Ass...
Salam kenal...,
saya turut prihatin dengan kejadian yg menimpa kamu...tapi pecayalah...Allah 
SWT tidak akan memberikan cobaan yang melebihi batas kesabaran umat-Nya..
berarti kesabaran kamu mmg lg benar2 di uji sama Tuhan  dan Alhamdulillah kamu 
berhasil melaluinya walaupun itu berakhir dengan mengecewakan..
Insya Allah...dibalik semua itu akan ada balasan yang lebih baik sebagai 
ganjaran atas kesabaran kamu selama ini.
Tuhan tidak buta...dia Maha segalanya....kamu akan mendapatkan yg terbaik, kita 
tak akan tahu itu akan di dunia atau di surga kelak...Amin.
Satu jangan dilupa.....anak2 tetaplah menjadi tanggung jawab kalian 
berdua...karena mereka adalah titipan Tuhan, dimana kalian telah di beri 
kepercayaan untuk merawat dan menjaganya........
Tetaplah berdoa (sholat) dan selalu ingat pada-Nya.
Semoga berguna....

Fasiha Eka Adhie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Dear 
All Good Friends ....

                                                   IN HIS DEFEAT
  ( faktor dalam kesalahannya )
     
  Pembaca yang budiman . . . . .
    Sudah lama saya mengetahui ada perubahan yang terjadi pada diri dan sikap 
istri saya yang sedikit membuat cemburu dan bertanya-tanya dalam hati. Kurang 
lebih setahun yang lalu. Mulai dari ujung rambut  sampai ujung kaki banyak yang 
berubah. Dan eka pun sudah mulai gelisah kalau saya jemput kekantor bahkan 
inginnya saya tak menjemputnya. Hingga saya membayar orang  untuk mengintainya 
dan ternyata tidak berhasil karna tiap kali diintai dari jam istirahat makan 
siang sampai pulang atau kadang mampir makan bakso, dll selalu bersama sigit 
yang adalah rekan kerja sekantornya. Hingga saya merasa penasaran akhirnya saya 
sendiri yang mengintainya juga sama saja yang saya temukan hanya bersama sigit. 
Saya tak merasa curiga dengan sigit karena setahu saya sigit masih bujangan, 
dan didalam hati saya berkata “masa sih sigit mau sama eka yang sudah bersuami 
dan beranak dua”. Begitu juga dengan eka ketika saya tanya “Kamu keliatannya 
seneng sama sigit ya”. Lantas eka menjawab “Puiih, 
 sorry ya, orang ceking begitu ga level”. Kata eka lagi “Sigit tu mau aku 
jodohin dengan dian ( keponakannya  yang masih gadis )”. Lalu saya menjawab 
“Ooo gitu ya, apa iya aku ga salah dengar …, jangan-jangan ada udang dibalik 
batu nih, padahal kamu sendiri  yang sesungguhnya ngebet sama sigit”. Eka 
menjawab lagi “Najis, sorry ya bukan level gue”. Ketika itu saya hanya bisa 
tersenyum walau perasaan su’ujon tetap ada. Namun saya tetap percaya padanya 
hingga membuat saya sama sekali tidak curiga dengan sigit.
    Hari-hari berikutnya saya tetap berusaha tenang dan seperti tak bermasalah 
walau eka sering pulang terlambat. Suatu hari saya perhatikan eka mulai sering 
menulis puisi-puisi mengenai bahasa hati. Terkadang dalam buku catatannya juga 
pernah saya lihat ada puisi bahasa hati selayaknya orang yang sedang kasmaran. 
Tapi saya perhatikan itu bukan tulisan eka. Entah siapa ya. Kembali saya 
mencurigainya dan kembali untuk mengintainya.
    Lagi-lagi yang ketemu selalu sigit dan sigit, eka pun beralasan sekedar 
menumpang sampai lampu merah atau sekedar meminta  diantar daripada naik ojek. 
Tentu masuk akal dan membuat saya tak merasa curiga dengan sigit. Semakin 
kesini semakin terasa renggang dan panas. Eka sudah mulai banyak berbohong dan 
