|
Semoga anda semua berbahagia. Aku setuju sekali kalo adanya kesaksian
yang dapat menguatkan keyakinan terhadap Buddha,
Dharma, dan Sangha. Tetapi seperti pada umumnya,
umat Buddha sedikit antipati kayanya ama yang namanya kesaksian, entah ada yang bilang kesaksian jadi ajang boong2an yang penting iman/keyakinan meningkat, kesaksian di Buddhis
tuh ga perlu,
tar jadi latah ngikut yang laen, de el el. Aku lebih setuju kalo
kita mau melihat dengan perspektif lain yaitu umat Buddhis
harus diajak untuk membiasakan sharing. Menurut aku kesaksian
itu bisa dikatakan sama
dengan sharing. Saat kita punya masalah
dan masalah tersebut dapat teratasi dengan pemahaman Dharma, maka kita bagikan dan
ceritakan hal tsb kepada yang lain sehingga dapat membantu meningkatkan keyakinan thd Dharma. Jika dapat mengatasi masalah dengan merenungkan/meneladani sikap seorang Buddha, bagikan hal itu sehingga
dapat membantu meningkatkan keyakinan thd Buddha. Begitu juga jika terbantu oleh Bhikkhu
Sangha, bagi dan ceritakan untuk
mendukung keyakinan thd Sangha. Satu2nya masalah,
pada umumnya kita merasa malu
atau enggan berbagi. Sesungguhnya coba kita pandang dari perspektif berbeda yaitu kita berbagi
agar orang2 lain yang mungkin mengalami
masalah sama spt kita dapat memiliki
contoh dan cara mengatasinya,
walau Belem tentu cocok untuk semua
orang. Kita berbagi agar orang
yang belum menghadapi masalah tsb dapat menjadi
siap sewaktu2 ia menghadapi masalah itu. Kita berbagi
agar orang lain menjadi semakin
yakin terhadap triratna. Kita berbagi agar orang
lain merasa bahagia karena kita memperhatikan mereka dan tidak ingin mereka mengalami
permasalahan yang sama spt kita. Kita berbagi agar orang lain tidak jatuh
dalam masalah yang lebih dalam lg. Coba ingat bahwa kunci keberhasilan adalah kegagalan. Tetapi tidak akan cukup waktu bagi kita
untuk harus mengalami semua kegagalan agar berhasil. Kita dapat belajar dari
kegagalan orang lain agar tidak perlu bagi kita
mengalami kegagalan itu, dan ini
semua akan dapat terjadi jika
kita semua mau saling berbagi.
Yeherdian Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links
|
- [Dharmajala] Kesaksian di Buddhis Yeherdian
- Re: [Dharmajala] Kesaksian di Buddhis harryson huang
- Re: [Dharmajala] Kesaksian di Buddhis Johannes Sulistyo
- [Dharmajala] Re: Kesaksian di Buddhis Huangdi_98
- Re: [Dharmajala] Re: Kesaksian di Buddh... Johannes Sulistyo
- [Dharmajala] Re: Kesaksian di Buddhis Tsukudu
- Re: [Dharmajala] Re: Kesaksian di ... Johannes Sulistyo
- [Dharmajala] Kesaksian di Buddhis yeherdian
