BM: Apakah tujuan meditasi untuk melambatkan pikiran?

JK-Z:  Saya akan mengatakan bahwa tidak ada tujuan dalam meditasi. 
Begitu engkau meletakan suatu tujuan, engkau menjadikan-nya hanya 
suatu aktifitas lain untuk menuju kesuatu tempat atau mencapai suatu 
tujuan.

BM:  Tapi perusahaan asuransi tidak akan mengcover pasien-pasien 
yang ada disini demi tidak ada tujuan.

JK-Z: Iya sih. Yang mengikuti program kami semua-nya di rujuk oleh 
dokter mereka, supaya kondisi mereka dapat membaik. Namun paradox-
nya, mereka justru akan membuat kemajuan lebih besar bila mereka 
tidak mengejar untuk mencoba mencapai sesuatu, dan hanya belajar 
melalui pelaksanaan meditasi untuk mengalami momen-momen sebagaimana 
momen itu merekah.

BM: Apa kaitan-nya ini dengan stress dan penyembuhan, justru inilah 
alasan mereka disini dan mengapa biaya program yang dibayar bisa 
dikembalikan?

JK-Z:  Kenyataan yang muncul, relaksasi fisiologi mendalam yang 
mendampingi meditasi, hal ini sendiri, adalah penyembuhan. Ketika 
saya memulai program ini di tahun 1989, ide-nya untuk mengeksplorasi 
kemungkinan mengadakan pelayanan klinik di pusat medis utama yang 
menampung mereka yang terlontar dari retakan system pelayanan 
kesehatan, dan menantang mereka untuk melakukan sesuatu untuk diri 
mereka sendiri sebagai komplemen dari penanganan medis mereka.

Ide awal-nya bukan untuk menyembuhkan, akan tetapi untuk membantu 
mereka meng-akses sumberdaya di-dalam diri mereka bagi penyembuhan, 
menenangkan pikiran, dan berfungsi lebih efektip dalam hidup, dan 
membantu mereka mengembangkan strategi dan sumberdaya untuk 
menghasilkan pilihan-pilihan yang lebih fleksibel dan masuk akal 
sewaktu dalam tekanan, menangani stress, merasa lebih baik dengan 
tubuh mereka, dan lebih terlibat dalam hidup. Kami ingin melihat 
apakan sumberdaya di dalam-diri mempunyai effek terhadap kondisi 
medis kronis, dan kenyataan-nya begitulah, dan orang-orang membaik 
dalam banyak cara.

Mengukur efek dari program kami adalah cerita yang berbeda.  Butuh 
waktu berpuluh-tahun bagi ilmu pengetahuan untuk mendapatkan inti 
dasar dari apa itu memasuki kondisi relaksasi mendalam, dan merubah 
relasi seseorang dengan tubuh-nya dalam konteks apa yang sungguh 
dialami.

BM: Bagaimana anda menjabarkan penyembuhan pikiran/tubuh?

JK-Z:  Beberapa ratus tahun belakangan kita cenderung melihat 
penyakit sebagai kurang lebih sebagai fungsi fisik tubuh, dan 
melihat pemikiran, perasaan, emosi, dan interaksi social sebagai 
berada dalam ruang cakupan pikiran.  Kita berpikir proses penyakit 
tidak punya kaitan apapun dengan pikiran. Sebagai contoh, kalau anda 
terkena infeksi-bakteri, bagaimana perasaan anda tentang infesi 
tidak punya pengaruh apapun- sebaliknya penicillin dapat berpengaruh 
besar. Dalam model ini, engkau di-diagnose apa masalahnya dengan 
tubuh, obati, lalu lanjutkan perjalanan hidupmu.

Namun, sewaktu kita mulai melihat penyakit kronis seperti kanker dan 
sakit Jantung, yang bukan penyakit infeksi, kita melihat lebih 
banyak fakta bagaimana kita menjalani hidup kita, bagaimana kita 
berpikir, dan merasa selama masa hidup ini, mempunyai pengaruh 
terhadap jenis-jenis penyakit kita.  Jadi keterkaitan pikiran/tubuh 
sesungguhnya lebih kepada memahami bahwasanya pikiran dan tubuh 
hanya terpisah secara semu, dan keduanya selalu bersama-sama, dan 
interasi mereka saling mempengaruhi satu sama lain.  Pemikiran ini 
tidak baru � pemikiran ini sama tua-nya dengan dunia pengobatan. 
Saya pikir apa yang baru adalah memperkenalkan-nya pada ilmu 
pengobatan Barat modern.

BM: Mengapa reuni pikiran dan tubuh sekarang?

JK-Z: Alasan terutama karena beberapa perkembangan sangat menarik 
terjadi di dunia keilmuan sehingga memaksa kita untuk melihat ulang 
pada topic ini. Juga, kita telah mencapai suatu limit dalam hal apa 
yang ilmu kedokteran dapat lakukan. Orang Amerika cenderung 
mengharapkan kedokteran dapat menyembuhkan segalanya- namun ilmu 
kedokteran dapat memenuhinya jauh dari pengharapan. Kita juga 
berharap untuk mengerti segalanya � namun kita bahkan tidak tahu apa 
itu pikiran, walau kita tahu kita semua memilikinya.

BM: Tetapi apakah anda bermaksud mengatakan perusahaan asuransi akan 
membayar untuk mu mengajarkan orang orang untuk mengenai diri-nya 
sendiri?