beralasan yang tidak masuk akal, kadang ngawur ga karuan namun tetap saja dia 
keras untuk menutupinya kadang akhirnya malah dia yang berbalik marah-marah 
pada saya. Dan itu malah semakin membuat kecurigaan saya menjadi besar.
    Perasaan kesal dan dendam membara dihati saya, hingga akhirnya saya meminta 
bantuan teman saya yaitu anak buahnya hercules ditanah abang dan sepupu saya 
dikeluarga besar banten untuk mengintai dan membantai siapapun laki-laki yang 
kedapatan berdua bersama eka sepulangnya eka  dari  kantor. Namun sebelum itu 
saya sempat menelpon sigit terlebih dahulu. “Git saya adhie suami eka, saya mau 
tanya git, apa kamu seneng sama eka ?”, jawab  sigit “Ahh enggak gila kali, eka 
cuma sering numpang bareng sampai lampu merah atau sering minta dianter ke puri 
atau kemana saja”. Kembali saya berkata “Ooo begitu, begini git saya percaya 
kamu ga ada hub apa2 dengan eka, tapi untuk sementara ini saya mohon kamu 
jangan lagi mau mengantar eka demi keselamatan kamu sendiri atau karna salah 
sasaran, soalnya saya sedang mencari orang yang tengah merusak rumah tangga 
saya dengan mengganggu eka, tapi tolong kamu jangan bilang2 sama eka ya”. 
Kembali jawab sigit “Nggak koq saya gak ada hub apa2
 dengan eka, Oke deh kalau begitu saya ga mau lagi nganter eka dan saya ga 
bilang eka”. 
    Teman-teman saya tidak berhasil menemukan target, dan memang  kenyataannya 
eka pulang normal-normal saja. Hingga beberapa minggu kemudian eka pulang 
normal, tapi lama-lama kalau hari sabtu eka sering kekantor tapi saya tidak 
merasa curiga.  Dan kalau hari minggu kerumah orang tuanya terus pergi dengan 
alasan mau kerumah temannya. Sedang anak saya ditinggal dan cekoki main ps biar 
tidak ikut dia. Karna keseringan dan baru akhir2 ini saja dia sering ke rumah 
orang tuanya membuat saya penasaran ingin tahu apa sebenarnya yang dia lakukan 
disana. Benar saja dia kesana cuma ingin menitipkan anaknya lantas pergi hingga 
malam atau pernah juga sampai jam 11 malam.
    Sungguh ini membuat saya kesal pada kelakuannya, dan kembali saya mencari 
informasi tentang dia keteman-temannya baik dikantor, dirumah, atau teman-teman 
sekolahnya dulu. Ternyata eka pernah cerita pada salah satu temannya bahwa dia 
punya pacar di kantor. Walau kaget tapi saya merasa tak percaya, sebab  saya 
tahu semua teman-teman dikantornya. Saya pun menanyakan kebenarannya pada eka 
dan eka tidak pernah mengaku dan selalu menampik bahkan malah menuduh saya 
memfitnahnya. Saya  tetap bersabar walau dengan sejuta kekesalan membuat pengap 
dada saya ini.
    Karna saya pun tak tahan lagi akhirnya dengan terpaksa membongkar rahasia 
buruknya dikantor dan memohon kepada bapak akira untuk memecatnya. Dan sampai 
hari ini walau sudah tidak bekerja ternyata eka tetap tak merubah sifat dan 
kelakuannya juga masih sering pergi selayaknya orang bekerja. Dengan alasan 
yang bermacam-macam tergantung siapa yang bertanya. Pada anak saya dia 
beralasan mau pergi kerja, pada saya dia beralasan mau melamar kerja, pada 
pembantu rumah saya dia beralasan mau pergi beli baju atau pergi kerumah 
temannya. Biasanya kepergiannya berkisar antara pukul 10,11,12 siang sampai 6 
atau 8 sore. Sungguh saya  sebagai suami yang sangat mencintainya sejak dulu 
hingga kini menjadi sangat merasa kasihan dan iba. Namun dia sudah terlalu 
