Bagi saya artikel tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Karena setiap orang berhak mengajukan hipotesa atas sesuatu, yang justru menambah wawasan kita. Kita akan kesulitan untuk mencari kebenaran yang sudah 2500 tahun lebih. Kita hanya tahu dari Tripitaka, yang dari sekian banyak, kita hanya tahu beberapa saja. Toh intinya saja cuma ini : tidak melakukan kejahatan, perbuatlah kebajikan, sucikan hati dan pikiran. Ini saja.
 
Semoga dengan semakin mendalami buddhism
kita akan semakin bijaksana dan berwawasan luas.
 
 
peace
 
 
Giri
 
 
 
----- Original Message -----
From: D.Arief
Dear all,

Mengikuti diskusi tentang cerita (ataukah fakta?) tentang Kelahiran Buddha,
kok saya jadi teringat akan cerita terpilihnya Patriakh ke VI Hui Neng.
Dari sekian ribu pengikut Patriakh ke V, semuanya melihat kedalaman dan
kebenaran puisinya Hui Neng, walaupun sebelumnya mereka juga yakin akan
kedalaman dan kebenaran puisinya murid utama Patriakh ke V.
Akan tetapi dari cerita tersebut, tampaknya hanya ada dua orang yang
menghayati puisinya Hui Neng, yaitu Patriakh ke V dan Hui Neng sendiri.

Tampaknya buat tahu yang 'sebenarnya' itu tidak seru dan juga jadi tidak
'membumi'. Tidak akan ada lagi semangat juang untuk memperjuangkan kebenaran
dan menegakkan ajaran. Tidak akan ada lagi harapan-harapan. Tidak akan ada
lagi mimpi yang indah.

Mettacittena,
D.Arief





Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke