Bang, ente salah tuh!
Yang nulis tulisan di bawah bukan Rinto Jiang, tapi Flyaway Withlove.

bodhimanggala <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Are u sure abt this?
eniwei, that's ur personal opinion, right?
I have different opinion.
Because, in my humble opinion His Holiness the Dalai Lama is '
inconsistent'.
I have some books by Him that explain about how to pray to 'external
being'....And of course he claim that the methods came from Lord
Buddha Sakyamuni himself

Kalo Anda belajar Lamrim, Tahapan Jalan Menuju Pencerahan, maka anda
tidak akan bingung dengan ketidak konsistenan HH Dalai Lama.

cheers
surya
=======================



--- In [email protected], Rinto Jiang <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

Perkataan saya itu didasarkan dari buku-buku Dalai
Lama, Lama Surya Das. Berarti pandangan saya juga dipengaruhi oleh
Tibetan Buddhism.


Berdasarkan itu, saya memahami bahwa Siddharta sendiri tidak
mengajarkan berdoa kepada pihak eksternal.





Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.



Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya.

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh,
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami.




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke