Sdr. Vajradeva,
Pemikiran yang membeda-bedakan T dan M seharusnya sudah jauh ditinggalkan. Karena masalah yang kita hadapi sebenarnya jauh lebih besar daripada dikotomi T dan M.
Selama ini banyak umat Buddha yang berbicara tentang keunggulan Buddha Dharma, tentang cinta kasih universal, tentang harapan 'semoga semua mahluk berbahagia', dll. Tetapi semuanya itu jauh tinggi di awang2, kita hanya jago teori yang praktiknya jauh tertinggal.
Salah satu yang dicoba dirintis di milis ini adalah belajar dan mempraktikkan Socially Engaged Buddhism, belajar menjadi umat Buddha yang 'menginjak bumi', tanpa membeda-bedakan T dan M.
Setahu saya, tokoh2 Buddhis yang mengusung konsep SEB pun terdiri dari berbagai kalangan, antara lain: Thich Nath Hahn, Sulak Sivaraksa, Zhengyan Fashi, HH Dalai Lama, Ariyaratne, Daisaku Ikeda.
 
Deva <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear all members,

Haaa, emangnya ada yah bhiksu mahayana yang hidup sederhana? Sorry yah aku baru dengar, hebat juga yah!!

Setahu aku sih yang sering digembar-gemborin cuma bhikkhu theravada aja yang ada ngejalanin hidup sederhana, meditasi di utan, nyampe jhana segala, sampe berhari-hari.

Karena setahu aku Bhiksu mahayana sih cuma tung-tung ceng doang sih, mewah lagi hidupnya.

Thank you berat, mata aku baru terbuka, kalo ada juga bhiksu mahayana yang menjalani hidup sederhana.

OH iya apa lu gak salah info nech???????

With love

vajradeva orang bingung

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke