|
Bro ECS,
Anda nampaknya tidak mau menjawab pertanyaan
sebelumnya, jadi saya to the point saja deh. Dikarenakan Bro Gunawan sibuk
berat, maka ia berharap saya mendiskusikannya dengan anda. Saya copy paste lagi
tulisan anda tanggal 16 Juni 2005 :
" Dari beberapa terjemahan maupun editan dr Sdr. Jimmy Lominto ini ;
tidak sedikit bagian yang saya nilai adanya embrio yg bisa mengakibatkan nantinya [ dalam kehidupan akan datang ] dia akan
sulit berjodoh / bertemu dengan Dharma."
Mohon penjelasannya apa maksud tulisan biru
tersebut? Apakah anda berhak memvonis seseorang seperti itu karena perbedaan
pandangan?
Pertanyaan saya dan Bro Gunawan cuma ini saja, gak
jauh2. Dan saya rasa, moderator di sini tidak akan melakukan hal yang macam2
dengan melakukan pemblokan pada email seseorang tanpa alasan yang jelas. Kalau
anda sudah menjawab, sayapun dengan senang hati menutup diskusi
ini.
peace
Giri
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, June 22, 2005 2:08
PM
Subject: Re: [Dharmajala] Ramal
meramal?
Sdr. Giri...
Sesuai penjelasannya, saya bisa tanggapi begini: tentunya referensi saya
dengan Sdr. Pelayan Buddha yg berbeda. Jika sama, maka Sdr. Pelayan Buddha
tidak akan menterjemahakan atau mengedit atau terlibat dalam tulisan yg
tendensius. Nah, ketika saya bertanya kepada Sdr. Pelayan Buddha ttg: apakaha
Sdr. Pelayan Buddha menilai Buddhisme sebagai institusi yg independen atau
demokratis; semata2 sebagai introduksi utk melihat kita bisa berdiskusi lebih
jauh. Jika hal di muka ini saja sudah tidak ada kesepakatan, maka akan sulit
bagi kita berdikusi [mengutip Sdr. Pelayan Buddha: "wong kusir aja tdk
berdebat"]. Lantas Sdr. Pelayan Buddha tidak memberikan tanggapan atas
pertanyaan saya & minta saya langsung memberikan penjelasan ~ jika tdk
berkenan, maka sebaiknya case di-close saja... Nah, ini bagi bagi saya cukup
jelas; bahwa kami memiliki persepsi yg pasti berbeda & saya setuju utk
close the case...
Saya juga mohon maaf jika ada kata yg salah.
Pis juga...
===============================
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, June 21, 2005
14:18
Subject: [Dharmajala] Ramal
meramal?
Begini Bro ECS,
Untuk jelasnya anda baca dulu tulisan anda
yang dicopy paste lagi oleh GK. Mungkin
Bro Gunawan perlu memperjelas lagi pertanyaannya. Atau coba saya bantu
menterjemahkannya. :p
Bro ECS,
dari tulisan kamu tanggal 16 Juni tersebut,
anda nampaknya sudah "memvonis" bahwa bro Jimmy itu akan sulit berjodoh
dengan buddha dhamma. Nah maksud Bro Gunawan ini, apakah ini disebabkan
referensi anda dan bro Jimmy itu berbeda? Atau memang referensi Anda itu
lebih valid dari Bro Jimmy sehingga anda bisa memvonis
demikian?
Nah, mungkin bro Gunawan berharap anda mau
menjelaskan kenapa sampai bisa menilai (tafsir) seperti itu. Kalau benar,
saya juga mau diramal.. hahahaha... tapi yang bagus2 loh. :D
Bukan begitu Bro Gunawan?
Mohon maaf kalau ada kesalahan kata.
peace
Giri
----- Original Message -----
----- Original Message -----
GK :(IA) Saya kutip lagi kalimat
itu dengan lengkap. " Dari beberapa terjemahan maupun editan dr Sdr.
Jimmy Lominto ini ; tidak sedikit bagian yang saya nilai adanya
embrio yg bisa mengakibatkan nantinya [ dalam kehidupan akan datang ]
dia akan sulit berjodoh / bertemu dengan Dharma."
Menurut Bro
EasyCoolSmart, dengan kalimat tersebut Bro EasyCoolSmart
tidak bertafsir, melainkan Bro EasyCoolSmart melakukan penilaian
melalui perbandingan antara tulisan terjemahan Bro Jimmy dengan
referensi yang Bro EasyCoolSmart punya. Bro EasyCoolSmart, apakah
benar pemahaman ( atau malah tafsiran ? ;) saya tersebut terhadap
jawaban Bro EasyCoolSmart ?
ECS (IIA):
=> Sorry, saya sudah baca ulang beberapa kali tapi
kurang nangkap point
pertanyaannya.
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami **
Yahoo! Groups Links
|