--- In [email protected], "Wulandari" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Anda menyatakan negara sebagai pemerintah, saya melihat negara adalah rakyat. >
Anda benar, saya salah. > Saya tidak bisa bilang rakyat Jepang itu Buddhis yg benar-benar Buddhis. Tetapi kesederhanaan rakyat Myanmar (Golden Land) membawa me > Lho, rakyat Myanmar itu bahagia karena praktik Buddhis, sedang pemerintahnya tidak praktik Buddhis (serakah). > kalau ini Anda pasti bingung menjawabnya.... Thailand. Negara dengan dua sisi. Di satu sisi negara ini memiliki tingkat pelacuran yang tinggi dan drugs juga. mayoritas buddhis. So.....? Tapi mengatakan Thailand itu seperti Jepang yang mungkin bukan benar-benar buddhis juga susah. Soalnya Thailand adalah pusat Buddhis Theravada yang "kata orang" paling mendekati ajaran Siddharta itu sendiri. Di Thailand, kehidupan bikku2nya ( disiplin vinayanya ) sangat bagus. Makanya mengklaim buddhis itu buruk karena tingginya pelacuran atau drugs di Thailand yang mayoritas buddhis itu adalah konyol. Seperti mengklaim rakyat Myanmar hidup bahagia karena praktik buddhis. Dengan gampang saya bisa mencari contoh negara yang mayoritas pemeluk agama X, dan memiliki tingkat kejahatan seperti Thailand dan negara yang mayoritas pemeluk agama X tapi ekonomi tidak terlalu maju, tapi memiliki tingkat kebahagiaan yang cukup baik seperti Myanmar. Mungkin faktor yang membedakan Thailand dan Myanmar ( walaupun kedua-duanya mayoritas buddhis ) adalah faktor ekonomi. Mungkin betul kata orang, semakin tinggi tingkat ekonomi, semakin tinggi tingkat kriminal. sekadar opini dari mahasiswa yang sok tau. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Would you Help a Child in need? It is easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/0Z9NuA/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
