============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Kok ora diajari, carane narik kresek ireng................sing penting kuwi
nek mancing nyang laut, ora mabuk, lan semangat tetap dijaga. Artine..oleh
opo ora, yo tetep semangat. JB72
Antonius
Subarkah To: [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED] cc:
om> Subject: Re: [debritto] Mohon petunjuk
Sent by: mancing di Selat Sunda
debritto-owner@
dejava.com
07/20/01 04:53
PM
Please respond
to debritto
============================================
Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
============================================
Wah, pinter tenan Mas Ary iki.
Makasih buuuaaanyak, sekuuuuuuali. Nanti kalau saya
disuruh nggarap liputan khusus tentang mancing di
laut, sampeyan pasti akan menjadi orang pertama yang
saya uber-uber.
Biarin Mas Jo nesu, ilmune sampeyan bocorin di sini,
tapi ini memang sangat berguna bagi kami-kami.
Sebenarnya di kantor saya juga ada klub mancing di
laut, tapi saya nggak pernah mau ikut. Berkat
penawaran jasa baik Mas Jo, juga iming-iming Mas
Gandung saya jadi tertarik saya akan jadi pemancing.
Makasih Ary ya.
salam,
awe
--- Aryanto Purnomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ============================================
> Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
> ============================================
>
>
> Mas Awe,
>
> Kalau menggunakan umpan yang efektif tur mesti
> dimakan ikan cara gampangnya
> adalah menyesuaikan dengan makanan alami ikan
> setempat.
> Pengalaman saya, kalau sok tahu malah biasanya nggak
> menghasilkan.
> Biasanya, kalau saya mancing di tempat baru, saya
> nggak bawa umpan. Tapi
> nanti cari di tempat berdasarkan keterangan nelayan
> setempat. Rangkaian
> pancing juga menyesuaikan dengan kebiasaan nelayan
> setempat, karena
> kasusnya sama, nek sok tahu malah nggak
> menghasilkan.
>
> Ning, biasane kalau di laut yang paling efektif
> adalah umpan hidup. Kalau
> umpan mati yang standar internasional paling udang
> kupas atau fillet cumi.
> Yang lain-lain sangat menyesuaikan dengan kondisi
> setempat, arus, kualitas
> air, dll.
> Contoh saja, kalau kita mancing di selat sunda/pulau
> seribu paling efektif
> kalau kita bisa menyediakan rebon. Sedangkan di laut
> selatan, rebon sama
> sekali tidak efektif. Bahkan di Tegal, rebon bisa
> diganti dengan nasi
> putih... (bola-bali nek iwak ndeso....diwenehi
> panganan enak ora doyan....
> ). Kalau di pantai selatan (daerah Parang tritis -
> Baron, Sadeng, dll)
> malah sangat efektif kalau pakai undur-undur sing
> digawe peyek, cacing
> laut, belut laut, atau tawes/tombro mati. Bahkan
> kalau di Cipatujah (Tasik
> Selatan), nelayan disana cuma pakai batere ABC hitam
> yang kecil untuk
> mancing tengiri. Di Banda untuk mancing tongkol
> pakai kertas grenjeng. Di
> P. Seribu untuk mancing kue gerong pakai tali rafia
> kuning disisir
> halus....
>
> Untuk umpan palsu, sangat tergantung dengan jenis
> ikan, kualitas air dan
> cuaca. Tidak semua jenis ikan bisa dipancing dengan
> umpan palsu. Biasanya
> yang bisa adalah ikan pelagis.... artinya, ikan yang
> hidupnya di tengah -
> permukaan air. Misalnya gerong, tongkol, marlin,
> tengiri, dll. Sedangkan
> ikan dasar seperti kerapu, kakap merah, dll sulit
> dipancing dengan umpan
> palsu kecuali nek bener-bener ngelih tur kepepet
> utawa sial...
> Patokannya : semakin keruh airnya kita pakai warna
> yang nge-jreng seperti
> kuning, orange, dll. Kalau airnya jernih, pakai
> umpan yang warnanya seperti
> warna ikan alami. Kalau kondisi airnya
> keputih-putihan kaya air kapur
> jangan harap bisa mancing pakai umpan palsu....
> dijamin blong.... Disamping
> itu, kita juga harus memperhatikan lokasi mancing
> serta kecepatan kapal.
> Kalau mancing dengan umpan palsu harus sangat-sangat
> expert dan kerjasama
> antara pemancing + crew kapal harus bagus. Artinya,
> arah dan kecepatan
> kapal juga mempengaruhi kemungkinan umpan dimakan
> ikan, waktu fighting
> kalau arah kapal nggak bener juga bikin ikan
> lepas.... Singkatnya njlimet
> tur larang ongkose....
>
> Khusus untuk Selat Sunda, untuk umpan bisa pakai
> yang standar : udang
> kupas, udang hidup, kembung hidup, fillet cumi atau
> fillet kembung bisa
> dipakai. Lebih bagus kalau ada rebon.
> Kalau mau pakai umpan palsu, sediakan saja Rapala
> Magnum ukuran 9 - 14 cm
> warna orange, merah-putih, atau hijau.
> Bisa juga pakai King Getter warna silver. Atau mau
> coba produk baru merk
> Yozuri, tapi saya sendiri belum coba
> ke-efektifannya. Kalau yang
> di-iklankan di TV malah nggak terlalu efektif dibuat
> mancing di sini,
> karena produk itu sebenarnya untuk air tawar di
> Ngamerika sana...
> Untuk senar, sing pasti jangan pakai yang
> warna-warni. Tapi yang standar
> saja, putih transparan, kuning, atau hijau abu-abu.
> Kekuatan senar
> terserah.... makin kuat (diameter besar) semakin
> sebentar tarik-ulurnya
> tapi sensitivitasnya kurang. Makin tipis makin
> sensitive tapi besar
> kemungkinan putusnya kalau fightingnya nggak bener.
> Ndak perlu pakai joran atau reel... waton digulung
> nang kelosan ya bisa
> paling-paling tangannya yang kebeset-beset. Ukuran
> mata pancing bebas...
> makin besar ukurane yang makan ikan besar juga.
> Makin kecil semua ikan bisa
> nyanthol, tapi kalau yang makan pas iwak gedhe malah
> biasane ucul...
> Karakteristik selat sunda yang khas adalah arusnya
> yang sangat kuat dan
> lautnya dalam (bisa sampai 80 m -- yang di sekitar
> P. Rakata).. jadi
> sediakan bandul minimal 1 ons.... (kadangkala kita
> harus pakai bandul 0.5
> kg) dan senar yang agak panjang, minimal 200 meter
> buat spare kalau harus
> fighting dengan ikan besar...
>
> Satu hal lagi, jangan nuruti saya.... wong saya
> koleksi kok.... dadine opo
> wae tak tuku...he.he.hehe..
>
> begitu...
> salam
> ary
>
>
>
>
>
> Antonius
>
> Subarkah To:
> [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED] cc:
>
> om> Subject:
> Re: [debritto] Mohon petunjuk
> Sent by: mancing
> di Selat Sunda
> debritto-owner@
>
> dejava.com
>
>
>
>
>
> 20-07-2001
>
> 11:26 AM
>
> Please respond
>
> to debritto
>
>
>
>
>
>
>
>
> ============================================
> Mailinglist debritto : [EMAIL PROTECTED]
> ============================================
>
>
> Kalau Mas Gandung ngaku memiliki reputasi pemancing
> Gajah Wong River, saya mungkin lebih buruk lagi ...
> sungai yang tidak ada namanya yang kalau musim
> kemarau
> kering airnya.
> Tentang joran dan perlengkapannya sudah dibahas
> panjang lebar oleh Mas Koer, Danang dll., yang
> intinya
> mengatakan jangan keliru bawa joran pancing empang,
> kalau terpaksapun bawa senar berikut pancing dan
> bandulnya-pun lebih baik. Minimal saiki aku wis duwe
> senar, bekas senar layangane anakku.
>
> Nah, sekarang yang penting juga umpan.
> Kalau selama ini Mas Jo dan Mas Koer saling melempar
> udang rebon, bagi saya ya kurang bisa dihayati.
> Paling
> yo mung iso melu nggoyoni, kok Mas Jo ora golek
> udang
> kemisan wae.
>
> Pertanyaan saya, adakah jenis umpan yang lain yang
> bisa diupayakan sendiri (ngertiku yo mung upo karo
> cacing)? Saya pernah lihat di-TV, seperti umpan
> sintetis (istilahe ora ngerti, batu baterai dienggo
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get personalized email addresses from Yahoo! Mail
http://personal.mail.yahoo.com/