|
Hai rekan Harryson dan semuanya,
Terima kasih atas penjelasan Anda.
Cukup jelas.
Kita sebagai Buddhis, ingin mengikis--salah satunya--kesombongan. Ego. Yang
paling jitu menurut Theravada adalah Vipassana. Cara lainnya adalah dengan
memahami permasalahannya secara intelektual.
Anda sudah tunjukkan informasinya, sehingga masalah jadi jelas. Dengan
memahami informasi itu, otomatis kesombongan, merendahkan sekte lain akan pupus
dengan sendirinya. Tak perlu himbauan apalagi larangan, seperti yang dikemukakan
rekan Surya. (Mestinya ini PR buat rekan Surya buat menjelaskan, soal LARANGAN,
tapi setuju dengan penjelasan rekan Harry ^_^)
Apa yang bisa saya tarik:
1. Sungguh tidak nyaman, bila ayat kita diartikan di luar makna sejatinya.
Seperti yang saya kirim dulu, kurang fair menilai ajaran milik orang lain dari
kulit-kulitnya saja.
2. Ajaran sekte, agama kita buat DITUJUKAN PADA diri sendiri, bukan
untuk menyerang milik orang lain. Mempelajari ajaran sekte, agama lain untuk
dicari kelemahannya, hanya merugikan diri sendiri saja. Menyesatkan diri
sendiri.
3. Soal 'Bohong putih'. (ini bukan komentar untuk email rekan Harryson).
Kalau kita tahu pasti yang diajak berdiskusi, berbicara BELUM PUNYA KEMAMPUAN
MENERIMA KEBENARAN, atau waktu terlalu mendesak untuk menyelamatkan ia, maka
'bohong putih', cukup logis digunakan. Yang diutamakan keselamatan, hal
lain--kejujuran, kebenaran-- DIABAIKAN.
Cara demikian(bohong putih) selain punya sisi positif juga punya sisi
negatif. Ini memicu bom waktu, SALAH KAPRAH. MENYESATKAN generasi
selanjutnya.
Menurut saya,
kalau kita bukan orang yang punya kemampuan membaca pikiran dan kemampuan
orang lain, maka 'bohong putih' sebaiknya tidak dipakai. Selain resiko salah
kaprah buat generasi penerus, itu secara tidak langsung sudah memakai asumsi,"Ia
belum punya kemampuan menerima kebenaran SAAT INI. Jadi sementara dikasih
'bohong putih' aja, dulu lah. Biar ia tenang dulu, selamat dulu." Ini asumsi
yang memandang rendah kemampuan orang lain. Apakah dengan demikian, kita di milis mesti dan harus fair apa adanya?
Jelek katakan jelek, salah katakan salah?
Tergantung Pak Moderator. Cara lainnya,"Apa yang kita akui benar, tapi
isinya menyinggung ajaran, sekte, agama lain, jangan di kirim."
Tapi kalau pingin sekali memposting, bisa kirim pertanyaan saja dulu. Bukan
PERNYATAAN, yang seolah-olah sudah kita pastikan kebenarannya.
Salam metta,
Wijaya
Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links
|
- Re: [Dharmajala] Re: Thera_Maha_Vajra Wijaya
- [Dharmajala] Re: Thera_Maha_Vajra bodhimanggala
- Re: [Dharmajala] Re: Thera_Maha_Vajra harryson huang
- [Dharmajala] Re: Thera_Maha_Vajra Junarto M Ifah
- [Dharmajala] Yana ke4 Beyond Thera_Maha_Vajra ... pelayan_buddha
- Re: [Dharmajala] Re: Thera_Maha_Vajra Wijaya
- [Dharmajala] Re: Thera_Maha_Vajra bodhimanggala
- Re: [Dharmajala] Re: Thera_Maha_Vajra harryson huang
