=============================================== Untuk Mengurangi Stress, meditasilah ! Oleh: Bill Moyers ----------------------------------------------- (Sumber: Psychology Today, Jul/Aug 93, Document ID: 1649) Diterjemahkan oleh : Louis L. ===============================================
Jon Kabat-Zinn, Ph.D., Direktur Klinik Penanganan Stress di Pusat Medis Universitas Massachusset, dikenal di dunia international dengan karya-nya menggunakan meditasi untuk menolong pasien medis yang menderita kesakitan kronis dan penyakit berhubungan dengan stress. Barangkali yang lebih penting, ia membawa kepada perhatian keilmuan tentang pikiran/tubuh menjadi bersentuhan dengan puisi dan juga penerapan praktis, memberikan pada kita bagaimana dan mengapa tentang meditasi sebagai suatu cara hidup, suatu sumber dari stabilitas dan wawasan terang. Dalam wawancara dengan Bill Moyers, Kabat-Zinn menguraikan meditasi sebagai suatu cara hidup, suatu sumber dari stabilitas dan wawasan terang Bill Moyers: Bagaimana reaksi pasien ketika anda mulai berbicara tentang meditasi kepada mereka? Jon Kabat-Zinn: Salah satu pertanyaan yang mesti kami jawab dari awalnya adalah: "Apakah ini begitu aneh sehingga tak seorangpun mungkin mau untuk melakukannya? Orang mungkin berkata. "Apa sih yang kau bicarakan? Meditasi? Yoga? Yang benar saja!" Meditasi belum pernah dicoba sebelumnya di pusat medis, jadi kami tidak tahu apakah masyarakat Amerika dapat menerima sebuah klinik yang bersandar pada pelatihan intensif disiplin meditasi. Dokter-dokter merujuk pasien mereka pada kami untuk berbagai permasalahan nyata. Orang-orang ini sama sekali tidak tertarik pada meditasi, atau yoga, atau swami, atau master Zen atau pencerahan. Mereka menderita, dan mereka datang karena mau mendapatkan kesembuhan dari penderitaan, dan mereka ingin mengurangi stress. Satu alasan orang menjalani program kami adalah karena tidak ada suatupun yang mistis disini. Ini bukan sesuatu yang eksotik. Meditasi hanya mengenai perhatian dengan cara tertentu. Ini sesuatu yang kita semua dapat lakukan. BM: Saya bertanya-tanya kalau progam anda dapat begitu sukses bila dinama-kan "Pelatihan Meditasi" daripada denganm nama "Klinik Mengurangi Stress" JK-Z: Oh, saya bisa jamin ini tidak bisa. Siapa yang mau datang ke kelas meditasi? Namun ketika orang berjalan di dalam area rumah sakit ini, dan melihat tanda "Relaksasi dan Mengurangi Stress" mereka berkata, "Ah, ini bisa bermanfaat buatku". Lalu meditasi menjadi masuk akal, karena kita mencoba mengali inti dari bagaimana bekerja dengan pikiran yang gundah, yakni dengan kondisi relakasasi yang mendalam. BM: Ini membuat saya bertanya-tanya, apakah kita berbicara tentang kekuatan placebo. Orang berpikir ini bekerja, mereka menjadi lebih baik walaupun tidak begitu yakin apa yang sedang terjadi. JK-Z: Mengapa tidak? Saya menyambut perubahan yang hadir. Sebuah cara melihat meditasi adalah sebagai suatu bentuk teknologi intra- psikis yang telah dikembangkan sejak lebih beribu tahun silam oleh tradisi yang mengetahui banyak tentang hubungan pikiran dan tubuh. Menamakan sesuatu yang terjadi sebagai "effek placebo" adalah menamakan sesuatu yang tidak dipahami. Kalau seseorang berpengharapan besar sesuatu untuk terjadi, pengharapan itu sendiri mungkin berguna. Kita meminta orang-orang melakukan banyak kerja keras, jadi kami berharap mereka memulai-nya dengan sikap positif � walau ini mungkin berakibat dipandang sebagai suatu placebo. Namun sesungguhnya, orang lebih sering memulai dengan sikap negatif. Kami meminta mereka untuk mencoba menunda penilain-penilaian dan untuk tidak begitu keras mencoba untuk dijakinkan bahwa mereka tidak dapat mengamati nafas dan pikiran. BM: Bagaimana kolega medis seperti � Dokter jantung dan Dokter bedah otak menanggapi anda dan upaya anda? JK-Z: Kami mendapat pasien dari mereka semua, banyak diantaranya datang sendiri. Mereka merasa bukti-bukti semakin nyata, dan apa yang perlu dilakukan adalah mengali hal ini dengan lebih mendalam. Pernyataan pikiran dan tubuh adalah dua sisi dari keping uang logam yang sama � bersumber dari asal-mulanya ilmu kedokteran. Sebagian besar dari sejarah-nya praktek tidaklah terpisah dari aspek lain kehidupan manusia. BM: Itukah sebabnya engkau memulai dengan sesuatu yang begitu mudah dan sesederhana seperti memakan sebuah kismis? JK-Z: Ya. Maksud pelatihan ini adalah untuk menjawab tantangan segala pemikiran orang-orang tentang apa itu meditasi. Kami ingin menyingkirkan ide-ide tersebut dari awal-nya. Jadi kami berkata, "Latihan pertama bukanlah pernafasan; bukan duduk dalam posisi lotus penuh dan berpura-pura seolah-olah kamu sebuah patung di museum, atau berdiri dengan kepala. Kita Cuma akan makan sebuah kismis � hanya makan dengan penuh perhatian, dengan kesadaran". Lihatlah pada kismis � rasakan ditangan anda, ciumlah aromanya, dan dengan kesadaran bawalah perlahan menuju mulut, dan sadarilah air- liur segera muncul sesaat kismis dibawa ke mulut. Kemudian kismis masuk kedalam mulut, dan anda mulai menyadari kita biasa-nya makan secara otomatis. Dari sini adalah lompatan kecil menyadari kita tidak bersentuhan dengan banyak momen-momen hidup, karena begitu sibuk terburu-buru ditempat yang lain. BM: dan bukankan kemudian kembali kepada nafas untuk alasan yang sama � memberikan pikiran sesuatu untuk menjadi objek konsentrasi? JK-Z: Ya, sungguh tepat. Setelah pelatihan kismis, orang mulai menjadi sadar bahwa tidak ada suatu sulap dengan kondisi perhatian penuh. Seringkali kita melakukan banyak hal lain ketika makan � membaca, berbicara, nonton TV. Memperlambat dan benar-benar mengecap rasa makan membantu membawa pada saat sekarang. Lalu kita beralih dari makan penuh perhatian ke pernafasan, " Sekarang, rasakan nafas dengan cara yang sama". Beberapa orang bertanya ,"mengapa perhatian pada nafas? Ini begitu tidak menarik". Kataku , "Well, kalau ini begitu tidak menarik, mari coba percobaan berikut. Jepitlah ibu jari dan telunjuk anda ke hidung seperti ini, dan mulut tetap tertutup. Nah, sekarang coba kita lihat berapa lama sebelum nafas kembali menjadi sesuatu yang menarik". Ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama. Kita tidak menghargai beberapa hal yang sangat berharga bagi hidup kita. Nafas adalah inti dari semua aspek pelatihan meditasi. Ini adalah tempat yang bagus sebagai focus dalam melatih pikiran menjadi tenang dan terpusat. Begitu menjalani kesadaran dalam nafas, reaksi yang sama seringkali muncul sebagaimana saat makan kismis dengan penuh perhatian: "Wow, saya baru menyadari nafas ternyata adalah pengalaman yang begitu kaya". BM: Apakah maksud anda adalah pikiran tidak seharusnya berkeliaran, atau berkelana atau pikiran tidak boleh terusik oleh hal-hal lain? JK_Z: Tidak, itu bukan yang saya nyatakan. Pikiran yang berkelana adalah hal yang normal terjadi. Namun dari sudut pandang meditasi, pikiran dalam kondisi normal adalah sangat dibawah optimal. Lebih sebagai tidur daripada sadar. Pikiran berada ditempat lain, sementara tubuh ada disini. Dalam kondisi demikian, engkau tak dapat berfungsi secara prima. Olah-ragawan manapun bisa menjelaskan ini pada-mu. Pikiran yang masih belum berkembang atau terlatih adalah amat terpecah-pecah. Itu adalah kondisi keseharian normal, namun hal ini mengakibatkan kita tidak lagi bersentuhan dengan banyak hal dalam hidup, termasuk dengan tubuh/badan kita. (bersambung) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