JK-Z: Well, kalau memiliki nilai therapy, mengapa tidak? Ini jauh 
lebih murah daripada membedah dan membuka dada mereka. Ilmu 
pengobatan telah mencapai batas kenaikan pengeluaran/biaya namun 
dengan hasil penurunan pendapatan/penyembuhan. Sebagian dari 
permasalah adalah suatu factor penting hilang di dunia pengobatan: 
partisipasi aktif dari pasien. Disinilah optimisasi keterkaitan 
pikiran/tubuh memegang peran kunci, dan juga biayanya murah di 
kantong.

Kalau memungkinkan mengajar orang-orang untuk me-regulasi diri, 
sehingga misal-nya mereka tidak menjadi sering panik, tekan darah-
nya menjadi ngak terlalu sering bergairah dalam kondisi stress, dan 
mereka dapat menangani rasa sakit mereka dengan sedemikian cara 
sehingga mereka tidak lagi-lagi perlu digiring ke ruang gawat-
dalurat, atau diberikan obat-obatan,  dapat anda bayangkan berapa 
banyak uang yang dihemat? Jadi ini sepenuhnya menjadi kepentingan 
penyedia pelayanan kesehatan dan perusahaan asuransi untuk mendukung 
upaya seperti ini.

Banyak klinik mulai memberi tantangan pada pasien untuk melihat apa 
yang dapat mereka sendiri upayakan sebagai pelengkap dari pengobatan 
medis. Saya pernah melihat seseorang berusia sembilan puluhan dan 
sangat-sangat sehat, ataupun orang di usia tiga-puluhan tapi 
kesehatan-nya ambrul-adul. Kalau anda mempunyai semacam kendali-
didalam, anda bisa sangat terbebas dari biaya dalam system 
kesehatan, dan terbebas dari banyak kesedihan. 

BM:  Maksud anda teknik pengobatan yang memberdayakan saya untuk 
dapat memiliki kendali pada kebiasaan dan prilaku saya menjadi lebih 
sehat?

JK-Z: Benar, dan saya pikir salah satu alasan klinik-klinik seperti 
ini menghasilkan tingkat kepuasan pasien begitu tinggi adalah karena 
kita menjadikannya menyenangkan. Meditasi menjadi begitu mengasikan 
sehingga engkau ingin terus mejalaninya. Ini merupakan bagian dari 
pengembangan diri, mengembangan kapasitas dalam diri untuk menjadi 
diri yang sepenuhnya.

Terdapat nilai-nilai dari disiplin berkaitan dengan teknik 
pikiran/tubuh yang memberdayakan seseorang, dan pada saat yang 
bersamaan, pendalaman dan perluasan perspektip nilai dari keberadaan 
tubuh dan perawatan-nya dengan pendekatan tertentu. Saya pikir 
dokter manapun akan menghargai pasien dengan pandangan demikian 
karena ini akan membantu dokter merawat pasien sebaik-baiknya yang 
dapat ia lakukan.

BM: Apakah pada akhirnya meditasi hanya menjadi sekedar plester-
luka, sesuatu yang saya tempelkan ketika saya mula merasa perasaan 
ngak enak?

JK-Z: Banyak orang berpikir demikian akan meditasi. "Saya belajar 
sedikit teknik meditasi, dan ketika keadaan menjadi begitu stress, 
saya gunakan sedikit teknik-ku dan menjadi relaks". Mereka berpikir 
meditasi adalah sesuatu untuk digunakan ketika anda mememerlukannya.

Sesungguhnya, meditasi lebih tepat di definisikan sebagai `cara-
hidup'. Ini seperti mengenakan parasut. Anda tidak mulai mengenakan 
parasut ketika anda hendak melompat dari pesawat.  Parasut sudah 
dikenakan di pagi, siang, dan malam, setiap hari, jadi ketika anda 
membutuhkannya, ia sudah berada disana menahan beban diri anda. 
Engkau perlu menyisihkan sebagian waktu setiap hari waktu untuk diri-
sendiri. Dan ketika keadaan stess muncul, anda memiliki kerangka-
kerja untuk menanganinya dan sebuah bendungan  ketenangan dalam 
diri, dan stabilitas, dan wawasan terang.

Ringkasan dari  Bill Moyer's Healing and the Mind  (Doubleday;1993). 
Copyright 1993 tulisan Bill Moyers.

Pelatihan Dasar Meditasi
1. Duduk dengan penuh kesadarn dan postur tubuh relaks sehingga anda 
tetap nyaman dalam keadaan tidak bergerak. (Engkau dapat duduk di 
kursi, punggung lurus dengan telapak kaki menyentuh lantai, atau 
duduk di bantal setebal sekitar 8 � 16 cm)

2. Upayakan tubuh bagian belakang, leher dan kepala segaris lurus, 
bahu anda dalam keadaan relaks dan letakan tangan anda di tempat 
yang nyaman (biasanya di lutut).

3. Letakan perhatian pada pernafasan. Amati nafas masuk dan nafas 
keluar. Berikan perhatian penuh pada perasan dari udara ketika ia 
bergerak masuk dan keluar. Begitu anda mendapatkan perhatian 
berpindah ke hal lain, catat-lah, dan biarlah ia berlalu, dan dengan 
lembut gandenglah perhatian kembali pada pernafasan, kembali pada 
naik dan turun perut.

4. Ketika engkau telah dapat mempertahankan perhatian pada 
pernafasan, cobalah untuk memperluasan cakupan kesadaran "sekitar" 
perut sampai mencakup perasaan tubuh anda keseluruhannya.

5. Pertahankan kesadaran tubuh duduk dan bernafas, dan ketika 
pikiran berkelana, bawalah kembali pada kesadaran duduk dan bernafas.

= Selesai =





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke