1. Silahkan ber-ehipassiko ke Vihara Nan Tien Temple (Wollongong, New South Wales, Australia), yang juga disebut sebagai one of the largest buddhist monastery in southern hemisphere.
2. Apakah anda pernah berdiskusi secara langsung dengan penulis artikel sehingga anda tau persis apa yang dimaksud oleh si penulis di tulisan tersebut ? Ataukah pendapat tersebut adalah hasil pengertian anda sendiri ? Karena kalau kesimpulan saya berdasarkan hasil pembicaraan saya dengan anggota organisasi ini yang berjubah bhiksu/bhiksuni, dan tidak menunjukkan hasil sesuai dengan pengertian anda. 2. Anda kalau sudah familiar dengan kegiatan organisasi ini, anda pasti sudah mengikuti kegiatan group kesenian organisasi ini kan yang terdiri dari bhiksu2 dan bhiksuni2 di Taiwan yang dilatih memainkan alat musik, paduan suara, dan baris berbaris untuk naik ke panggung memberikan show2 di kota-kota besar dunia dengan alasan untuk mempopulerkan Budhis. Apakah mereka sedemikian banyak waktu luangnya sehingga mempunyai waktu untuk berlatih alat musik, bergladi resik baris berbaris dan berlatih memberikan hiburan di panggung ? Jawaban yang saya dapatkan dari salah satu pengurus senior organisasi ini mengenai pertanyaan ini adalah " inilah yang disebut Humanistic Buddhism". Bagaimana pemikiran anda sendiri ? 3. Saya belajar bahasa inggris di Australia, karena tinggal disana hampir 12 tahun, kemudian saya juga belajar inggris sewaktu bekerja di Canada dan New Zealand. Kalau boleh tahu anda belajar bhs inggris dimana ? Suhendra Sulistyo. Bachelor of Business (Swinburne University) Graduate Diploma of International Business (Monash University) Master of Finance (RMIT University) Master of Business Administration (Monash University) -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Tsukudu Sent: Tuesday, June 21, 2005 11:50 AM To: [email protected] Subject: [Dharmajala] Re: Faith is Treasure - Ven Master Hsing Yun inilah yang disebut org bodoh bilang pembodohan orang orang. Inggeris masih Engelis tapi sudah merasa pandai. Di Africa Mobil rusak = "My car was gracak Grodok Grodok" Faith apa itu Faith ? Didalam tulisan Master Hsing Yun tidak ada pengertian percaya. Dalam kamus ya Faith = Percaya. Anda benar secara dictionary. Faith yang dimaksud dengan master Hsing Yun berhubungan dengan Confindence atau percaya diri. Seseorang datang melangkah ke vihara juga bisa dikategorikan dengan Faith. Seseorang bernamaskara didepan Rupang Buddha juga boleh dikatakan Faith. 2. Vihara mana yang telah anda kunjungi kelompok asuhan artikel ? yang anda katakan You Wrote : "Saya sudah mengunjungi vihara2 organisasi kelompok asuhan penulis artikel" Perlu diketahui. Artikel ini saya ambil dari Fo Guang shan Taiwan. Fo Guang shan mempunyai cabang di seluruh dunia. tapi tidak ada cabang di Indonesia. Fo Guang Shan mana yang anda kunjungi ? Akhir kata, Belajar dulu deh bahasa inggeris yang benar. Inggeris anda masih pake kamus. waktu naik mobil dengan Bule. ngomong sama bule , "Ganti Gigi biar bisa cepat !" Gigi diartikan ke inggeris teeth. alhasil orang Bule itu ngakak. So stupid this guy ! Tsukudu --- In [email protected], "Suhendra Sulistyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Yah beginilah salah satu proses pembodohan orang-orang. > Selalu menekankan "FAITH" dengan embel2 faith ke ajaran buddha supaya > kelihatan lebih halus. > > Coba diperhatikan lebih konsentrasi ke kata2 dibawah ini yang saya kutip > dari artikel tsb: > "To have faith is to uphold and observe the truth. To have faith is to > practice the teachings of the Buddha without doubt. By having faith, our > body and mind will be purified. By having faith, we will have unlimited > strength." > > Mari kita pikirkan apa itu hubugannya kalau punya keyakinan/percaya pasti > kita menjalankan kebenaran, kalau punya keyakinan pasti kita menjalankan > ajaran Buddha tanpa ragu, kalau punya keyakinan badan dan pikiran kita akan > disucikan. > > Orang-orang yang bunuh diri dengan mengajak orang lain (suicide bomber) itu > keyakinannya tinggi sekali bahwa mereka berbakti ke agama mereka, sehingga > mereka bisa dibodohi untuk membunuh orang lain apakah mereka badan dan > pikirannya menjadi suci?. Keyakinan itu juga adalah pisau bermata dua, > sayang sisi satunya tidak dijelaskan di artikel dibawah ini dengan baik > (sama sekali tidak). Bedanya kalau artikel ini seperti pada umumnya > tujuannya memang tidak semulia (menurut yang percaya/yakin) para pem bom > bunuh-diri itu, melainkan Dana (uang/materi). Saya tidak pernah membaca > dimana sang Buddha meminta murid-muridnya supaya mempunyai keyakinan > terhadap ajarannya sendiri. Malah selalu ditanamkan konsep ehipassiko dan > kalama sutta. Konsep "Keyakinan" inilah yang selalu dipakai oleh para > penjaring umat sebagai cara terampuh menakuti orang-orang supaya ikut jalan > yang benar (maksudnya jalannya dia sendiri, yang lain itu sesat). > > Saya sudah mengunjungi vihara2 organisasi kelompok asuhan penulis artikel > ini dan yang saya temukan adalah kebanyakan intinya anjuran berdana > (tersedia daftar tarifnya) dan poster akibat karma baik/buruknya (yang > mereka akui sendiri bukan bagian dari sutra Buddha setelah saya tanya secara > detail) berdana ditempel dikotak dana yang tersedia dimana-mana. Kalau kita > lihat patung sang Buddha/bodhisatva dipajang di hotel2 berbintang sebagai > tempat sabun atau sebagai penghias suasana di bar, mungkin kita tidak heran > karena ketidak mengertian mereka. Tetapi kalau di suatu vihara kita lihat > patung bodhisatva difungsikan sebagai penghias kebun seperti yang telah > mereka terapkan, apakah kita merasa terjamin bahwa mereka mengerti apa yang > mereka ajarkan sendiri. > > Jangan mudah percaya/yakin terhadap apapun termasuk terhadap tulisan saya > ini. lihat dan buktikan sendiri. itulah yang sebaiknya kita jalankan > > > > _____ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of TSUKUDU - > Sent: Monday, June 20, 2005 2:26 PM > To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; > [email protected]; [EMAIL PROTECTED] > Subject: [Dharmajala] Faith is Treasure - Ven Master Hsing Yun > > > Faith is Treasure > > Once upon a time, a philosopher was swimming in a lake when all of a sudden, > a current pulled him under. As he frantically struggled to stay afloat, a > thought entered his mind: "I am a philosopher, so I should not panic when > faced with a life and death situation." When he began to relax his body and > mind, the water's buoyancy pushed him to the surface and he was able to swim > back to shore under his own power. This story shows that when one has faith > in oneself, one will have infinite strength. > Faith and confidence are our inner treasures. If we have belief, we will > have faith. If we have faith, we will have unlimited resources. The problem > with today's society is that people have limited themselves by searching for > resources from without. Even if there were an abundance of material supplies > in our world, they would eventually run out. The energy shortage has become > a crisis for many countries, which forces them to send experts into > undeveloped areas in search of a solution. In actuality, we are all experts > in excavating new resources, as long as we are able to look within instead > of without. If we are willing to uncover our inner treasure, our lives will > be enriched indefinitely by our faith. > To have faith is to have unwavering confidence. To have faith is to uphold > and observe the truth. To have faith is to practice the teachings of the > Buddha without doubt. By having faith, our body and mind will be purified. > By having faith, we will have unlimited strength. In chanting the > six-syllable dharani, "Om Mani Padme Hum," mispronunciation will not alter > the effect of the dharani, if the chanter is sincere and focused. This is so > because of the power that is inherent in the chanter's unquestionable faith. > > In addition to confidence, credibility is a very important human > characteristic. A person who is confident and credible will be successful in > whatever he does. In order to eliminate conflict, contradiction, > discrimination, and the illusion of gains and losses, one must have faith. > The Avatamsaka Sutra says, "Faith is the foundation of the right path, the > mother of all merit. It nourishes the root of all that is good." Without > faith, one would not set foot on the path to enlightenment. By being > skeptical and doubtful, one will not have a glimpse of the ultimate Truth. > Faith is like a ray of light that will show us the way when we are lost in > darkness. Faith is like sunshine that will brighten our day when we are > feeling down and out. Faith will rekindle our hopes when we have failed > miserably. The Song of Faith reminds us, "One should acquire worldly wealth > with the hand of faith. One should cross the vast ocean with the boat of > faith. One should grow plenty of fruit with the root of faith. One should > receive unlimited treasure by entering the gate of faith. To have faith is > to have hope; to have confidence is to have strength. Faith is the source of > all virtues, the caregiver of wisdom. There is unlimited treasure in faith > and confidence." > We are our own worst enemy. When we lack self-confidence, we are doomed to > failure. However, if we have faith in ourselves, we will not only be > successful in our worldly endeavors, we will also acquire the worldly karma > necessary for enlightenment. Therefore, in this world, there is nothing more > precious and valuable than faith and confidence. > > ********************************************************************** ** > DISCOVERING THE DHARMA. By : Master Hsing Yun > Some People believe dharma to be profound, Something has to > incomprehensible. > This is not the case at all. The Dharma is something we all can understand > and use. > The Dharma is a guiding light which can help us to better evalute the > material, Social, > and spiritual aspects of life > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri > saya maupun di luar diri saya ** > > ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami > taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan > cinta kasih yang kokoh ** > > ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami > secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas > dari belenggu kelahiran dan kematian ** > > ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas > asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, > membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan > kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, > para guru, serta sahabat-sahabat kami ** > > > > _____ > > Yahoo! Groups Links > * To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ > > * To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > > * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service > <http://docs.yahoo.com/info/terms/> . ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
