|
Thanks khususnya utk yg cerai & patah hati.
Akhirnya mengambil jalan OK utk menjadi bhiksu &
bhiksuni.
Inilah lokomotif Dharma, betulll? :)
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 09, 2005 12:38
Subject: [Dharmajala] Fwd: Re: Pengusaha
Buddhis
Orang-orangan yang disawah juga memutar roda dharma. karena
tanpa mereka. Kita sangat sulit mendapat makanan. Jagung, Padi bisa
disikat sama Burung Burung.
Katanya Dharma yang membumi. he he
he.
--- In [email protected],
"EasyCoolSmart" <[EMAIL PROTECTED]...> wrote: > Tapi
maksudnya karena jual daging/bakmi/bakso sebagai bagian memutar roda
Dharma atau gimana? > "kemungkinan pemutaran roda Dharma sudah lama
macet." Berati hanya kemungkinan yah? Belum pasti yah? > Tapi ngga
apa", syukurlah, karena toh tidak macet. Cuma jalanan Jabodetabek saja yg
macet. > > Oh yah, Li Zhia Cheng itu orang Suku Tio-Ciu
lhooo. > Beberapa tahun lalu, sodara saya ikut meeting Suku Tio-Ciu
se-dunia [mewakili daerah di Indonesia] di Hong Kong & semua
disponsori oleh Li Zhia Cheng. > > ----- Original
Message ----- > From: pelayan_buddha >
To: [email protected]
> Sent: Wednesday, June 08, 2005 10:45 >
Subject: [Dharmajala] Fwd: Re: Pengusaha Buddhis > >
> --- In [EMAIL PROTECTED],
"pelayan_buddha" > <[EMAIL PROTECTED]...>
wrote: > Dear Bro Abin, > > Jangan
lupa juga dituliskan para pedagang kelontong, pengusaha
gurem, > tukang kue, tukang baso, tukang bakmi,tukang
daging di pasar, dsbnya > yang selama ini telah membantu
pemutaran roda Dharma. Tanpa > mereka-mereka, kemungkinan
pemutaran roda Dharma sudah lama macet. > > Tapi
kalau mo ngomong sejujurnya dan melihat secara
mendalam...tanpa > pakme-pakme, apo-apo, engkong-encek,
orang-orang yang biasa-biasa, > muda-mudi, anda-anda yang
sedang baca tulisan ini, pemutaran roda > Dharma sudah lama
macet. > > Anumodana > Let us try
to be mindful > Salam Perjuangan >
> JL > > > --- In [EMAIL PROTECTED],
"Herman" <[EMAIL PROTECTED]...>
wrote: > > Dear Oom Abin, > >
> > Tolong juga dibuatkan tulisan Pengusaha Indonesia
yang menjadi Pelindung > > dharma, contohnya. Ibu
Hartati menjadi Pelindung Dharma STI (jangan >
sentimen > > dulu dengan Beliau, > >
karena Beliau cuma Upasaka bukan pemegang Vinaya Biksu, yang
menakutkan > > adalah Biksu yang haus kekuasaan dan
bisnis), juga tidak ketinggalan Eka > > Wijaya &
anaknya, Kelompok Salim Group dan banyak Pengusaha
Buddhist > > lainnya, mereka keluar uang & keluar
tenaga untuk menjadi Pelindung > > dharma(Sponsor),
jangan > > lupakan jasa2 mereka, tanpa mereka Buddhistme
sulit ditemukan dan > berkembang >
> di Indonesia. Diantara mereka ada yang high profile ada yang
low > profile, > > tidak apa2, mereka
tetap berjasa. > > > > "Jasa
Pelindung dharma (sponsor) melampaui Jasa
Dharmadesana (oleh > > Biksu)".---kutipan Ching Kung
Fashe, kutipan ini dikatakan oleh Chin >
Kung > > Fashe untuk menghormati Almarhumah Han Ing,
seorang Upasaka sejati yang > > berani berkorban
untuk menampung seorang Biksu muda yang bertekad untuk >
> Dharmadesana, Han Ing mengusahakan hampir setiap hari kesempatan
untuk > > berlatih membabarkan Sutra bagi Chin Kung muda,
sehingga Chin Kung muda > >
menjadi > > matang dalam membabarkan Sutra dan
Dharmadesana, sekarang ini berkat >
jeris > > payah gotong royong DANA para Pelindung dharma
seluruh dunia, telah > disewa 5 > >
transponder Satelit dimana HwazanTV dapat diterima
diseluruh > > dunia (masih bahasa Mandarin, kemudian hari
mungkin pakai subtitel > > Inggris) -----tetap Gratis
bukan payTV. > > > > Di Taiwan,
TaAi TV (Tzu Chi), Hwazan TV, LifeTv (Hai Tauw Fashe)
dapat > > diterima secara gratis. BLTV (Fu Kuang San)
sejak beberapa bulan > terachir > >
berubah menjadi PayTV, sangat disayangkan. > >
> > Amitoufo > >
> > > > ----- Original Message
----- > > From: "abin.nagasena" <[EMAIL PROTECTED]...> >
> To: <[EMAIL PROTECTED]>;
<[email protected]>; >
> <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]...> > >
Sent: Tuesday, June 07, 2005 9:42 PM > > Subject:
[samaggiphala] Pengusaha Buddhis > > >
> > > > Pengantar Redaksi > >
> Selama ini umat Buddha di tanah air terkesan kurang begitu
berani > > > menyatakan diri sebagai siswa Guru
Buddha, entah karena sedang > > > menjalankan praktik
Dharma secara low profile, atau karena malu-malu, > >
> atau justru karena kurang pe-de? Entah karena alasan yang
mana, > > > sebaiknya semua itu ditinggalkan,
karena low profile ataupun malu-malu > > > adalah
tidak menunjukkan sifat Bodhisattva yang seharusnya
bangkit > > > berdiri memperkenalkan ajaran yang
mulia pada semua makhluk. > > > Kemudian, apa yang
menyebabkan kita kurang pe-de? Para Guru Buddhis > >
> telah berhasil mengemban tugas mulia penyebaran Dharma ke dunia
barat, > > > masyarakat barat pun tak malu-malu
mengakui manfaat Buddha Dharma, > > > selebritis
barat dan timur (Steven Seagal, Keanu Reeves, Richard
Gere, > > > Andy Lau, Jacky Chen, Lin Ching Hsia, dan
lain sebagainya) telah > dengan > >
> lantang menyebut diri sebagai siswa Budha, lalu, apa yang membuat
kita > > > kurang pede atau masih malu-malu? Tak
sedikit pengusaha- pengusaha > > > sukses, baik
dalam skala regional ataupun global, yang telah >
menerapkan > > > Buddha Dharma dalam kehidupan mereka,
sehingga tak hanya meraih > kekayaan >
> > materi, mereka juga memperoleh kekayaan batin. Satu di
antara > pengusaha > > > sukses ini
adalah Li Ka Ching, pengusaha Buddhis terkaya ke- 10 di >
> > seluruh dunia. > > > Umat perumah tangga
Buddhis juga bisa mendulang sukses, serta dengan > >
> penuh ketulusan membawa hasil kesuksesan ini kembali ke
masyarakat > agar > > > semua
makhluk memperoleh manfaat Buddha Dharma. Kekayaan bukan
berkah > > > yang jatuh dari langit hanya karena iman,
melainkan karena karma baik > > > yang kita
lakukan, yaitu tidak menyakiti makhluk lain, berdana
dan > usaha > > >
keras. > > > Jadi, kenapa masih tidak
pe-de? > > > > > > Tiga
Bersaudara Yeung > > > Beliau dikenal sebagai Raja
Jeans Hongkong, dengan omset penjualan >
grup > > > perusahaan mencapai lebih dari 5 milyar
dollar HK (HKD). Bersama > dengan >
> > dua orang adik kandung, memimpin lebih dari 80 anak perusahaan
dan > > > perusahaan patungan yang tersebar di seluruh
dunia. Core business > > > perusahaan bergerak di
bidang tekstil, properti, investasi > keuangan
dan > > > interior dekorasi. Produk utama adalah
celana jeans ber-merk > `Jeanswest' > >
> yang tersebar di lebih dari 700 retailer di Tiongkok, Australia
dan > > > Selandia Baru. > > >
Siapakah beliau? > > > Beliau adalah pendiri dan
chairman Glorious Sun Group, Dr Charles >
Yeung > > > (Yang Zhao). Bersama dengan dua orang adik
kandung, Yang Hong dan Yang > > > Xun, ketiga
bersaudara Yang ini adalah penganut Buddhisme yang > taat
dan > > > sangat menekankan praktik Dharma. Di
Tiongkok, selain mendirikan >
akademi > > > tekstil, menyumbang dana pengobatan dan
bantuan bagi beberapa lembaga > > > pendidikan
(sekolah dasar dan perguruan tinggi), Dr Charles Yeung
pada > > > tahun 2002 menyumbang 26 juta HKD untuk
pembangunan ruang puja > bakti dan > >
> gedung pengajaran Vihara Bolinchan di Hebei serta mendirikan
Pusat > Riset > > > Buddhisme di
Universitas Nanjing. Pun menyumbang para korban
bencana > > > alam dan penelitian penanggulangan
SARS. > > > Filosofi Dr Charles Yeung adalah:
"menggabungkan tekonologi barat dan > > >
kebijaksanaan timur untuk mengatasi permasalahan lahir dan batin
umat > > > manusia". Seiring dengan kesuksesan
Glorious Sun Group dan praktik >
nyata > > > Buddha Dharma, Dr Yeung kini memperoleh
dua jenis kekayaan: materi dan > > >
batin. > > > Dr Yeung merupakan salah satu pengurus
tinggi dalam Asosiasi Agama > > > Buddha Hongkong.
Boleh dikata beliau adalah seorang dermawan, tokoh >
> > pendidikan dan pelindung Buddha Dharma. Dr Yeung adalah salah
satu > > > sponsor dalam puja bakti relik jari
tangan Buddha di Hongkong pada > > > Waisak tahun
2004 lalu. Saat jumpa pers, beliau sangat sedikit > >
> menyinggung tentang jumlah dana yang disumbangkan bagi puja
bakti > relik > > > tersebut,
justru lebih senang berbagi cerita dengan para nyamuk
pers > > > tentang pengalaman menganut
Buddhisme. > > > Berawal dari perusahaan tekstil kecil
di tahun 1974, Yeung muda, 27, > > > mulai
merintis bisnis. Ketika mulai meraih kesuksesan, Dr Yeung
sempat > > > merenung, apa tujuan hidup ini? Untuk apa
bekerja mati-matian dan > > > mendulang kekayaan
yang demikian besar? Saat itu ada yang menyarankan >
> > untuk mencari jawaban pertanyaan itu ke jalur agama. Setelah itu
Dr > > > Yeung mulai mempelajari beberapa ajaran
agama, hingga suatu ketika dua > > > buku Buddhis
karya seorang upasaka di Guangzhou menyadarkan beliau >
akan > > > kebesaran welas asih umat Buddha daam
membantu semua makhluk > > > menyingkirkan kekotoran
batin. Dari pencerahan ini Dr Yeung mengambil > >
> keputusan: "Memperbanyak kekayaan mungkin tak terlalu berarti
bagi > diri > > > sendiri,
tetapi dengan adanya kekayaan ini saya dapat
memanfaatkannya > > > untuk menolong orang yang
membutuhkan bantuan." Tahun 1981 beliau > > >
menerima Trisarana dan menjadi donatur bagi rumah sakit,
dunia > > > pendidikan, rumah jompo dan kegiatan
sosial lainnya. > > > Tiga bersaudara Yeung (Yang),
tiga pelindung Dharma yang mengikis > > >
ketamakan dengan kekayaan. Dengan harta mereka membantu
mengurangi > > > penderitaan duniawi, dengan
organisasi Buddhis mereka mengembangkan > > >
Dharma. Inilah Jalan Bodhisattva yang ditempuh oleh tiga
pengusaha > > > sukses asal
Hongkong. > > > > > > Li Ka
Ching > > > Siapa yang tidak kenal nama Li Ka Ching?
Tidak hanya sebagai orang > > > terkaya di
Hongkong, Li juga selama bertahun-tahun menduduki
posisi > > > orang Tionghoa terkaya di seluruh
dunia. Tahun 2000, majalah Forbes > > > Amerika
menempatkan beliau sebagai orang terkaya ke-10 di
seluruh > dunia. > > > Ternyata
sebagai orang kaya, Li Ka Ching atau Li Zhia Cheng (baca:
Li > > > Cia Jeng) sekeluarga juga pelindung Buddha
Dharma yang aktif. > > > Lahir 19 Juli 1928 di kota
Chaozhou propinsi Guangdong, Tiongkok. Ayah > > >
Li adalah seorang kepala sekolah Sekolah Dasar. Tahun 1940,
Li > > > sekeluarga hijrah ke Hongkong menghindar dari
serbuan tentara > imperialis > > >
Jepang. Dua tahun kemudian, saat Li berusia 14 tahun, ayah
Li > meninggal > > > karena sakit.
Untuk menopang kehidupan keluarga (ibu dan 3 orang >
adik), > > > Li Ka Ching terpaksa drop-out dari
sekolah. Pada awalnya Li muda ini > > > bekerja di
perusahaan arloji milik pamannya, kemudian menjadi sales
di > > > sebuah perusahaan boneka plastik. Kegetiran
hidup ternyata tak membuat > > > Li putus asa.
