Namaste,
Rekan-rekan se-Dhamma,
Membahas mengenai kelahiran Pangeran Siddhattha memang sangat
menarik. Tetapi janganlah menjadi suatu permasalahan yang besar.
Apakah kelahiran Pangeran Siddhattha adalah mitos atau sejarah,
tergantung dari mana seseorang memandang dan juga tergantung
kemampuan seseorang melihat kebenaran.
Jika kita bukanlah seseorang yang memiliki kemampuan untuk melihat
masa lampau, maka kita tidak akan bisa melihat kebenaran yang terjadi
pada masa itu dengan mata kepala sendiri. Sehingga kita tidak bisa
mengatakan secara pasti, secara benar apa yang terjadi. Di antara
kita mungkin akan mengajukan beberapa teks sutta. Hal ini pun tidak
bisa dijadikan suatu kepastian karena teks sutta tersebut juga perlu
kita pastikan terlebih dulu kebenarannya. Dan sekali lagi kita juga
tidak tahu pasti bagaimana teks sutta itu ditulis, disusun, bahkan
ketika Y.A Ananda menguraikannya, serta apa yang teradi pada teks
tersebut selama 2500 tahun.
Kita mengatakan kelahiran Pangeran Siddhattha diselubungi dengan
mitos jika kita memandang dan membandingkan beberapa peristiwa pada
kelahiran Pangeran Siddhattha dengan peristiwa yang tidak pernah kita
lihat pada masa sekarang. Tidak pernah dilihat oleh kita pada masa
sekarang, bukan berarti tidak pernah ada. Kita tidak pernah lihat
dinosaurus di jalan, bukan berarti dinosaurus tidak pernah ada.
Keberadaan dinosaurus pada masa lampau dapat dipastikan melalui
penemuan dan penelitian yang menggunakan peralatan-peralatan modern.
Jika kita ingin memastikan kelahiran Pangeran Siddhattha kita harus
memiliki peralatan. Ada 2 peralatan yang bisa memastikan, yaitu mesin
waktu dan batin yang tercerahkan.
Jika ada mesin waktu kita bisa memastikan apakah ketika Pangeran
Siddhattha lahir disertai gempa atau tidak, apakah bunga bermekaran,
hujan panas dingin, dan lain-lain seperti yang dikisahkan dalam
Sutta. Tapi alat ini memiliki kekurangan, yaitu tidak bisa membuktikan
keberadaan dewa yang menyambut Pangeran Siddhattha. Pada masa ini
adakah alat ini ?
Alat kedua adalah batin yang tercerahkan, batin yang terlepas dari
belenggu ketidaktahuan. Dengan alat ini kita dapat mengungkap semua
pertanyaan dan membuktikannya.Pertanyaannya adakah alat ini ? Jika
ada bagaimana menjalankannya ? Dalam setiap diri manusia memiliki alat
ini, dan Jalan Mulia Berunsur Delapan cara menemukannya. Bagaimana
membuktikan Jalan ini bisa membuat alat tersebut ? Kita tidak akan
bisa membuat dan membuktikannya jika kita tidak mencoba menjalankan
Jalan Mulia Berunsur Delapan.
Singkatnya kita tidak tahu pasti, sehingga kita tidak bisa mengatakan
dengan pasti pula "ya itu mitos" atau "ya itu
sejarah.". Untuk itu kita harus mendapatkan alat-alat di atas terlebih
dulu untuk memastikannya.
Satu Sutta yang seharusnya dipegang erat oleh umat Buddha yaitu
Kalama Sutta yang mengajarkan untuk tidak pecaya begitu saja sebelum
dibuktikan kebenarannya. Sedangkan kebenaran yang terkandung dalam
Kalama Sutta sendiri sudah terbukti ampuh untuk menghilangkan
keyakinan membabibuta dan menjadikan diri kita memiliki pandangan
yang terbuka dan luas serta menghilangkan ketahayulan. Dan sikap yang
diajarkan dalam Kalama Sutta juga dilakukan oleh para scientist
modern untuk menemukan kebenaran dalam fenomena alam.
Lalu bagaimana sikap kita seharusnya terhadap kisah kelahiran
Pangeran Siddhattha ? Jika kita menganggap apa yang terjadi dalam
kelahiran Pangeran Siddhattha sebagai mitos, maka percayalah demikian,
tetapi jangan meYAKINinya sebagai mitos, karena percaya bukan berarti
meyakini. Jika kita menganggap apa yang terjadi dalam kelahiran
Pangeran Siddhattha sebagai sejarah, maka percayalah demikian, tetapi
jangan meYAKINinya sebagai sejarah, karena percaya berbeda dengan
YAKIN. Sikap lainnya adalah mengesampingkan kisah kelahiran Pangeran
Siddhattha, karena benar atau tidak, mitos atau sejarah, kisah
kelahiran Pangeran Siddhattha tidak ada pengaruhnya sama sekali
terhadap Ajaran Inti Guru Buddha.
Demikian pandangan saya.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih,
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta
sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/