Yah, komentar saya adalah jelas seperti di bawah.
Jika ada yang bisa menjelaskan bahwa tidak sia2, khan silahkan saja.
Buktinya: ketika Sdri. San San bilang utk sekolah & vihara, saya memberikan respon positiv koq.
Kemudian saya mengkritik masalah broadcast. Jika terbukti bahwa ada ketidaksamaan isi braodcast antara di Kompas & Suara Pembaruan.
Berarti salah siapa? Yg memberikan info atau saya yg membaca & kemudian memberikan kritik.
Mengapa, ketika ada kesalahan/kekeliruan yg dikritik... justru yg mengkritik lah yg disalahkan??? Bukan yg membuat kesalahan?
 
Data & fakta yg saya jadikan bahan pembicaraan jelas.
Awalnya saya hitung; jika harga 1 buah lilin adalah Rp 100 - artinya 1 juta lilin akan bernilai: 100 juta.
Kemudian Sdr. Bachtiar Ismail memberikan info bhw harga 1 lilin adalah Rp 10,000.
Saya hitung lagi, berarti total yg dikumpulkan bernilai Rp 10 milyar.
Lha utk acara demikian mengumpulkan 10 M, bukankah lebih baik utk membangun sekolah?
 
Kalo jawabannya benar utk sekolah, yah bagus dong... Saya akui koq ketika Sdri. San2 bilang "jika tdk salah".
Tulisan saya masih ada di bawah "Senang sekali dengan tujuan utk bangun sekolah."
Namun saya khan berkomentar berdasarkan data & info yg ditulism, tidak berasumsi.
Ketika ada data koreksi masuk, yah kita harus mengakuinya.
 
Kalo semuanya hanya berdasarkan asumsi positiv, apa jadinya? Salah pun bisa jadi benar & benar dibenar2kan...
Mari sportif...

===============================
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 16, 2005 18:26
Subject: RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita

Saya menerima kritik karena telah menulis sesuatu yang jelas seperti "dan lainnya"
Karena saya tidak tau pasti sisanya ini digunakan untuk apa, maka saya tulis "dan lainnya"
 
tapi yg jelas, kita tdk boleh melontarkan hal2 yg negatif tanpa mempertimbangkan fakta2 atau data2 yang ada.
 
Saya merasa lontaran Anda tsb ini mungkin akan memberikan pendapat negatif kepada org lain:
"Huah... berarti totalnya Rp 10,000,000,000
Acara ul-tah ini utk lilin saja 10 milyar.
Lilin 10M dibakar habis; mengapa ngga disumbangkan utk bikin sekolah saja?
Huh, what a waste... "
 
Kalau kita hitung secara kasar aja, harga lilin sebanyak 1jt pcs, tdklah senilai 10M. Maka saya hanya berusaha menjawab email Anda yang bernada negatif tsb.
 


From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of EasyCoolSmart
Sent: Thursday, June 16, 2005 5:08 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita

Kalo memang [kan belum confirm] begini tujuannya, what a great!!!
Sayangnya cuma, tidak dipublikasikan...
Saya cuma berkomentar berdasarkan tulisan2 di bawah [Suara Pembaruan]. Kemudian ini "Sisanya pastilah dipakai untuk koordinasi acara, dan lainnya."
Senang sekali dengan tujuan utk bangun sekolah.
 
===============================
----- Original Message -----
From: san san
Sent: Thursday, June 16, 2005 16:48
Subject: RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita

setahu saya dana yang diperoleh akan digunakan untuk membangun sekolah buddhist/wihara gitu. di aceh dan tidak menutup kemungkinan di daerah lainnya. (koreksi yach... kalo info yang saya dapat salah).
 
salam
San San

"Muliawati, Susy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalo ini adalah a waste, berarti di vihara2 tdk usah lagi ada lilin atau dupa yg dibakar, tdk perlu ada persembahan bunga dan lainnya.
dana yg ditargetkan bisa dikumpulkan memang sebesar 10 milyar, tapi lilin-nya yg dibakar tdk seharga 10 milyar.
Sisanya pastilah dipakai untuk koordinasi acara, dan lainnya.
 
Yang penting kesukarelaan kita berpartisipasi dlm acara ini...

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of EasyCoolSmart
Sent: Thursday, June 16, 2005 2:00 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita

Huah... berarti totalnya Rp 10,000,000,000
Acara ul-tah ini utk lilin saja 10 milyar.
Lilin 10M dibakar habis; mengapa ngga disumbangkan utk bikin sekolah saja?
Huh, what a waste...
 

===============================
----- Original Message -----
Sent: Thursday, June 16, 2005 13:11
Subject: RE: [Dharmajala] Sejuta Pelita

Satu lilin IDR 10.000,00 saja

Mau daftar? Japri aja

 

Bachtiar

 

-----Original Message-----
From: EasyCoolSmart [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent
:
Thursday, June 16, 2005 12:31 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Dharmajala] Sejuta Pelita

 

Satu juta lilin???

Kalo 1 lilin Rp 100, berarti Rp 100,000,000 dong?

 

 


** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **



Discover Yahoo!
Have fun online with music videos, cool games, IM & more. Check it out!

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke