saya kuat bertahan sampai detik ini walau kali ini adalah kejadian serupa yang ketiga kalinya dengan orang yang berbeda. Namun untuk kali ini lebih parah dan menyakitkan juga nyaris membuat saya mati berdiri. Namun saya sebagai laki-laki dan sebagai suami punya martabat dan harga diri. Saya merasa tertantang untuk segera bertindak tegas. Walau saat ini saya masih bertanya-tanya apa salah saya, koq begitu teganya istri saya berbuat begitu, koq begitu teganya sigit pada saya, dan pada anak2 saya yang masih membutuhkan kuutuhan kasih sayang ayah ibunya. Kenapa .. kenapa .. kenapa . subhanallah . . . . Para pembaca yang saya hormati, saya yakin sekali bahwa anda adalah orang-orang yang arif dan bijaksana serta dekat dengan agamanya. Saya bercerita ini apa adanya yang terjadi menurut sepengetahuan dan yang saya alami dengan nyata. Saya juga punya Tuhan menurut agama saya. Dan saya takut untuk mempermainkan sumpah atas namaNYA. Kini saya memohon dan berharap kepada anda (para pmbaca yang budiman) untuk sedikit memberikan saran dan tanggapan apa dan bagaimana sebaiknya yang harus saya lakukan demi kebaikan kami semua terutama anak2 saya. Kepada para pelakunya antara istri saya dan sigit, terutama kepada sdr sigit saya minta anda bertanggung jawab untuk segera menikahkan dan menafkahkan istri dan anak2 saya setelah saya menceraikannya nanti. Jika tidak anda akan saya laporkan ke pihak yang berwajib dengan tuduhan telah merusak pagar rumah tangga orang lain. Biarlah cobaan ini saya jalani, semoga Allah selalu bersama saya dan menerangi hati sanubari saya, anak-anak saya, mantan istri saya serta semoga semua ini akan menjadi hikmah yang terbaik untuk hidup saya dan hidupnya dimasa yang akan datang. Selamat berpisah sayang dan selamat menempuh hidup baru, semoga dirimu akan bahagia bersamanya. Dan pesan ku untuk mu sebagai mantan suamimu janganlah kau mengulanginya lagi kesalahan ini untuk suamimu yang baru. Aku tidak pernah merasa benci atau dendam padamu, anggap saja ini suatu pelajaran hidup yang sangat berharga untuk mu dan untuk ku dimasa nanti. Ketulusan cinta yang kumiliki untukmu tak kan pernah ada yang dapat mencabutnya, dan akan kubiarkan semua itu tergambar di dinding hati ini begitu saja apa adanya hingga aku mati. Goodbye my love .. Wassalam . . . . . <!--[if !supportEmptyParas]--><!--[endif]--><!--[if !supportEmptyParas]--><!--[endif]--> Jakarta, 27 Agustus 2007 Yang dilanda derita, ( Adhie Sucipto ) ---------------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------------ Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.