Sambil bekerja, Li tetap melanjutkan studi di malam >
hari. > > > Belum mencapai usia 20 tahun, Li telah
menjadi General Manager > > > perusahaan boneka. Dua
tahun kemudian, Li mulai merintis usahanya > > >
sendiri, Perusahan Plastik Changjiang. > > > Tahun
1958, Li mulai memasuki usia properti. Kelihaian Li
dengan > segera > > > membuat
Changjiang melejit dan pada tahun 1972 menjadi perusahaan
go > > > public. Tahun 1979 tercatat sebagai orang
Tionghoa pertama yang > berhasil >
> > membeli perusahaan Inggris di Hongkong. Kini bisnis Li
telah > merambah ke > > > bidang
properti, keuangan, hotel, minyak, pembangkit listrik
dan > > > sebagainya yang tersebar di lima
benua. > > > Tidak seperti orang kaya pada umumnya, Li
tidak memanjakan kedua > > > puteranya. Selama
belajar di Amerika Serikat, kedua puteranya >
melewatkan > > > waktu sambil bekerja. Sejak kecil Li
mendidik kedua puteranya untuk > > > mengenali
realitas dunia yang penuh dengan perjuangan. > > > Li
dan nyonya dikenal sebagai dermawan. Di Hongkong Li
mendirikan > sebuah > > > rumah
jompo bernilai lebih dari 30 juta HKD yang dapat
menampung > ratusan > > >
penghuni. Selain itu, Li selama ini, baik di Hongkong maupun
Tiongkok, > > > telah banyak membantu dalam
pembuatan rupang Buddha, pemugaran vihara, > > >
pembuatan jalan dan jembatan, pendirian sekolah, menyumbang
korban > > > bencana alam dan banyak kegiatan
sosial lainnya. Li juga menjadi salah > > >
seorang sponsor penyandang dana pendirian rupang Buddha
terbesar > sedunia > > > yang
berada di Hongkong. > > > Nyonya Li juga seorang umat
Buddha yang taat. Pesan terakhir Nyonya Li > > >
adalah agar pemakaman dirinya dilakukan secara ritual Buddhis,
dan > pesan > > > ini ditaati oleh
Li sekeluarga. > > > Li sekeluarga sangat yakin akan
hukum karma. Mereka juga memahami > > > semangat
Bodhisattva. Sebab itu, tak heran bila bisnis Li
semakin > > > berkembang dan masyarakat pun
merasakan manfaatnya. > > > > >
> Sumber: > > > Sinar Dharma 09 Waisak
2549BE/2005 > > > > >
> > > > >
------------------------------------------------------------------ ----- >
> > Renungkan dahulu ISI dan BAHASA yang dipergunakan
untuk > mengirimkan atau > > menanggapi
email di Milis Samaggi Phala ini. Sudah mampukah isi
dan > bahasa > > dalam email
tersebut mencerminkan keluhuran Ajaran Sang Buddha
serta > diri > > sendiri sebagai
umat maupun simpatisan Buddhis? Dapatkah kesempatan >
menulis > > email di Samaggi Phala ini dipergunakan untuk
membagikan keluhuran > Dhamma > >
yang memberikan kesejukan batin serta kedamaian kepada semua
fihak? > > > Kalau memang demikian, silahkan
bagikan kedamaian melalui email Anda. > > > Kalau
mungkin belum sesuai dengan harapan di atas, silahkan
perbaiki > > kembali isi email Anda. Email Anda
mencerminkan watak dan perilaku Anda. > > > Semoga
saran ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. > >
> Anumodana atas segala pengertian dan kerjasama yang
telah > diberikan selama > >
ini. > > > >
====================================================================== = >
> > Ikuti Forum Tanya Jawab dengan Bhikkhu Uttamo yang di
update > SETIAP HARI > > di
website Samaggi Phala (http://www.samaggi-phala.or.id) >
> > > > > Lihat arsip? http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala >
> > Unsubscribe? Kirim e-mail ke: samaggiphala- [EMAIL PROTECTED] >
> > >
====================================================================== = >
> > Yahoo! Groups Links > >
> > > > > >
> > > > > >
> > > > > >
> > --- End forwarded message --- > >
> > > > >
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ------------------- -~-->
> Would you Help a Child in need? > It is
easier than you think. > Click Here to meet a Child you can
help. > http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM >
------------------------------------------------------------------ --~->
> > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang
terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** >
> ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang
menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta
membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** >
> ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk
melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala
sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** >
> ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih,
menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi
ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat,
membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh
rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** > Yahoo! Groups
Links
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
--------------------~--> Would you Help a Child in need? It is
easier than you think. Click Here to meet a Child you can help. http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~->
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam
diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam
kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan;
serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami
mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara
mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari
belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara
dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap
pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke
banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan
penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami
** Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go
to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/
<*>
To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED]
<*>
Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
|