dibutakan dengan perasaan lainnya itu. Hingga dia  tidak merasakan atau 
memahami lagi bahasa cinta saya ini. Seperti orang linglung yang sedang dimabuk 
asmara ingin menemui kekasihnya. Membuatnya menggunakan sejuta alasan yang tak
 masuk akal untuk supaya bisa pergi dan keluar rumah. ATM BCA saya yang berisi 
uang sejumlah Rp. 5.300.000,- dan saya serahkan padanya diawal bulan agustus 
yang lalu hingga hari ini hanya tinggal Rp. 4.000,-.
    Saya yakin uang itu digunakan untuk pergi kesana kemari atau apalah dan itu 
setiap hari, karna kalau untuk biaya masak itu seperti biasa2 saja koq tidak 
bermewah-mewahan, dan tentu tidak sampai habis sejumlah itu. Biarlah .. bagi 
saya itu tidak terlalu bermasalah, uang bisa saya cari dan semoga Tuhan  
memberikan saya rizki yang halal dan berlimpah entah dari mana saja.
    Kini saya lebih mendekatkan diri pada Tuhan untuk memohon perlindungan, 
rizki, kesehatan dan  petunjuknya untuk keluar dari ujiannya ini, disamping itu 
memohon untuk ditunjukan siapa orangnya yang telah merusak rumah tangga saya.
    Rupanya Tuhan mendengar doa saya hingga dia telah menunjukan siapa orangnya 
yakni orang yang selama ini saya cari yang telah merusak hubungan rumah tangga 
saya bahkan mungkin sudah terlalu jauh salah melangkah. DAN TERNYATA ADALAH 
SIGIT (teman sekantornya). Dengan bukti2 yang nyata. Malam minggu lusa yang 
lalu di beralasan pergi menginap dirumah kakaknya di kedoya. Katanya ingin 
membantu membuat kue karna hari minggu siang mau ada tamu yang ingin melamar 
keponakannya disana. Saya percaya saja walau terasa sedikit aneh. Namun karna 
terasa sedikit  aneh akhirnya tanpa sepengetahuannya saya ikuti dia sampai 
dirumah kakaknya. Saya mengintainya dari kejauhan kadang mendekati dinding 
jendela rumahnya seperti maling kesiangan. Terdengar suara senda  guraunya 
dengan seorang cowok dihp dengan sedikit manja-manja. Katanya “aaaaah ga mau 
aaaah, kesini aja jemputnya yaaa, gaaa aaah, ya uda deh diujung gang tempat 
biasa aja yaaa, ya uda yaaa yuuuuk daaaaa . . .”.
    Udara malam semakin menusuk pukul 1.00 dini hari terdengar orang membuka 
pintu, dan rupanya dia tengah mengontrol keadaan diluar rumah masih ada orang 
atau tidak. Pukul 2.00 dini hari kembali ada orang membuka pintu dan rupanya 
dia bersama kakaknya keluar rumah. Dia (eka) membawa sejinjing tas yang saya 
yakin berisi pakaian ganti sebab saat itu dia masih pakai baju hari2 biasa 
supaya orang tetangga disana tidak merasa curiga.
    Langsung saja dipertengahan gang  saya pergoki dia. Dia kaget seperti orang 
kesambar petir dan bingung serta malu pada saya. Saya bertanya “Mau kemana kamu 
malam-malam begini jam 2 dini hari”. Sejenak dia  masih bingung tiba2 kakaknya 
ikut menjawab “itu .. tadi ada temennya telepon dia disuruh kerumahnya ..”. 
Dengan jidat mengernyit saya berkata “Ga salah bertamu kerumah orang jam 2 dini 
hari, pasti tuan rumahnya dan tamunya itu tentu bukan orang baik-baik kalau 
bertamu jam segini !!”. lalu eka menjawab “Terserah gue mau kemana keq, 
suka-suka, aaahhh ribet ..!!”. akhirnya dia masuk kembali kerumah tidak jadi 
pergi. Namun besok paginya pun tetap pergi juga dari jam 9 pagi hingga jam 10 
malam baru pulang kerumah. Saya pun sudah malas menanyakannya.
    Hari sabtu kemarin tanggal 25 Agustus 2007 jam 9 pagi. Dia sedang mandi 
tiba-tiba ada bunyi sms di hp GSMnya. Saya ambil  hp itu namun tidak bisa 
dibuka karena ada kodenya. Akhirnya saya tunggu sampai dia selesai mandi. 
Setelah selesai saya suruh dia membuka, walau pura2 lupa kodenya akhirnya bisa 
dibuka. Tertulis  kalimat sms disana “BUNDA MAU KERUMAH GA .. NI AYAH SEMALAM 
DAPET UANG LEMBURAN NIH CEPE …”. Eka tersentak kaget, belum sempat saya lihat 
nomor pengirimnya tiba2 eka langsung segera merebut hp dari tangan saya, saya 
bertahan memegang hp itu hingga tangan saya terluka digigit olehnya. Akhirnya 
saya lepas hp itu lantas eka pun pergi entah kemana pulang2 jam 8 malam. Saya 
tegur dia “saya tahu si ayah itu adalah sigit”, dia menjawab “Ehh sorry ya 
salah besar lo”. Untuk meyakinkan saya berkata lagi “Sumpah demi apa kamu kalo 
itu bukan sigit .. “. Jawabnya lagi “Demi Allah demi rosulallah .. “. Katanya 
lagi “Biar anu saya busuk nih kalo memang itu sigit”. Saya
 tetap tak yakin karena sejak dulu dia sudah biasa berani bersumpah demikian  
adanya tetapi kenyataannya yang ada tetap saja terbukti bersalah. Saya merasa 
yakin kalau sms itu dari sigit, karna dulu 2 bulan yang lalu pernah ada sms 
yang berbunyi sapaan ayah dan bunda di hp  cdma istri saya itu. tanpa 
sepengetahuannya saya catat nomornya dan langsung saya hapus. Saya pun tidak 
menanyakan padanya karna fikir saya mungkin orang salah kirim.
    Malam itu saya sholat dan memohon pada Tuhan untuk menunjukan siapa 
sebenarnya orang itu hingga dia sampai tega menggigit dan melukai tangan saya 
suaminya. Esok paginya kurang lebih jam 9 pula seperti kemarin setelah dia 
selesai mandi sambil berdandan saya meminta dia untuk membuka kode hp GSMnya. 
Dengan penuh keyakinan karna memang sms yang kemarin sudah dihapus olehnya, dia 
membuka dan memberikannya lagi ke saya sambil berkata “mau ngapain sih .. !”. 
Saya berpura-pura melihat2 sms dan fitur-fitur lain ketika dia lengah saya coba 
 sms ke nomor hp sigit yang berbunyi “Ayah lg dimana ?”. LOGIKANYA kalau memang 
bukan orang yang dimaksud tentu tidak akan bersambut baik. Akan tetapi  apa 
jawaban dari nomor hp sigit “Ehh Bunda .. lagi dirumah ni, sorry semalem lg 
nganter Dewi ga bisa bales sms Bunda, lagian ayah juga tau keadaan lagi 
genting”.
    Kontan saat itu saya tunjukan kewajah eka, eka langsung pucat bagai 
selembar kertas sambil saya usap-usap kepalanya dan saya berkata “Gimana 
sekarang mau mungkir lagi, elo sudah berani bersumpah atas nama Tuhan lo, 
samanya dengan sigit dasar buaya gila dan tak bisa dipercaya”. Spontan dia 
menjawab “Suka-suka gue lo, gue mau ama siapa keq apa urusan lo, sekarang klo 
lo udah tau lo mau apa ?”. saya menjawab “Ya gue ga minta apa-apa, paling minta 
pertanggungjawaban sama sigit, karna gue yakin  hubungan lo sudah cukup lama 
dan gue yakin lo sudah pernah kawin sirih dengannya seperti kabar burung yang 
sudah ramai dibicarakan para tetangga, atau minimal lo sudah sering tidur 
bareng dan  sebadan dengannya karna bahasanya pun sudah bukan bahasa orang 
pacaran, kalau orang pacaran umumnya aku dan kamu, atau sayang dan cinta, tapi 
kalau sudah membahasakan diri ayah dan bunda itu berarti sudah memiliki 
komitmen yang luar biasa. Dan gue akan menyerahkan elo dan anak2 gue ke sigit
 sebagai Ayahnya”. Eka menjawab “Ehh sorry ya lo urus aja tuh anak2 elo enak 
aja lo, lo mau anak2 lo gue sengsarain hidupnya”. Wallahu’alam .. namun 
demikian atas nama Allah saya tetap akan bertanggung jawab atas masa depan dan 
pendidikan darah daging saya sendiri yang insya allah saya diberi umur panjang 
dan rizki yang halal dan berlimpah, amin.
    Demi Allah saya sangat mencintai dan menyayangi istri saya  dengan sepenuh 
hati, walau dia memiliki prasangka-prasangka yang jelek dan jahat tentang saya 
namun semua itu tak pernah bisa ia buktikan secara nyata. Semua yang iya tuduh 
balik kepada saya itu  hanya sekedar katanya dan katanya serta kata orang 
semata. saya sejak dulu dan hingga kini tak pernah berubah dan rasa cinta 
itulah yang membuat saya kuat bertahan sampai detik ini walau kali ini adalah 
kejadian serupa yang ketiga kalinya dengan orang yang berbeda. Namun untuk kali 
ini lebih parah dan menyakitkan juga nyaris membuat saya mati berdiri. Namun 
saya sebagai laki-laki dan sebagai suami punya martabat dan harga diri. Saya 
merasa tertantang untuk segera bertindak tegas. Walau saat ini saya masih 
bertanya-tanya apa salah saya, koq begitu teganya istri saya berbuat begitu, 
koq begitu teganya sigit pada saya, dan pada anak2 saya yang masih membutuhkan 
kuutuhan kasih sayang ayah ibunya. Kenapa .. kenapa .. kenapa
 … subhanallah . . . .
     Para pembaca yang saya hormati, saya yakin sekali bahwa anda adalah 
orang-orang yang arif dan bijaksana serta dekat dengan agamanya.  Saya 
bercerita ini apa adanya yang terjadi menurut sepengetahuan dan yang saya alami 
dengan nyata. Saya juga punya Tuhan menurut agama saya. Dan saya takut untuk 
mempermainkan sumpah atas namaNYA. Kini saya memohon dan berharap kepada anda 
(para pmbaca yang budiman) untuk sedikit memberikan saran dan tanggapan apa dan 
bagaimana sebaiknya yang harus saya lakukan demi kebaikan kami semua terutama 
anak2 saya. 
    Kepada para pelakunya antara istri saya dan sigit, terutama kepada sdr 
sigit saya minta anda bertanggung jawab untuk segera menikahkan dan menafkahkan 
istri dan anak2 saya setelah saya menceraikannya nanti. Jika tidak anda akan 
saya laporkan ke pihak yang berwajib dengan tuduhan telah merusak pagar rumah  
tangga orang lain.
    Biarlah cobaan ini saya jalani, semoga Allah selalu bersama saya dan 
menerangi hati sanubari saya, anak-anak saya, mantan  istri saya serta semoga 
semua ini akan menjadi hikmah yang terbaik untuk hidup saya dan hidupnya dimasa 
yang akan datang. Selamat berpisah sayang dan selamat menempuh hidup baru, 
semoga dirimu akan bahagia bersamanya. Dan pesan ku untuk mu sebagai mantan 
suamimu janganlah kau mengulanginya lagi kesalahan ini untuk suamimu yang baru. 
Aku tidak pernah merasa benci atau dendam padamu, anggap saja ini suatu 
pelajaran hidup yang sangat berharga untuk mu dan untuk ku dimasa nanti. 
Ketulusan cinta yang kumiliki untukmu tak kan pernah ada yang dapat 
mencabutnya, dan akan kubiarkan semua itu tergambar di dinding hati ini begitu 
saja apa adanya hingga aku mati. Goodbye my love ….
    Wassalam . . . .  .



    Jakarta, 27 Agustus 2007
     Yang dilanda derita,
        ( Adhie Sucipto )
          

---------------------------------

        

---------------------------------
Ready for the edge of your seat?  Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.   
     
                               

       
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 

Kirim email ke