Namo Buddhaya,
Benar sekali perkataan sdri.Widiawati, sdra Huang di tampaknya sering
dan senang sekali berbicara kasar, walaupun mungkin tidak ada maksud
utk berkata kasar. Tapi kata2 kasar tetap saja kata2 kasar.
Kita harus menyadari dimana, dan dgn siapa kita berbicara /
menuliskan kata2 anda. Dgn demikian pemakaian kata2 bisa kita
sesuaikan.
Saya harap sdra.Huang di bisa memperbaiki diri, shg kata2nya tidak
lagi kasar.
swati hotu,
CFR
--- In [email protected], "widiawati padmatjandra"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Maaf ya,lama2 saya cape lho membaca mail anda yang suka memaki
orang.
> Boleh aja protes,yang enak dong,jangan yang bikin dongkol.
> Padahal bukan saya yang dituju,tapi setiap membaca mail yang
> kelewatan,sesudahnya saya merasa resah.
>
> Bertutur kata yang baik dan benar,rasanya lebih bisa menyampaikan
apa yang
> akan diungkapkan.
>
> Bagaimana,moderator?
> ----- Original Message -----
> From: "Huangdi_98" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Monday, April 25, 2005 10:17 AM
> Subject: [Dharmajala] Re: Kelahiran Buddha - mitos atau manipulasi?
>
>
> >
> >
> > GILEEEEEEEEEEEEEEeee
> > gak nyangka ada org nyang getu extreme
> >
> > gue baru nyadar kenapa org2 nyang FANATIK ama AGAMA pasti KAGAK
> > SENENG kalu sejarah AGAMAnya dicompare ame SEJARAH
> >
> > DASAR FANATIK
> >
> > Justru mesti ngeliat pake kacamata nyang bener boekan kacamata
kuda.
> >
> > ANGGEP ada pengaruh dari JAIN atawa MAHAVIRA kek ape kek
> > ITU KHAN GAK NGURANGIN NILAI DHAMMA
> >
> > APE SEKARANG NYANG DISEMBAH2 ITU ASLI BUDDHA RUPANG ?
> > GAKLAH YAOOOOOOOOOOO itu DEWA APOLLO
> >
> > makanya bhiksu BAIZHANG pernah MEREFORMASI
> > SAYANGNYA REFORMASInya lenyap ditelan waktu
> > Padahal REFORMASInya bagus buat NGEJAGA KELANGSUNGAN BUDDHA
DHAMMA.
> >
> > --- In [email protected], King Hian <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> > >
> > > Sdr Fabian,
> > >
> > > Maaf ikut nimbrung.
> > >
> > > Memang benar, kisah kelahiran Pangeran Sidhatta terdapat pada
> > Acchariyabbutadhamma Sutta (Majjhima Nikaya II, 118). Kita juga
bisa
> > membaca kisah yang sangat mirip pada kelahiran Buddha Vipassin di
> > Mahapadana Sutta (Digha Nikaya II, 12).
> > >
> > >
> > >
> > > Yang ingin saya tanyakan: apakah menurut Anda seluruh
> > peristiwa/kisah yang terdapat pada Tipitaka adalah fakta sejarah?
> > Apakah peristiwa/kisah pada Tipitaka tidak mendapat 'tambahan'
> > dongeng/mitos?
> > >
> > >
> > >
> > > Menurut saya, mengkritisi 'dongeng' yang terdapat pada kitab
suci
> > (Tipitaka) bukanlah hal yang buruk, apalagi bermaksud menjelek-
> > jelekkan sang Buddha. Prinsip ehipassiko itu harus diterapkan pada
> > semua hal termasuk kitab suci Tipitaka, bukan hanya pada
> > ucapan/tulisan seorang bhikkhu.
> > >
> > >
> > >
> > > Saya setuju dengan pernyataan Anda bahwa kita jangan menilai
> > seseorang karena gelarnya. Anda memberikan contoh bahwa seorang
> > dokter tidak bisa berdiskusi masalah teknik dengan seorang
insinyur
> > sipil. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa para bhikkhu itu
> > berbeda dalam pemahaman/pengetahuannya. Menurut saya, bukanlah
> > masalah besar jika seorang bhikkhu yang tidak bisa ingat (hafal??)
> > Pancasila, yang penting ia sendiri bisa melaksanakan
kebhikkhuannya
> > (tidak perlu ingat/hafal). Kesimpulan Anda bahwa "Bhikkhu luar
negeri
> > belum tentu benar ", harus ditambahkan "Bhikkhu luar negeri belum
> > tentu salah".
> > >
> > >
> > >
> > > Mungkin perlu saya tandaskan bahwa jangan lah menilai seseorang
> > > pasti tahu karena memiliki sederet gelar dan berbagai jabatan,
> > > karena sederet gelar dalam kedokteran tidak ada gunanya bagi
> > > masyarakat tehnik sipil (maksudnya ilmu sang dokter tak berguna
> > jika
> > > berdiskusi dalam forum tehnik sipil mengenai beton misalnya
karena
> > > bidangnya beda), walau dokter dengan sederet gelar itu bisa
> > > menghidupkan orang mati sekalipun.
> > >
> > >
> > >
> > > mettacittena,
> > >
> > > KH
> > >
> > >
> > >
> > > --- In [EMAIL PROTECTED], "chandrafabian"
> > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Saudara Jimmy yang baik,
> > > Apakah topik mengenai terjemahan mengenai mitos atau manipulasi
> > > menarik Sekali sehingga anda sengaja mempostingnya?
> > > Sangat disayangkan Apabila transcript Bhikkhu Mettanando dimuat,
> > > (bila memang benar tidak di distorsi) karena dengan lantang
> > > mengatakan bahwa kisah kelahiran sang Buddha mengada-ada (tidak
ada
> > > di Tipitaka?). Dan juga sangat disayangkan penterjemah tidak
> > memilah-
> > > milah naskah yang benar atau naskah yang tidak benar, saya
memberi
> > > saran untuk mengetahui mengenai kelahiran pangeran Sidhatta coba
> > > baca Acchariya-Abbhuta sutta no 123 dari Majjhima Nikaya, yang
> > > merupakan bagian dari Uparipannasapali, yaitu lima puluh bagian
> > > sutta terakhir dari rangkaian koleksi majjima Nikaya,mudah-
mudahan
> > > anda juga mengerti apa itu Majjhima Nikaya, yaitu bagian Dari
Sutta
> > > Pitaka. Bila ingin membaca lebih lengkap secara umum baca
> > > Buddhavamsa, bagian dari Khudaka nikaya.
> > >
> > > Kemudian mengenai Penerangan sempurna mungkin dikatakan bahwa
kisah
> > > Brahma Sahampati memohon agar Sang Buddha mengajarkan Dhamma
> > mengada-
> > > ada lagi, coba baca Ariya Pariyesana Sutta Majjhima Nikaya
no:26,
> > > atau bila menganggap bahwa kisah mengenai Sang Buddha
bermeditasi
> > > berminggu-minggu setelah pencapaian Boddhi adalah karangan
orang-
> > > orang jaman sekarang dan tak ada dalam Tipitaka, anda coba baca
> > > Mahavagga dari Vinaya Pitaka.
> > >
> > > Saudara Jimmy, perlu saya beritahukan bahwa menjelek-jelekkan
Sang
> > > Buddha tidak baik, bila anda memiliki keraguan karena kurang
> > > mengerti terhadap ajaran Sang Buddha itu wajar-wajar saja,
tetapi
> > > harap keraguan itu disimpan lebih dahulu, teliti apakah benar,
> > bila
> > > telah diperiksa dengan baik baru diungkapkan karena merendahkan
> > Sang
> > > Buddha bisa menyebabkan terlahir dialam yang rendah atau menjadi
> > > sulit menemukan Dhamma yang benar dan hal itu juga berlaku pada
> > > mereka yang ikut ikutan.
> > >
> > > Mungkin perlu saya tandaskan bahwa jangan lah menilai seseorang
> > > pasti tahu karena memiliki sederet gelar dan berbagai jabatan,
> > > karena sederet gelar dalam kedokteran tidak ada gunanya bagi
> > > masyarakat tehnik sipil (maksudnya ilmu sang dokter tak berguna
> > jika
> > > berdiskusi dalam forum tehnik sipil mengenai beton misalnya
karena
> > > bidangnya beda), walau dokter dengan sederet gelar itu bisa
> > > menghidupkan orang mati sekalipun.
> > >
> > > Juga jangan diterima begitu saja hanya karena orang itu adalah
> > > Bhikkhu, terimalah suatu pendapat berdasarkan kebenaran yang
> > > terkandung di dalamnya, bukan berdasarkan siapa yang
mengemukakan.
> > > Sebagai informasi bagi anda, dahulu di tahun 80'an ada seorang
> > > bhikkhu Indonesia yang ditahbiskan di Thailand yang bahkan
> > Pancasila
> > > saja tidak ingat, bekas Bhikkhu ini masih hidup sampai sekarang,
> > > kesimpulannya pendapat Bhikkhu dari luar negeri belum tentu
benar.
> > >
> > > Ehipassiko adalah membuktikan pendapat yang anda dapatkan dari
> > > siapapun walaupun dari bhikkhu apakah benar atau tidak? itulah
> > > ehipassiko yang sesungguhnya. Saya ingin tahu apakah anda
> > memposting
> > > dengan melakukan ehipassiko lebih dahulu atau tidak? atau karena
> > ada
> > > sebab lainnya?
> > >
> > >
> > >
> > > Semoga keterangan saya berguna.
> > >
> > > Fabian
> > >
> > >
> > > __________________________________________________
> > > Do You Yahoo!?
> > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > > http://mail.yahoo.com
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya
> maupun di luar diri saya.
> >
> > Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
> > tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
> > serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
> > Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
> > latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
> > agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
> > sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
> > Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi
penuh welas
> asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore
hari,
> membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama
melepaskan
> kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan
orang tua,
> para guru, serta sahabat-sahabat kami.
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/UwRTUD/UOnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya.
Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih,
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta
sahabat-sahabat kami.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/