Ini adalah kutipan Ikrar Bodhisattva yg saya janjikan
Keterangan lengkap mengenai apa itu ikrar bodhisattva, menyusul ya
internetnya lambat dan saya udah mau pulang

cheers
surya
==============================================

Dari 18 Ikrar Utama

6. Meninggalkan Dharma yang murni
Pematahan Keenam dari Ikrar Bodhisattva dan yang kedua dalam seri 13 
ikrar dari `Akasagarbha Sutra' adalah meninggalkan Dharma yang murni.
Pertama-tama, kita perhatikan objeknya. Di sini, sang "Dharma yang 
Murni" bukan hanya merujuk kepada ajaran-ajaran Mahayana saja, 
melainkan jauh melebihi hal tersebut. Hal ini merujuk kepada semua 
ajaran-ajaran Dharma atau bagian dari ajaran-ajaran tersebut. Jadi, 
hal ini mencakup ajaran-ajaran Shravakayana, Pratyekayana, dan 
Bodhisattvayana, dan bagian-bagiannya 
Dalam hal ajaran Bodhisattva, penekanan diberikan pada ajaran-ajaran 
tentang metode-metode yang luas dan ajaran-ajaran tentang pandangan 
mendalam. Dalam hal ajaran-ajaran Shravakayana, ada penekanan khusus 
tentang ajaran mereka mengenai Empat Kebenaran Mulia dan dalam hal 
ajaran-ajaran Pratyekayana, ajaran utama mereka adalah tentang "12 
mata rantai yang saling bergantungan" . Selanjutnya, kita bahas 
mengenai tindakannya. Meninggalkan Dharma yang murni terjadi dengan 
mengucapkan kata-kata yang menyatakan pendapat bahwa cabang tertentu 
dari ajaran Buddha tidaklah diajarkan oleh Sang Buddha. Di Tibet, hal 
ini hampir tidak pernah menimbulkan masalah, karena dalam Buddhisme 
Tibetan, semua ajaran Buddha dilestarikan. Hampir tidak pernah orang 
Tibet mengatakan bahwa, misalnya, ajaran-ajaran Shravakayana tidak 
diajarkan oleh Sang Buddha. Masalah ini terutama terjadi di beberapa 
negara tertentu di mana hanya bagian tertentu dari ajaran-ajaran 
Buddha saja yang tersebar luas. Karena itu, orang-orang (di negara-
negara tsb) dapat berpikir bahwa cabang lain dari Buddhisme adalah 
bukan benar-benar ajaran dari Sang Buddha.



14. Meremehkan Hinayana

Pematahan ke 14 dari Ikrar Bodhisattva adalah meremehkan Shravakayana 
atau Pratyekayana.
Yang menjadi objek di sini adalah para pengikut Kendaraan Shravaka 
atau Kendaraan Pratyeka.

Pematahan ini dilakukan dengan cara mengatakan kepada para penganut 
[Shravakayana atau Pratyekayana ], bahwa ia tidak akan dapat 
menghilangkan semua emosi pengganggunya dengan berlatih dalam praktik 
Kendaraan Shravaka atau Pratyeka. Jadi hal ini jelas berbeda dengan 
pematahan keenam dari Ikrar Bodhisattva -meninggalkan Dharma yang 
murni. Meninggalkan Dharma yang murni dilakukan dengan mengatakan 
bahwa beberapa bagian tertentu dari Kendaraan Shravaka, Pratyeka, 
atau Bodhisattva tidak diajarkan oleh Buddha [Sakyamuni]. Di sini 
kita tidak menekankan bahwa beberapa praktik tertentu tidak diajarkan 
oleh Sang Buddha. Kita bahkan dapat memastikan bahwa mereka diajarkan 
oleh Buddha, tapi kita ngotot bahwa, dengan praktik-praktik tersebut 
[praktik Shravaka dan Pratyeka], seseorang tidak dapat melenyapkan 
semua emosi pengganggunya.


Dari 46 Ikrar Sekunder

27. Menolak Kendaraan Shravaka.
Pelanggaran sekunder ke 27 dari Ikrar Bodhisattva adalah menolak 
untuk mempelajari ajaran Hinayana, atau secara literal menolak 
Kendaraan Shravaka, atau seperti yang difrasekan oleh Chandragomin 
dalam [teks yang berjudul] "Dua Puluh Bait Ikrar Bodhisattva ", " 
Menolak Kendaraan Pendengar (Hearer Vehicle).

Ketika seorang Bodhisattva yang sedang berlatih mengatakan bahwa para 
Bodhisattva tidak perlu untuk mempelajari ajaran-ajaran Shravaka atau 
mengatakan bahwa ajaran-ajaran Shravaka tidak penting, maka 
terjadilah pelanggaran ini.

Kita harus berhati-hati dalam hal ini, karena ada kecenderungan di 
antara para pengikut Mahayana untuk mengabaikan ajaran-
ajaran "Hinayana" dan berpikir bahwa tidak perlu untuk mempelajari, 
merenungkan (kontemplasi), dan memeditasikan ajaran-ajaran tersebut. 
Ini adalah sebuah kesalahan. Secara khusus, mereka yang mengikuti 
Mahayana harus mengetahui semua ajaran Buddha. Kita harus 
mempelajari, mengkontemplasi/merenungkan, dan memeditasikannya, 
walaupun kita adalah pengikut Mahayana.

Kita harus mengetahui ajaran-ajaran Hinayana dan menguasainya agar 
dapat menolong makhluk lain. Pada dasarnya, seorang pengikut Mahayana 
harus mengetahui ajaran-ajaran "Hinayana" bahkan lebih baik daripada 
seseorang yang menjadi pengikut Hinayana saja.

Dikutip dari ceramah Dagpo Rinpoche tentang Ikrar Bodhisattva
copyright @kadamchoelingbandung
============================================
==========================




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya. 

Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan;
tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh.
Kami mengikuti jalur perhatian penuh, 
latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam
agar mampu melihat hakikat segala sesuatu,
sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian.
Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, 
menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa 
akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan 
tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta 
sahabat-sahabat kami.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke